Apakah Tuhan Mengampuni Semua Dosa Kita? Yang Sudah Lalu dan di Masa Datang?
Sumber: canva.com

Kata Alkitab / 18 September 2023

Kalangan Sendiri

Apakah Tuhan Mengampuni Semua Dosa Kita? Yang Sudah Lalu dan di Masa Datang?

Claudia Jessica Official Writer
505

Kita semua adalah manusia berdosa. Tidak peduli siapa kita atau seberapa dekat kita kepada Tuhan. Tidak peduli apakah kita dibesarkan di gereja, atau di tempat lain. Tidak peduli apakah kita rajin membaca alkitab atau tidak. Tidak peduli seberapa bagus gelar kita, jabatan kita, dan apapun yang kita lakukan, kita adalah manusia berdosa sekalipun kita berusaha sebaik mungkin untuk tidak berbuat dosa.

Anda mungkin pernah membaca bagian dari Alkitab yang mengatakan bahwa dosa-dosa kita telah dihapuskan. Namun, dalam lubuk hati kita atau pikiran kita, terkadang kita bertanya-tanya, apakah Tuhan benar-benar mengampuni dosa kita? Dosa yang lalu mungkin sudah Tuhan ampuni, tapi bagaimana dengan dosa yang tidak kita sadari? Bagaimana dengan dosa yang mungkin kita lakukan di masa depan? Bagaimana dengan dosa yang kita lakukan secara tidak sengaja? Bagaimana dengan dosa yang kita lakukan secara sadar? Apakah Tuhan benar-benar mengampuni semua dosa kita?

Jawabannya adalah YA! Tuhan mengampuni semuanya, tetapi ada yang perlu kita ketahui. Mari kita lihat lebih lanjut.

 

BACA JUGA: Dosa Yang Nggak Bisa Dimaafkan Oleh Tuhan

 

Pengertian dosa

Sebelum lanjut ke pembahasan, mari kita satukan pandangan tentang apa itu dosa.

Alkitab mengatakan bahwa dosa adalah segala sesuatu yang kita lakukan tetapi bertentangan dengan sifat Tuhan atau melanggar perintah Tuhan. Tentu perilaku dosa dapat terjadi secara sengaja maupun tidak sengaja. Kemudian dosa yang timbul ini membuat kita terpisah dari Tuhan.

Kata “dosa” pertama kali kita temukan dalam Kejadian 4:7. Dalam bahasa Ibrani, “hattat” yang berarti “kedurhakaan” atau “kesalahan.” Dosa berarti pelanggaran, tindakan yang bertentangan dengan aturan atau hukum. Itu adalah tindakan atau pemikiran yang tidak sejalan dengan jalan Tuhan dan Tuhan membenci dosa.

Tuhan dan Dosa

Tuhan benar-benar terpisah dari dosa. Tuhan itu sempurna. Dia kudus dan benar.

Mazmur 5:5 menyatakan, “Sebab Engkau bukanlah Allah yang berkenan kepada kefasikan; orang jahat takkan menumpang pada-Mu.” Mazmur 18:30 mengatakan “Adapun Allah, jalan-Nya sempurna.”

Oleh karena itu, ketika kita tidak bertindak sesuai jalan Tuhan, dosa memisahkan kita dari Tuhan.

Seperti yang dijelaskan Yesaya 59:2, “Tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.”

Tuhan memberitahu umat-Nya bagaimana hidup bersama-Nya dengan baik seperti yang tertulis dalam Keluaran 19:20-25. Dia memberikan 10 Perintah yang memberi tahu kita bagaimana hidup dan apa yang harus dan tidak boleh kita lakukan, seperti berbohong, mencuri, membunuh, atau mendahulukan tuhan lain di hadapan Tuhan kita.

Tuhan membenci dosa, karena dosa memisahkan kita dari Tuhan, dan ini tidak baik.

 

BACA JUGA: Jatuh Dalam Dosa, Bukan Berarti Harus Tinggalkan Tuhan!

 

Apakah Tuhan mengampuni semua dosa kita?

Kabar baiknya adalah Tuhan mengampuni SEMUA dosa-dosa yang kita lakukan. Di Perjanjian Lama, orang-orang mengorbankan hewan dan melakukan ritual lain untuk menebus dosa-dosa mereka, tetapi hal ini dilakukan terus-menerus dan tanpa henti. Maka dari itu, Allah mengutus Putra-Nya, Yesus untuk mati dan disalibkan untuk menyelamatkan umat manusia.

Yohanes 3:16-17 berkata, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.”

Kita semua berdosa sejak pengkhianatan pertama yang dilakukan oleh Adam dan Hawa di Taman Eden, tetapi Yesus telah menyelamatkan kita.

Setelah kematian dan kebangkitan-Nya, Yesus mengingatkan murid-muridnya tentang apa yang tertulis dalam kitab Lukas 24:46-48, “Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga, dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem.”

Oleh karena itu, Tuhan tidak memberikan kita perintah untuk sekedar memaafkan orang lain, tetapi Yesus jelas memberitahu kita bahwa, sama seperti Tuhan yang mengampuni dosa-dosa kita sekalipun kita tidak layak diampuni, kita juga harus mengampuni orang lain.

Seperti yang tertulis dalam firmannya, “Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.” (Matius 6:14-15)

 

BACA JUGA: Merasa Bersalah? Afriyani Baca Buku "Dosa Yang Tak Diampuni"

 

Yang dimaksud dengan dosa bukanlah beberapa dosa, melainkan semua dosa. Siapa pun yang mengampuni orang lain, dan bertobat dari dosanya sendiri, serta meminta pengampunan dari Tuhan, akan diselamatkan. Ini berlaku untuk dosa masa lalu, sekarang, dan masa depan.

Karena kita telah diampuni, namun bukan berarti kita dapat melakukan apa saja karena kita tahu Tuhan akan mengampuni kita.

Pertama, kita adalah “pengikut Kristus” yang menjadi duta-Nya di bumi. Kita harus menjadi teladan kehidupan sesuai dengan yang diajarkan oleh Tuhan. Ikuti perintah-Nya, patuhi ajaran-Nya, dan berjuang untuk hidup kudus.

Ibrani 10: 26-29 memberitahu kita, “Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu. Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka. Jika ada orang yang menolak hukum Musa, ia dihukum mati tanpa belas kasihan atas keterangan dua atau tiga orang saksi. Betapa lebih beratnya hukuman yang harus dijatuhkan atas dia, yang menginjak-injak Anak Allah, yang menganggap najis darah perjanjian yang menguduskannya, dan yang menghina Roh kasih karunia?”

Kita tidak tahu kapan kita akan mati, sama seperti kita tidak tahu kapan Yesus akan datang kembali. Namun, jika kita berasumsi bahwa kita akan selalu diampuni atau akan selalu mempunyai kesempatan untuk meminta pengampunan di kemudian hari, tetapi kemudian kita meninggal secara tiba-tiba tanpa sempat bertobat dan meminta pengampunan itu lagi, kita tidak memiliki jaminan penuh itu.

Terlebih dari itu, jika Anda sungguh-sungguh mengasihi Tuhan, apakah Anda akan melakukan hal yang Tuhan benci?

Inilah kebenaran yang Tuhan ingin Anda ketahui.

 

BACA JUGA: Apa Itu Pertobatan Sejati Menurut Alkitab?

 

Jawaban dalam pelayanan CBN bekerja untuk menyebarkan kebenaran Tuhan kepada banyak orang melalui tulisan-tulisan kami di sini. Maukah Anda berjalan bersama kami untuk menjalankan amanat agung: memberitakan kebenaran kepada seluruh bangsa Indonesia untuk mendengar injil Kristus dan menerima keselamatan secara utuh?

Marilah bergabung bersama kami dan nyatakan komitmen Anda, klik tombol di bawah:

YA, SAYA BERSEDIA

Sumber : jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami