Kasar dan Bebal, Riang Hati Dijamah Tuhan Saat Saksikan Animasi Alkitab Superbook
Sumber: jawaban.com

Family / 30 January 2023

Kalangan Sendiri

Kasar dan Bebal, Riang Hati Dijamah Tuhan Saat Saksikan Animasi Alkitab Superbook

Claudia Jessica Official Writer
1534

Lahir sebagai anak kedua dari enam bersaudara, membuat Riang Hati Harefa merasa kurang perhatian dari kedua orang tuanya. Sang ayah sibuk bekerja sebagai karyawan dan ibunya sibuk dengan urusan rumah tangga.

Karena kurangnya pengawasan, Riang Hati merasa memiliki kebebasan dalam melakukan banyak hal, termasuk berbicara kasar dan berlaku kasar kepada siapapun. Baik itu kepada teman-temannya, adik-adiknya, orang tuanya, bahkan kepada guru sekolah minggunya. Bisa dikatakan kalau Riang Hati tumbuh sebagai seorang anak yang nakal.

Riang Hati juga tidak jarang melawan kedua orang tuanya. Banyak orang yang menasihati Riang Hati, mulai dari orang tuanya, para tetangga, hingga guru sekolah minggu untuk tidak melawan orang tua atau bersikap kasar kepada orang lain, tetapi Riang Hati tidak pernah mendengarkannya dan tetap bersikap sesukanya. Sebenarnya, Riang Hati menyadari bahwa sikapnya tidak baik, tetapi ia tidak mau merubah sikapnya.

 

BACA JUGA: Dulu Penakut dan Ceneng, Sekarang Jesen Menjadi Pemberani Berkat Kisah Ayub

 

Akibatnya perilaku buruknya, Riang Hati tidak memiliki banyak teman. Banyak orang tua yang tidak mengizinkan anak-anak mereka untuk bergaul dengan Riang Hati karena sikap buruknya. Mereka khawatir anak-anak mereka akan menjadi anak yang nakal jika bergaul dengan Riang Hati.

Pada dasarnya, Riang Hati bukan anak yang rajin beribadah sekolah minggu. Namun suatu ketika saat menyaksikan animasi Alkitab Superbook tentang kisah “Kesetiaan Ayub” di Gereja GBI Efata Sampali, Tuhan menjamah anak usia 10 tahun ini.

Saat menyaksikan kisah Ayub, Riang Hati merasa tersentuh, dan saat itu ia didoakan oleh guru sekolah minggunya. Sejak saat itu, Riang Hati menyadari sikapnya yang buruk adalah hal yang salah sehingga ia bertekad untuk memperbaiki sikapnya itu. Riang Hati juga yakin bahwa keinginannya untuk berubah akan disambut baik oleh Tuhan, dan ia percaya bahwa Tuhan akan membantunya untuk berubah, dan menerimanya kembali.

Meski membutuhkan proses yang panjang, Riang Hati dengan setia mengikut Tuhan dan mengubah sikap buruknya sedikit demi sedikit.

 

BACA JUGA: Yuk Ajak Anak Bagikan Kasih ke Orang Lain Dengan Cara Ini

 

Saat ini Riang hari mulai berubah menjadi seorang anak yang baik dan berperilaku positif. Ia melakukannya dengan semangat untuk meninggalkan sikap buruknya selama ini.

Bahkan saat ini Riang Hati jadi lebih memperhatikan adik-adiknya dari yang semula suka marah-marah. Riang Hati juga sedang berusaha keras untuk membuang kebiasaan berkata kasarnya.

Perubahan yang dialami oleh Riang Hati disambut baik oleh keluarga dan orang-orang di sekitarnya. Mereka sangat bersyukur karena Riang Hati sekarang ini menjadi seorang anak yang baik, tidak berbicara kasar, dan membawa pengaruh yang baik. Berkat perubahan baiknya ini, sekarang Riang Hati memiliki banyak teman.

Terimakasih guru sekolah minggu Gereja GBI Efata Sampali yang telah setia membimbing Riang Hati hingga akhirnya ia menjadi seorang anak yang baik kepada semua orang. Terimakasih juga kepada mitra CBN yang sudah mendukung pelayanan Superbook Indonesia hingga saat ini masih terus menjangkau dan menjamah hati banyak anak-anak.

Mari terus dukung Superbook untuk memproduksi tayangan-tayangan dan pelajaran Alkitab untuk generasi anak. Mari kita terus sebarkan kebenaran Firman Tuhan dengan melanjutkan pelayanan ini. Bagi Anda yang ingin terlibat dalam pelayanan ini, klik tombol di bawah:

 

Saya mau mendukung pelayanan CBN

Sumber : jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami