Menghadapi Tantangan Mendidik Anak yang Tumbuh di Lingkungan Kurang Baik
Sumber: Jawaban.com

Family / 7 March 2023

Kalangan Sendiri

Menghadapi Tantangan Mendidik Anak yang Tumbuh di Lingkungan Kurang Baik

Aprita L Ekanaru Official Writer
1751

Sebagai anak bungsu dari empat bersaudara dan anak laki-laki satu-satunya di keluarga menjadikan Rafi Pratama (5 tahun) anak yang sangat manja. Ayah dan ibunya sudah berpisah sejak lama, kini ia hanya tinggal bersama ibu dan ketiga kakaknya.

Selain manja, Rafi juga seorang anak yang mudah marah dan kasar pada kakak dan teman-temannya. Kendati demikian, ia juga mudah menangis jika perlakuannya dibalas oleh teman-temannya. Hingga akhirnya, Rafi dijauhi oleh teman-temannya, orang tua 

Keluarga ini tinggal di lingkungan yang kurang baik, banyak anak-anak yang putus sekolah dan kurang mendapat perhatian dari orang tua. Kesibukan ibunya sebagai pedagang, membuat Rafi tidak terpantau sepenuhnya. Sehingga, kondisi lingkungan ini juga turut mempengaruhi karakter Rafi.

 

BACA JUGA: Rafi Pratama, Si Anak Manja dan Tantrum yang Berubah Berkat Belajar di PAUD Super5

 

Melihat karakter Rafi yang kurang baik, ibunya tidak hentinya memberikan nasihat. Namun tidak ada perubahan yang berarti, hingga ibunya lelah dan mengeluhkan karakter anak bungsunya itu kepada guru Rafi di sanggar belajar School Of Life (SOL).

"Sebagai Koordinator SOL, saya merasa bersyukur karena telah terjadi perubahan positif dalam diri Rafi. Awalnya banyak anak-anak dan orang tua yang merasa takut dan mengeluhkan kehadiran Rafi karena dianggap berbahaya. Bahkan beberapa orang tua SOL menyatakan keinginan untuk tidak membiarkan Rafi menjadi anak SOL lagi. Namun, saya berprinsip bahwa bukan anak yang baik yang perlu diperbaiki, melainkan anak yang memerlukan perbaikan. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk tetap mempertahankan Rafi sebagai anak SOL dan mengambil langkah cepat dengan mengajak semua guru SOL untuk berdiskusi tentang bagaimana menghadapi Rafi dengan sikap yang ramah, lemah lembut, dan baik hati serta melakukan pendampingan agar Rafi tetap terjaga dan teman-temannya merasa nyaman. Pujian saya kepada Tuhan, karena terjadi perubahan yang sangat drastis pada diri Rafi," tutur Hemri.

 

BACA JUGA: Malas & Nilai Jelek, Rutina Jadi Anak Rajin dan Pintar Setelah Gabung di Sanggar Belajar

 

Seiring berjalannya waktu, sikap Rafi sudah banyak berubah. Bahkan ia sudah mulai mandiri, bisa mandi sendiri, mengenakan seragam sendiri, makan sendiri dan selalu berdoa sebelum makan dan sebelum tidur. Hal itu sangat membahagiakan orang tuanya terutama ibunya. Oleh sebab itu, ibunya Rafi sangat berterima kasih kepada CBN yang sudah menyelenggarakan SOL di GBI Efata Sampali.

Marilah kita bergandengan tangan memberikan dukungan dan perhatian kepada generasi anak. Bersama kita ciptakan penerus bangsa yang takut akan Tuhan dan dapat menjadi pemimpin di masa depan yang berdampak bagi lingkungan sekitarnya dengan cara mendukung program pemuridan sanggar belajar anak School Of Life.

 

DONASI SEKARANG

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami