7 Ayah yang Gagal di Dalam Alkitab
Sumber: google.com

Relationship / 17 February 2023

Kalangan Sendiri

7 Ayah yang Gagal di Dalam Alkitab

Wisnu Prianggani Contributor
2423

Dalam Alkitab, kita dapat menemukan berbagai tokoh penting yang memiliki peran yang besar dalam sejarah bangsa Israel. Namun, di antara mereka, terdapat beberapa orang yang meskipun memiliki peran penting, namun ternyata menjadi seorang ayah yang buruk. Inilah kisah Lot, Ishak, Yakub, Eli, Samuel, Ahas, dan Daud yang pernah menjadi ayah yang gagal.

1. Lot

Lot adalah keponakan dari Abraham yang tinggal bersama keluarganya di Sodom, sebuah kota yang jahat. Lot adalah ayah yang gagal karena dia tidak mengajarkan anak-anaknya tentang kebenaran Tuhan sehingga anak-anaknya menjadi terpengaruh oleh kejahatan kota Sodom. Dalam Kitab Kejadian 19:30-38, diceritakan bahwa kedua anak perempuan Lot memabukkan ayah mereka dan tidur dengan dia, sehingga menjadi nenek moyang dari dua bangsa yang jahat

 

Baca Juga: Saat Banyak Anak Kehilangan Figur Ayah, Alkitab Tulis 5 Sosok Ayah Terbaik. Siapa Mereka?

 

2. Ishak

Ishak adalah putra dari Abraham yang memiliki dua anak bernama Esau dan Yakub. Ishak adalah ayah yang gagal karena dia pilih kasih dan lebih menyukai Esau daripada Yakub, meskipun Yakub adalah anak yang lebih saleh dan baik. Dalam Kitab Kejadian 25:28, diceritakan bahwa Ishak lebih menyukai Esau hanya karena dia suka makan daging.

 

3. Yakub

Yakub adalah anak kedua dari Ishak yang memiliki dua belas anak. Yakub akhirnya berlaku sama seperti ayahnya, karena memihak pada anak yang paling disukainya, yaitu Yusuf. Dia tidak cukup adil dalam memperlakukan anak-anaknya yang membuat anak-anak lainnya menjadi iri dan membenci Yusuf. Dalam Kitab Kejadian 37:3-4, diceritakan bahwa Yakub lebih menyukai Yusuf daripada anak-anaknya yang lain, bahkan sampai membuatkan jubah yang indah untuknya.

 

4. Eli

Eli adalah seorang imam besar yang bertugas di Kemah Suci di masa lalu. Dia memiliki dua anak yaitu Hofni dan Pinehas, yang juga bertugas sebagai imam. Namun, Eli adalah ayah yang gagal karena dia tidak dapat menghentikan kejahatan yang dilakukan oleh kedua anaknya, yang mencuri dari persembahan kudus dan tidur dengan perempuan-perempuan yang sedang melayani di Kemah Suci. Dalam Kitab 1 Samuel 2:12-36, diceritakan bahwa Eli diberikan peringatan oleh seorang nabi bahwa Tuhan akan menghukum keluarganya karena dosa-dosa mereka. Namun, Eli tidak melakukan apa-apa untuk mengubah keadaan tersebut dan membiarkan anak-anaknya terus melakukan kejahatan.

 

Baca Juga: 18 Ayat Alkitab yang Berbicara Tentang Pentingnya ‘Keutuhan’ Sebuah Keluarga

 

5. Samuel

Samuel adalah seorang nabi dalam Alkitab yang memiliki dua anak yaitu Yakub dan Yoel. Samuel adalah ayah yang gagal karena anak-anaknya tidak mengikuti jejaknya dalam hidup yang saleh. Dalam Kitab 1 Samuel 8:1-5, diceritakan bahwa anak-anak Samuel tidak mengikuti jalan Tuhan, dan itu membuat rakyat Israel tidak senang dengan mereka.

 

6. Ahas

Ahas adalah raja Yehuda yang memerintah dari tahun 735-715 SM. Dia adalah ayah yang gagal karena dia mendorong anaknya, Hizkia, untuk melakukan hal-hal yang jahat dan tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Dalam Kitab 2 Raja-raja 16:1-4, diceritakan bahwa Raja Ahas mempersembahkan anak-anaknya sebagai korban bakaran bagi para dewa bangsa-bangsa lain, dan mengikuti jejak kerajaan Israel yang jahat.

 

Baca Juga: Sudahkah Kita Punya Gambaran Bapa Yang Baik?

 

7. Daud

Daud adalah raja Israel yang terkenal karena perang dan keberhasilannya dalam memimpin rakyatnya. Namun, dia juga adalah ayah yang gagal karena dia melakukan dosa besar dengan mengambil istri orang lain bernama Batsyeba dan membunuh suaminya, Uria. Dalam kitab 2 Samuel 11:2-27, diceritakan bahwa Raja Daud melakukan perbuatan yang jahat, yang menyebabkan kemarahan Tuhan dan kesusahan dalam keluarganya.

Dari kisah-kisah di atas, kita dapat belajar tentang pentingnya menjadi ayah yang baik dan mengajarkan anak-anak tentang kebenaran Tuhan. Alkitab memperingatkan kita tentang bahaya menjadi ayah yang buruk dan mengingatkan bahwa kita akan bertanggung jawab atas kehidupan anak-anak.

Mari belajar menjadi seorang Ayah yang bisa memperhatikan dan memelihara hubungan dengan anak-anak, mengajarkan mereka tentang kebenaran Tuhan, dan menjadi teladan bagi mereka untuk mengikuti jalan yang benar.

Halaman :
1

Ikuti Kami