Seberapa Penting Peran Kasih dalam Pertumbuhan Iman Orang Kristen?
Sumber: jawaban.com

Kata Alkitab / 9 May 2023

Kalangan Sendiri

Seberapa Penting Peran Kasih dalam Pertumbuhan Iman Orang Kristen?

Claudia Jessica Official Writer
1938

Saat kasih menjadi pondasi iman, maka iman kita akan berdiri teguh meskipun diterpa dengan angin atau badai sekalipun. Lalu iman seperti apa yang tidak dapat digoncangkan oleh dunia? Jawabannya adalah orang-orang yang hatinya penuh dengan kasih Yesus.

Injil 1 Yohanes 5:1 berkata, “Setiap orang yang percaya, bahwa Yesus adalah Kristus, lahir dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi Dia yang melahirkan, mengasihi juga dia yang lahir dari pada-Nya. Inilah tandanya, bahwa kita mengasihi anak-anak Allah, yaitu apabila kita mengasihi Allah serta melakukan perintah-perintah-Nya. Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat, sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita. Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah?”

Ketika kita menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita, maka pada hari itu jugalah kita terlahir kembali oleh Roh Kudus. Kemudian saat hati kita merasakan pekerjaan Roh Kudus, kita dilahirkan kembali dalam Roh dan Kebenaran dan kita juga akan mencintai Roh Kudus.

 

BACA JUGA: Bagaimana Orang Percaya Menghadapi Tantangan Iman

 

Saat itulah kita akan menyadari bahwa pribadi Tuhan adalah sosok yang sangat dekat dengan kita, bukan lagi Tuhan yang terasa jauh atau pribadi yang tidak bisa kita jangkau. Setiap kali kita berdoa, kita berhak untuk memanggil-Nya sebagai “Abba Bapa” atau “Bapa kami di dalam Sorga” karena kita adalah anak-anak yang dikasihi-Nya.

Setelah mengasihi Tuhan, tantangan untuk menumbuhkan iman kita datang dari sesama. Seperti yang dikatakan dalam ayat 1 bahwa, “Setiap orang yang mengasihi Dia yang melahirkan, mengasihi juga dia yang lahir dari pada-Nya.”

Kalau kita mengaku mengasihi Tuhan, maka kita juga ‘harus’ mengasihi orang-orang yang lahir dari Tuhan. Hubungan horizontal terhadap sesama manusia inilah yang sering kali menjadi masalah dan tantangan dalam kehidupan sekaligus pertumbuhan rohani kita.

Perlu diketahui bahwa orang-orang yang memiliki kepahitan terhadap sesamanya, yang membenci saudaranya, yang memiliki konflik batin, tidak mau mengampuni, yang tidak mau menerima kelemahan orang lain, atau tidak mau sabar terhadap satu sama lain biasanya akan mengalami keraguan sehingga iman mereka menjadi goyah.

Iman kita iman kita tidak dibangun hanya melalui hubungan yang baik dengan Tuhan, tetapi iman juga dibangun melalui hubungan yang baik dengan sesama kita. Iman kita bisa dibangun dengan kokoh atau bahkan dengan mudah digoyahkan karena kasih terhadap sesama kita.

 

BACA JUGA: Mengambil Langkah Iman Untuk Mengatasi Ketakutan

 

Banyak orang seringkali keliru mengenai konsep iman bahwa iman akan bertumbuh apabila kita percaya kepada Tuhan saja. Hal itu memang benar, tetapi kita juga harus memperhatikan perintah Tuhan untuk mengasihi sesama kita. Iman kita dibentuk dari kasih. Kasih kepada Tuhan dan kasih terhadap sesama.

Karena iman itu didasari dengan kasih, oleh karena itu kita harus mengasihi untuk menumbuhkan iman kita. Iman yang besar dan yang kokoh adalah iman yang bertumbuh pada kasih Yesus dalam hidup kita dan kasih Kristus menghendaki kita untuk mengasihi sesama. Maka dari itu, kita harus memanifestasikan kasih kepada sesama kita.

Di ayat 3, kita diberitahu bahwa kasih menuruti perintah-perintah Allah.

“Inilah tandanya, bahwa kita mengasihi anak-anak Allah, yaitu apabila kita mengasihi Allah serta melakukan perintah-perintah-Nya. Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat,” (Ayat 3)

Iman yang sesungguhnya ditunjukkan melalui ketaatan kita kepada Tuhan, taat dalam mengikuti perintah-perintah-Nya. Lantas seberapa besar iman yang harus kita miliki agar tidak bisa digoyahkan?

 

BACA JUGA: Pelajaran Iman Dari 5 Tokoh Alkitab Yang Berdiri Teguh Dalam Tuhan

 

Dalam khotbah yang disampaikan oleh Pastor Philip Mantofa, ia mengatakan bahwa kita tidak perlu memliki iman yang besar agar tidak bisa digoyahkan. Iman sebesar biji sesawi saja sudah cukup untuk tidak menggoyahkan iman kita. Untuk itu, dibutuhkan niat untuk taat kepada Firman Tuhan. Ketika kita taat kepada Firman Tuhan, DIA sendiri yang akan menguatkan iman kita dan Tuhan akan bertanggungjawab atas hidup kita.

Ketaatan adalah wujud dari iman kita kepada Tuhan

Ketika orang ingin taat tetapi tidak mengasihi Tuhan, maka akan sulit baginya untuk melakukan perintah-perintah Tuhan. Namun sebaliknya, ketika kita mengasihi Tuhan, kita akan taat dan tunduk kepada perintah Tuhan dengan sendirinya. Inilah tanda bahwa kita mengasihi Allah. Jika iman kita bekerja melalui kasih, maka kita tidak akan pernah merasa perintah Tuhan berat.

Hiduplah dalam kasih dan iman kita akan bertumbuh dengan sendirinya.

Iman tidak mengukur seberapa besar yang kita miliki, tetapi mengenai fungsinya dan kapan iman akan berfungsi dalam hidup kita tetapi, satu hal terpenting yang perlu kita lakukan adalah mengasihi. Bukan hanya mengasihi Tuhan, tetapi juga mengasihi sesama. Hiduplah dalam kasih, maka iman pasti akan bertindak.

Iman yang mengalahkan dunia (Ayat 4)

“Barangsiapa berseru kepada tuhan tidak akan dipermalukan,” (Roma 10:11)

Intisari dari iman bukanlah untuk mendapatkan sesuatu, melainkan untuk mengenal pribadi Yesus dan mendengar suara-Nya serta menuruti Firman-Nya.

 

BACA JUGA: 5 Ciri-ciri Seseorang Sudah Lahir Baru di Dalam Tuhan

 

Dalam 1 Yohanes 5:5 dikatakan, “Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah?”

Marilah kita hidup dalam kasih setiap hari dan bersiap ketika iman kita beraksi, Tuhan akan muncul secara tak terduga untuk menjawab imanmu dengan cara yang ajaib.

Sumber : Khotbah Philip Mantofa
Halaman :
1

Ikuti Kami