Mertua Ikut Campur Urusan Rumah Tangga? Simak 6 Cara Menghadapinya
Sumber: Jawaban.com

Marriage / 14 June 2023

Kalangan Sendiri

Mertua Ikut Campur Urusan Rumah Tangga? Simak 6 Cara Menghadapinya

Bella Tiurma Official Writer
1993

Dalam kehidupan pernikahan, baik yang baru memasuki maupun yang telah melalui waktu yang panjang dalam pernikahan, tak jarang mertua ikut campur dalam urusan rumah tangga. Hal ini menjadi sebuah hal yang sering sekali terjadi dan sulit untuk dihindari. Terlepas dari niat baik mereka, campur tangan mertua memiliki kemungkinan menjadi sumber konflik dan ketegangan di antara pasangan suami istri. Bahkan tak jarang pasangan suami istri akan merasakan kehilangan privasi dan merasa tidak dihargai. 

Namun, setiap pasangan penting untuk menangani situasi ini dengan bijaksana dan menghormati semua pihak yang terlibat. Salah satu cara yang paling umum untuk mengatasi hal ini adalah dengan berkomunikasi secara terbuka dan jujur. Jangan biarkan ketegangan memuncak, tetapi bicarakan masalah dengan tenang dan dengan penuh pengertian. Sampaikan perasaan dan harapan Anda dengan tulus kepada mertua, dengan menjelaskan bahwa setiap pasangan perlu ruang pribadi dan keputusan sendiri dalam rumah tangga. 

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menemukan cara mengatasi situasi ini dengan bijaksana dan mempertahankan hubungan yang harmonis dengan mertua. Berikut 6 cara menghadapinya...

 

Baca Juga : Sering Bertengkar Sama Orang Tua Karena Tinggal Bareng? Ini Solusinya…

 

1. Melakukan Diskusi dengan Pasangan 

Ketika situsi di dalam rumah tangga mertua sudah melewati batasnya, setiap pasangan sangat membutuhkan sebuah diskusi khusus bersama dengan menyampaikan pendapatnya pribadi dengan bahasa yang baik dan tenang. Hindari menggunakan kata-kata yang terdengar seperti menyalahkan, karena hal ini akan membuat pasangan kita defensif. 

Diskusi yang dilakukan ini dapat berguna bagi kehidupan pernikahan yang menjadi semakin mandiri, terkhusus dalam mengambil keputusan. Karena tak ada pasangan yang tidak menginginkan kehidupan keluarga yang independen dan tidak merepotkan pihak lain. 

Di dalam diskusi inilah setiap pasangan dapat melakukan penyatuan tujuan dan prinsip, dimana setiap pasangan dapat menyampaikan setiap alasan yang memberatkan pikiran karena kritikan mertua yang tidak sesuai, tetapi penyampaian ini bukan menjadi sebuah konfrontasi pada pasangan. Karena harapan dari diskusi ini untuk saling memahami satu sama lain dan mempunyai kesamaan visi. 

Selain itu, dalam diskusi setiap pasangan dapat bercerita tentang perilaku mertua kepada dirinya ataupun anaknya. Namun, saat penyampaian cerita ini perlu kehati-hatian untuk menjaga perasaan pasangan kita agar tidak tersinggung atau direndahkan. 

 

Baca Juga : Salah Satu Kebahagiaan Rumah Tangga: Akur Dengan Mertua. Ini 7 Rahasianya!

 

2. Merefleksikan Diri 

Menurut konsultan pernikahan, Yvonne K.Fulbrigth,PhD, melalui laman Psychologytoday.com menyatakan bahwa ketika kita menghadapi kritik dan saran dari mertua , kita dapat berusaha untuk tetap tenang dan mengontrol emosi. Serta situasi ini dapat kita manfaatkan untuk mengintrospeksi diri. Karena akan ada kemungkinan apa yang disampaikan oleh mertua ada benarnya. 

Namun, disaat penyampaian yang dilakukan oleh mertua terasa tidak baik, cukup berlebihan, dan menyakitkan. Kita dapat mencari ruang sepi untuk menenangkan diri dan melihat dari sudut pandang lain setiap yang dikatakan. 

3. Hindari Menceritakan Permasalahan Rumah Tangga ke Orang Lain 

Bagaimanapun situasi yang terjadi di dalam hubungan pernikahan kita, ada baiknya untuk tidak menceritakan apa yang terjadi pada orang luar. Hal ini dilakukan sebagai salah satu cara untuk menghindari mertua yang memiliki sifat ingin tahu dan ikut campur setiap hal.

Sumber : parentalk.id | orami.co.id
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami