4 Tokoh Alkitab yang Mencontohkan Rasa Syukur
Sumber: canva.com

Kata Alkitab / 30 May 2023

Kalangan Sendiri

4 Tokoh Alkitab yang Mencontohkan Rasa Syukur

Wisnu Prianggani Contributor
8121

Rasa syukur didefinisikan oleh Kamus Merriam-Webster sebagai "keadaan berterima kasih: rasa terima kasih." Terkadang sulit bagi kita untuk berlatih rasa syukur dalam kehidupan sehari-hari, terutama jika kita sedang terburu-buru atau sedang dalam suasana hati yang buruk. Alkitab mengajarkan kepada kita banyak hal tentang rasa syukur dan pentingnya mengucapkan terima kasih kepada Allah atas segala yang Dia telah lakukan dan terus lakukan.

Banyak tokoh Alkitab yang mencontohkan rasa syukur, tetapi kita akan menyoroti 4 tokoh hari ini:

1. Daud

Salah satu tokoh Alkitab yang mencontohkan rasa syukur adalah Raja Daud. Daud terkenal karena selalu bersyukur sepanjang hidupnya dan dalam perjalanan hidupnya bersama Tuhan. Meskipun Daud sering kali membuat kesalahan, dia tetap bisa mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan. Banyak dari kita menganggap tokoh Alkitab sebagai "tak tersentuh," namun sebenarnya mereka adalah manusia seperti kita. Mereka juga mengalami kesulitan dan perjuangan dengan dosa. Kita juga memiliki perjuangan kita sendiri dengan dosa, namun kita dapat mengikuti contoh Daud dengan bertobat dan mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan.

Raja Daud dikaitkan dengan menulis sebagian besar Kitab Mazmur dalam Alkitab. Di sepanjang Mazmur, kita melihat Daud bersyukur kepada Allah dan mendorong orang lain untuk melakukan hal yang sama. Dalam kitab mazmur, Daud mengatakan kepada kita bahwa dia bersyukur kepada Allah karena keadilan-Nya, dan dia akan menyanyikan puji-pujian bagi Tuhan selamanya. Dari perkataan Daud, kita tahu bahwa dia memiliki hati yang penuh rasa syukur dan terima kasih kepada Tuhan.

 

Baca Juga: Ucapan Syukur yang Mengubah Ratapan Jadi Sukacita

 

2. Daniel

Tokoh Alkitab kedua yang mencontohkan rasa syukur adalah Daniel. Daniel adalah seorang pengikut setia Tuhan yang dibawa ke dalam perbudakan di Babel. Raja Nebukadnezar memerintahkan semua orang untuk menyembah patung emas yang dia ciptakan, dan dia membuatnya ilegal bagi siapa pun untuk menyembah "Allah" di luar kepercayaannya. Daniel dan teman-temannya menentang perintah Raja Nebukadnezar dan tetap setia kepada Tuhan.

Meskipun ilegal bagi Daniel untuk berdoa kepada Allah yang sejati, dia tetap berdoa kepada Tuhan dan bersyukur seperti yang selalu dia lakukan. Daniel tetap memilih untuk bersyukur meskipun itu melanggar hukum, dan dia tahu bahwa dia bisa dihukum penjara atau bahkan mati karena berdoa kepada Allah yang sejati. Fakta ini tidak membuat Daniel goyah, karena dia tahu prioritasnya adalah selalu kepada Tuhan.

 

3. Paulus

Tokoh Alkitab ketiga yang mencontohkan rasa syukur adalah Paulus. Paulus memahami arti diselamatkan oleh kasih karunia Tuhan. Sebelum menjadi seorang Kristen, Paulus adalah seorang penganiaya iman dan pembunuh (Kisah Para Rasul 9:1-4). Paulus tahu betapa beratnya dosa masa lalunya dan betapa banyaknya penderitaan yang ia sebabkan kepada Allah. Terlepas dari masa lalunya, Allah memilihnya untuk menyebarkan Kabar Baik kepada yang hilang. Karena masa lalunya, dia sangat bersyukur atas kehidupan barunya dalam Kristus.

Rasa syukur Paulus terlihat sepanjang hidupnya. Rasa terima kasih dan rasa syukur yang dimilikinya kepada Tuhan terlihat dalam surat-suratnya. Paulus menyadari bahwa hanya melalui Yesus Kristus kita dapat memperoleh kemenangan atas dosa dan menerima anugerah keselamatan. Dia memiliki rasa syukur yang mendalam dan tidak pernah melupakan anugerah Allah yang diberikan kepadanya.

 

Baca Juga: 4 Tokoh Alkitab Wanita Pemberani yang Mengikut Tuhan Yesus

 

4. Yesus

Tentu saja, tidak mungkin membicarakan rasa syukur tanpa menyebutkan Tuhan Yesus sendiri. Yesus adalah contoh utama rasa syukur dan terima kasih kepada Allah. Dalam Injil Lukas, Yesus selalu memberikan terima kasih kepada Bapa-Nya. Bahkan ketika Ia mengalami saat-saat paling sulit dalam hidup-Nya, seperti menjelang penyaliban-Nya, Yesus masih bersyukur kepada Bapa. Saat makan terakhir-Nya dengan murid-murid-Nya, Yesus mengambil roti dan bersyukur kepada Allah sebelum membagikannya (Lukas 22:19). Ketika kita melihat hidup Yesus, kita belajar untuk selalu berterima kasih kepada Allah dalam segala hal, baik dalam kegembiraan maupun dalam kesulitan.

Dalam keempat karakter Alkitab ini, kita melihat contoh-contoh yang kuat tentang pentingnya rasa syukur dalam kehidupan Kristen. Daud, Daniel, Paulus, dan Yesus semuanya menunjukkan kepada kita bagaimana berlatih rasa syukur kepada Allah dalam segala hal. Kita diajarkan untuk selalu bersyukur, terlepas dari situasi atau keadaan kita. Dalam 1 Tesalonika 5:18, rasul Paulus menulis, “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.” Jadi, mari kita mengikuti contoh-contoh ini dan mengembangkan rasa syukur yang lebih dalam dalam kehidupan kita sehari-hari.

Halaman :
1

Ikuti Kami