Rahasia Memberi Dari Apa yang Kita Punya
Kalangan Sendiri

Rahasia Memberi Dari Apa yang Kita Punya

Lori Official Writer
      2296

Ayat Renungan: 

1 Raja-raja 17: 13, “Janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu.”

Filipi 4: 19-20, “Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus. Dimuliakanlah Allah dan Bapa kita selama-lamanya!”

 

Melalui renungan hari ini, mari belajar tentang ketaatan dan kepercayaan dari kisah janda Sarfat dalam Alkitab. Dia menunjukkan ketundukan kepada Tuhan dengan memberikan dengan setia dari apa yang dia miliki.

Kisah janda yang tercatat dalam Perjanjian Lama ini menceritakan tentang kesulitan hidupnya. Dalam 1 Raja-raja 17, dikisahkan bahwa janda Sarfat ini hidup dalam keterbatasan dan saat itu negeri yang dia tinggali sedang dilanda kekeringan. Namun, dalam situasi yang sulit itu, nabi Elia datang dan bertemu dengan sang janda. Saat itu nabi Elia mungkin saja tidak tahu kondisi penderitaan yang dialami oleh janda tersebut. Sampai-sampai tanpa beban dia meminta air untuk diminum sekaligus roti untuk dimakan.

Menilik keadaannya yang serba kekurangan, sang janda dengan jujur menyampaikan bahwa dia hanya memiliki sedikit terigu yang tersisa untuk membuat roti. Jika dia menggunakan terigu itu, ia dan anaknya tidak akan memiliki apa pun untuk dimakan. Tapi entah bagaimana nabi Elia justru memintanya untuk membuat roti dari terigu sisa miliknya untuk dia makan. Demikian katanya, “Janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu.” (1 Raja-raja 17: 13) Dan dia pun melakukan seperti apa yang diminta.

Kita mungkin tidak segera mau melakukan apa yang janda lakukan. Kadang-kadang, bahkan dalam hal memberikan persembahan, kita tidak sepenuhnya mau memberikannya. Tetapi janda ini memberikan seluruh yang ia punya. Ketika ia memberikan dengan ketaatan, Tuhan melakukan mukjizat-Nya. Buli-bulinya terisi penuh dengan minyak sehingga mereka tidak kekurangan.

Bayangkan betapa kuasa yang luar biasa itu bisa terjadi. Seorang janda yang kehilangan segalanya dan harus memberikan sisa terigu yang ia miliki justru mengalami kelimpahan. Kepercayaannya pada Tuhan menggerakkan Tuhan untuk memberkati dia.

Hari ini, kepada siapa kita menaruh kepercayaan hidup kita? Apakah kepada suami, bos, atau pekerjaan kita? Jika kita diberi kesempatan untuk memberi dalam situasi yang sulit, apakah kita bersedia melakukannya? Kita perlu belajar dari janda ini bahwa Tuhan memberkati melalui ketaatan dan iman kita. Percayalah bahwa Tuhan telah menyediakan segala yang kita butuhkan. Seperti yang dikatakan dalam Filipi 4:19-20, "Allahku akan memenuhi segala kebutuhanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus. Hormatilah Allah Bapa kita selama-lamanya!"

Mari belajar menjadi pribadi yang taat dan percaya pada Tuhan, serta mempercayakan hidup kita sepenuhnya kepada-Nya. Tuhan adalah sumber segala yang kita butuhkan, dan melalui ketaatan dan iman kita, kita akan mengalami berkat-Nya yang melimpah.

 

Action: Apakah belakangan ini kamu sulit memberi karena takut kekurangan? Kisah Janda Sarfat pagi ini bisa jadi sumber inspirasi untuk memiliki kemurahan hati memberi bagi orang-orang yang membutuhkan di sekitarmu. 

Ayat Hafalan: Filipi 4: 19, “Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.

 

Hak cipta @Maria Kaesmetan

Ikuti Kami