Ada Kuasa Dalam Mengucap Syukur
Kalangan Sendiri

Ada Kuasa Dalam Mengucap Syukur

Lori Official Writer
      1722

Fearless Faith Seri 8 Memahami Bagaimana Tuhan Bekerja Dalam Hidup Kita Melalui Iman Tanpa Takut 

 

Ayat Renungan: Filipi 4: 6, “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.” 

Biasanya kita akan mengucap syukur atau berterima kasih kepada seseorang karena kita sudah mendapatkan sesuatu dari orang tersebut. Entah itu melalui pemberian dukungan moral seperti dihibur dan dikuatkan maupun diberkati secara material. 

Tapi hari ini kita merenungkan kembali makna mengucap syukur sebagai sebuah sikap yang mendapatkan kuasa atas sesuatu yang belum terjadi. Kita bisa melihat contohnya dari apa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus. Seperti dituliskan dalam Matius 15: 36-37, “Sesudah itu Ia mengambil ketujuh roti dan ikan-ikan itu, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya memberikannya pula kepada orang banyak. Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, tujuh bakul penuh.”

Ayat ini menjadi pelajaran yang sangat penting untuk bisa kita jadikan sebagai teladan. Karena Tuhan mengajarkan prinsip mengucap syukur atas segala sesuatu bahkan yang belum kita miliki sekalipun. 

Saat itu kira-kira empat ribu laki-laki mengikuti Yesus. Dengan belas kasihan, Yesus meminta murid-murid-Nya memberi mereka makan. Tahukah kamu bahwa saat itu tak ada satupun makanan yang bisa dimakan. Tetapi kemudian seorang anak kecil memiliki lima roti dan dua ikan. Tentu saja itu tidak cukup untuk dibagikan kepada ribuan orang. Tapi Yesus melakukan sesuatu yang unik, Dia menengadah ke langit dan Dia berdoa, mengambil roti dan ikan yang ada, mengucap syukur dan memecah-mecahkan dan membagi-bagikannya kepada setiap orang. Ajaibnya, semua orang bisa makan dengan kenyang dan bahkan sisa 7 bakul penuh.

Kita bisa belajar dari tindakan Yesus bahwa, ada kuasa dalam ucapan syukur, termasuk mengucap syukur atas sesuatu yang belum kita terima dan miliki. Atas semua hal yang sudah dan belum kita terima, Tuhan mau kita berkata “Terima kasih Tuhan”. Tuhan berjanji atas apapun yang kita perlukan dan doakan. Dan sebelum Dia memberikannya kepada kita, kita perlu melakukan tindakan yang sama seperti Yesus yaitu mengucap syukur. Kita percaya bahwa Tuhan sendiri sudah memberi dan menjawabnya.

Apa yang bisa kita pelajari dari hal ini? Filipi 4: 13, berkata, “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.” Jadi, lewat ucapan syukur kita sedang mempercayai kuasa Tuhan bukan kepada kemampuan kita. Karena kuasa Tuhan bisa melakukan lebih dari apa yang kita kerjakan, pikirkan dan doakan. Dan dengan mengucap syukur, kita mengakui bahwa kita manusia yang terbatas dan Tuhan yang tidak terbatas itu mampu melakukan mukjizat atas hal-hal yang sedang kita doakan dan gumuli.

 

Action: Apapun yang sedang kamu harapkan, nantikan dan doakan, ambil tindakan iman yaitu dengan mengucap syukur untuk hal itu dan percaya bahwa Tuhan sudah memberikannya bagimu.

Ayat Hafalan: Filipi 4: 13, "Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku."

Ikuti Kami