Hadapi Cawan Pahit di Depan Kita Dengan Ucapan Syukur dan Doa
Sumber: Dig to Fly

Kata Alkitab / 15 July 2023

Kalangan Sendiri

Hadapi Cawan Pahit di Depan Kita Dengan Ucapan Syukur dan Doa

Artika Mulianti Contributor
4997

Dalam hidup ini, tidaklah jarang kita dihadapkan pada cawan pahit yang menguji iman dan keteguhan kita sebagai orang Kristen. Cobaan dan kesulitan bisa datang dari berbagai arah, termasuk kehilangan orang yang dicintai, kegagalan dalam mencapai tujuan, atau situasi yang tampak tanpa harapan. Namun, sebagai orang Kristen, kita diajarkan untuk menghadapi cawan pahit ini dengan ucapan syukur dan berdoa.

Tidak jarang juga kita dihadapkan pada cawan pahit yang menguji iman dan keteguhan kita sebagai orang Kristen. Cobaan dan kesulitan bisa datang dari berbagai arah, termasuk kehilangan orang yang dicintai, kegagalan dalam mencapai tujuan, atau situasi yang tampak tanpa harapan. Namun, sebagai orang Kristen, kita diajarkan untuk menghadapi cawan pahit ini dengan ucapan syukur dan berdoa.

 

Baca Juga: 15 Ayat Alkitab yang Berbicara Tentang Bersyukur dan Mengungkapkan Rasa Syukur

 

Dalam surat Paulus kepada jemaat di Tesalonika, kita diajarkan untuk "bersyukur dalam segala hal" (1 Tesalonika 5:18). Ini bukan berarti kita bersyukur karena kita mengalami penderitaan, tetapi kita bersyukur di tengah-tengah penderitaan tersebut karena kita tahu bahwa Tuhan bekerja dalam segala hal untuk kebaikan mereka yang mengasihi-Nya. Ucapan syukur membawa kedamaian dan sukacita dalam hidup kita, meskipun situasi sekitar mungkin pahit.

Selain itu, berdoa adalah panggilan kita sebagai orang Kristen saat kita menghadapi cobaan dan kesulitan. Dalam Efesus 6:18, Paulus mengajak kita untuk "berdoa dalam segala waktu dengan segala doa dan permohonan di dalam Roh." Langkah tepat dalam keadaan terdesak adalah berdoa dengan kerendahan hati, percaya kebesaran Tuhan dan jadilah kehendakNya.

Ketika kita berdoa, kita meletakkan cawan pahit kita di hadapan Tuhan yang Mahakuasa. Kita mempercayakan segala sesuatu kepada-Nya, menyerahkan diri kita sepenuhnya kepada rencana-Nya yang sempurna. Dalam berdoa, kita menumbuhkan hubungan yang lebih dalam dengan Tuhan, memperoleh kekuatan dan ketenangan yang hanya dapat ditemukan dalam hadirat-Nya.

 

Baca Juga: 10 Ayat Alkitab Yang Dapat Memotivasi Diri Untuk Selalu Bersyukur

Selama hidup-Nya di bumi, Yesus sendiri telah menunjukkan contoh bagaimana menghadapi cawan pahit dengan ucapan syukur dan berdoa. Bahkan di saat-saat yang paling sulit, seperti sebelum penyaliban-Nya, Ia berdoa, "Ya Bapa, jikalau Engkau mau, bebaskanlah Aku dari cawan ini; tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki" (Matius 26:39).

Dalam doa-Nya ini, Yesus menyerahkan diri-Nya kepada kehendak Bapa dan mempercayai rencana-Nya yang lebih besar

Halaman :
1

Ikuti Kami