Ini Loh Penyebab Korupsi dan Konsekuensinya Menurut Alkitab

Ini Loh Penyebab Korupsi dan Konsekuensinya Menurut Alkitab

Lori Official Writer
589

Sebagai warga negara, kita pastinya sudah akrab mendengar istilah korupsi.

Korupsi sendiri adalah tindakan yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang dengan cara menyelewengkan atau menyalahgunakan uang negara, perusahaan atau lembaga tertentu untuk keuntungan pribadi atau bersama. Tindakan ini bukan hanya bisa dilakukan oleh pejabat negara tetapi juga orang-orang yang menduduki jabatan tertentu di sebuah lembaga atau perusahaan.

Dalam suatu negara, pejabat yang ketahuan melakukan penyelewengan biasanya akan ditindak pidana sesuai dengan undang-undang yang sudah ditetapkan negara. Di Indonesia sendiri, korupsi sudah seperti sebuah tradisi di berbagai lembaga negara, dan pastinya hal ini sangat merugikan pemerintah. Hukuman penjara beserta denda pun dianggap pantas untuk dijatuhkan kepada para pelaku.

Lalu apakah korupsi juga bisa terjadi di lingkungan gereja? Apa konsekuensi yang harus diberikan kepada pelayan Tuhan yang melakukan korupsi?

Di Alkitab, kita bisa menemukan kisah korupsi yang dilakukan oleh dua imam muda yang melayani di kemah pertemuan, bernama Hofni dan Pinehas. Keduanya adalah anak-anak Imam Eli. Sebagai pelayan Tuhan, mereka justru menyalahgunakan jabatannya dengan melakukan banyak kecurangan yang membuat Tuhan marah. Sehingga keduanya harus diberhentikan dari jabatannya. Bahkan akhir dari hidup keduanya pun cukup tragis (1 Samuel 2: 34 & 1 Samuel 4: 11).


Kenapa Korupsi Membuat Tuhan Marah?

Seperti definisinya, korupsi adalah tindakan penyelewengan atau penyalahgunaan yang bisa menyebabkan kerusakan, polusi dan kerugian. Di dalam Alkitab, korupsi adalah salah satu dosa akibat kejatuhan manusia. Sejak kejatuhan Adam dan Hawa, dosa menyebabkan kerusakan moral dan spiritual di dunia akibat ketidaktaatan kepada Tuhan (Roma 5: 12).

Hal inilah yang menjadikan korupsi sebagai salah satu tanda dari kematian rohani. Tuhan berkata kepada Adam bahwa jika dia memakan buah dari pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat itu maka dia akan mati (Kejadian 2: 17). Kata ‘mati’ bukan berarti mati secara jasmani, tapi mati secara rohani dan terpisah dari Tuhan (Efesus 2: 1-3).

Di Perjanjian Lama, korupsi bisa merujuk pada kerusakan fisik secara literal (Ayub 17: 14; Mazmur 16: 10). Tapi paling sering, korupsi digambarkan sebagai kerusakan moral (Keluaran 32: 7 & Hosea 9: 9).


Baca Juga: 

Korupsi

Korupsi Dalam Gereja


Konsekuensi Korupsi Menurut Alkitab

Alkitab menuliskan bahwa kosekuensi dosa adalah kematian (Roma 6: 23). Sebagai tindakan dosa, mereka yang melakukan korupsi harusnya dijatuhi hukuman mati (sama seperti Hofni dan Pinehas). Mereka yang mengalami kerusakan moral tentu saja secara otomatis akan terpisah dari kehidupan kekal dari Tuhan.

Tapi karena kasih karunia-Nya, Tuhan memberikan setiap orang yang berdosa kesempatan untuk bertobat. Sama seperti pejabat negara yang dihukum penjara dengan harapan dengan itu dia akan menginsafi segala perbuatannya di balik jeruji besi. Tuhan pun memberikan kesempatan untuk mau memperbaiki kerusakan dengan menerima kehidupan yang baru di dalam Kristus.

"Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya." (Yohanes 3: 36)

Korupsi ditimbulkan oleh keterbatasan kita mengendalikan keinginan daging. Dan melalui Kristus, kita belajar untuk mematikan kedagingan tersebut. Sehingga kerusakan moral kita bisa diperbaiki. Melalui bantuan Roh Kudus, kita dimampukan untuk menaati Tuhan dan membalikkan kerusakan dengan ambil bagian dalam kodrat ilahi.

Korupsi bukan hanya membuat pemerintah, lembaga atau perusahaan geram. Lebih dari itu, Tuhan sendiri jauh lebih marah. Konsekuensinya bukan hanya jabatan kita saja yang akan dicopot tapi hidup kita juga.


“Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu.” (Galatia 6: 8)

Sumber : Jawaban.com

Ikuti Kami