9 Tahun Menikah Malah Minta Cerai, Bisakah Tuhan Memulihkannya?
Sumber: jawaban.com

Milenial / 18 April 2023

Kalangan Sendiri

9 Tahun Menikah Malah Minta Cerai, Bisakah Tuhan Memulihkannya?

Claudia Jessica Official Writer
1696

Suryadi dan Kartini memulai pernikahan mereka dengan sukacita. Dua tahun berlalu dengan baik, Suryadi pun mengaku untuk menjadi seorang suami yang baik dan bertanggungjawab. Namun, bertanggungjawab dalam benak Suryadi adalah dengan bekerja sebaik-baiknya dan memenuhi kebutuhan istri dan anaknya hingga ia menjadi seseorang yang workaholik dan selalu pulang tengah malam, bahkan hingga subuh.

Hal ini membuat Kartini merasa tidak perhatikan. Pertengkaran demi pertengkaran pun terjadi dan menjadi bagian rumah tangga mereka. Egois dan keras kepala itulah yang mewakili sikap keduanya.

Setelah menikah selama hampir 9 tahun, dan memiliki dua orang anak, hubungan pernikahan mereka sangat jauh dari kata harmonis dan romantis. Bahkan keduanya tidak pernah saling berbicara lagi dan pernikahan mereka menjadi hubungan yang tidak sehat.

Rasa lelah, jenuh, bosan, dan putus asa menguasai Kartini dan menginginkan perpisahan dengan suaminya.

Pertentangan-pertentangan kecil yang terjadi dalam rumah tangga mereka membangun tembok yang memisahkan keduanya.

 

BACA JUGA: Divonis Hidup Hanya Tinggal 3 Bulan, Rusminah Bersyukur Punya Suami yang Setia

 

“Saya sudah capek, saya sudah merasa banyak menolong dia. Saya meninggalkan keluarga demi dia, tapi hasilnya seperti ini. Ketika saya membangun sebuah keluarga, kenapa Tuhan tidak tolong?” ucap Kartini.

Keinginan Kartini untuk mengalami pemulihan dalam keluarganya membawanya kepada Tuhan dan mulai berserah. Ia juga mengajak kedua anaknya untuk berdoa agar pemulihan terjadi dalam keluarga mereka. Saat berdoa, Kartini mendapatkan sebuah ayat dari Matius 11:29 yang berbunyi, “Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.”

Firman Tuhan yang Kartini dapatkan ini membawa ketenangan dan kekuatan dalam dirinya.

Suryadi yang melihat istrinya selalu berdoa setiap malam dan pagi mulai tersentuh.

“Walaupun kita tidak berbicara, dia berdoa. Dengan semua kekurangan saya, dengan ketidaksempurnaan saya, tiba-tiba saya merasa seperti mendapatkan hikmat,” ucap Suryadi.

Suryadi merasa sampai kapan rumah tangganya harus berjalan seperti ini? Tidak lagi berbicara dan bersikap dengan dingin dengan istrinya.

“Permasalahan yang terjadi adalah saya berharap dia berubah. Istri saya berharap saya berubah. Jadi kalau tidak ada yang mengalah, ini tidak akan ada ujungnya,”

Namun, tembok tinggi yang mereka bangun selama bertahun-tahun membuat Suryadi tidak mampu melakukan apa-apa sekalipun hatinya sangat ingin merubah keadaan. Karena itulah, Suryadi mengambil waktu untuk mengikuti Camp Pria Sejati.

 

BACA JUGA: Hidupku Kacau Justru Saat Aku Selesaikan Masalah Dengan Cara Dunia - Octaviany Rawung

 

Firman Tuhan dari Kolose 3:19 yang berisi “Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia” sangat merhema di dalam hatinya.

“Setiap sesi yang ada di pria sejati itu mendorong saya untuk bergerak maju. Artinya saya harus benahi keluarga saya. Saya harus mengutamakan keluarga saya. Saya harus minta maaf terutama kepada istri dan anak-anak saya,” ucap Suryadi.

Suryadi sudah tidak mempermasalahkan lagi siapa yang salah dan benar. Dengan rendah hati ia meminta maaf kepada istri dan anak-anaknya. Terkhusus kepada istrinya yang hatinya sering kali ia sakiti, demikian juga Kartini yang ikut minta maaf atas sikap egoisnya sehingga keduanya saling mengampuni satu sama lain.

“Dari Camp Pria Sejati itu, dia pulang membawa banyak perubahan. Dia bisa berkomunikasi baik dengan saya, dia bisa membangun hubungan dengan saya,” ungkap Kartini.

“Kami saling berubah sehingga kami boleh menjadi pribadi yang lebih baik,” lanjutnya lagi.

Perubahan sang suami berbuah manis dengan diikuti perubahan dari Kartini yang juga mengalami perubahan. Bahkan setelah kedua pasangan ini berubah, anak-anak dan keluarga mereka juga ikut dipulihkan.

Firman Tuhan yang mengatakan bahwa istri adalah penolong membuat Kartini menjadi istri yang mengasihi, mendukung, mendoakan, dan membangun suaminya. (Efesus 5:22-23a)

“Keluarga kami puji Tuhan dipulihkan kembali,” ungkap Kartini.

Jika saat ini Anda mengalami masalah pernikahan seperti Suryadi dan Kartini, tidak perlu taku karena Tuhan ada bersama-sama dengan kita.

 

Kami rindu untuk menolong Anda. Kami juga rindu untuk mendoakan Anda dan memberi kekuatan untuk Anda. Anda bisa menghubungi kami melalui Layanan Doa dan Konseling CBN melalui kontak Whatsapp 0822 1500 2424 atau klik link doa ini https://bit.ly/InginDidoakan.

Sumber : Solusi TV
Halaman :
1

Ikuti Kami