Apa Kata Alkitab Mengenai Korupsi?
Sumber: Kompas.com

Kata Alkitab / 14 March 2023

Kalangan Sendiri

Apa Kata Alkitab Mengenai Korupsi?

Bella Tiurma Official Writer
2264

Korupsi bukanlah suatu hal yang asing bagi masyarakat, bahkan kasus korupsi di Indonesia mengalami peningkatan yang semakin mengkhawatirkan. Salah satu kasus yang saat ini menjadi banyak diperbincangkan adalah Rafael Alun, seorang mantan pejabat Ditjen Pajak Kemenkeu dan ayah dari Mario Dandy. Setelah Mario Dandy ditetapkan sebagai tersangka, tindakan memamerkan kemewahan yang ditampilkan berdampak pada nasib ayahnya. 

Kemewahan yang ditampilkan ini yang menjadi sorotan publik terlebih oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan Inspektorat Jendral Kementrian Keuangan (Kemenkeu), yang menyelidiki seluruh kekayaan yang dimiliki oleh Rafael Alun. Hasilnya, ayah Mario Dandy terbukti telah melakukan pelanggaran berat. Sehingga Rafael harus menerima pemecatan secara tidak hormat atas perbuatannya yang melanggar hukum.

Baca Juga : Ini Loh Penyebab Korupsi dan Konsekuensinya Menurut Alkitab

Merujuk pada kasus di atas, korupsi juga terlihat di dalam Alkitab yang menilai bahwa tindakan korupsi memang sudah ada sejak dahulu. Tindakan korupsi telah digambarkan baik di dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Seperti di Perjanjian Lama, dimana nabi Yesaya mengecam aksi penyuapan yang dilakukan oleh para pemimpin Yehuda yang bersekongkol dengan pencuri untuk memperoleh keuntungan pribadi mereka. Hal ini tertulis di dalam kitab Yesaya 1 : 23 “Para pemimpinmu adalah pemberontak dan bersengkongkol dengan pencuri. Semuanya suka menerima suap dan mengejar sogok.”. 

Tindakan penyuapan atau korupsi adalah sebuah kejahatan yang dapat membuat orang yang salah menjadi benar, begitupun sebaliknya orang benar menjadi salah. Seperti dilakukan oleh Yudas terhadap Yesus, dimaana ia rela menjual Yesus demi 30 keping perak uang. Akibat perbuatan Yudas, Yesus harus kehilangan nyawa-Nya ditangan para imam-imam kepala. 

Jika melihat di dalam Perjanjian Baru, seperti yang tertulis pada 1 Timotius 6 : 10 menjelaskan bahwa akar dari segala kejahatan yang ada adalah cinta uang.  Tindakan korupsi ini diperlihatkan oleh Timotius ketika seseorang sudah cinta akan uang akan memperbudak orang itu yang berujung untuk melakukan korupsi. Uang memang sumber kebahagiaan tetapi Timotius mengingatkan setiap orang percaya bahwa dunia hanya sementara dan uang memang benar adanya sumber dari masalah. 

Realitanya, kekuasaan bisa disalahgunakan dan menyebabkan kerugian besar terhadap hajat hidup orang lain. Kasus penyuapan yang sedang kita bahas ini bisa menyebabkan dampak besar bagi kehidupan sosial, seperti orang miskin menjadi semakin miskin dan orang kaya semakin kaya. 

Alkitab menegaskan bahwa mereka yang melakukan suap atau korupsi adalah orang yang terkutuk (Ulangan 27: 25). Mereka bahkan tidak akan menerima berkat, kedamaian dan keselamatan kekal karena di mata Tuhan sendiri, tindakan ini merupakan perilaku yang mencederai keadilan, dimana Tuhan sendiri adalah pribadi yang peduli dengan keadilan.  

Oleh karena itu, ketika sedang diperhadapkan dengan kekuasaan yang sudah diraih, pereratlah hubungan kepada Tuhan. Hal ini dilakukan supaya dapat terhindar dari segala bentuk godaan yang ditawarkan dunia dan hidup di dalam Tuhan. 

 

Sumber : saluranmedia.com 

Halaman :
1

Ikuti Kami