Kekuatan untuk Menghadapi Krisis
Kalangan Sendiri

Kekuatan untuk Menghadapi Krisis

Samuel Agus Santoso Contributor
      1085

Filipi 4:12-13

Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan. Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.

 

Bacaan setahun : Mazmur 68; Ibrani 2; Mikha 3-5

Pemerintah baru saja menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi maupun non subsidi pada Sabtu, 3 September 2022 lalu. Ini merupakan dampak dari krisis global yang mulai kita rasakan di Indonesia. Bahkan menurut Presiden Joko Widodo, saat ini semua negara sedang menghadapi ancaman krisis. Tidak hanya krisis pangan, namun juga keuangan dan energi. Hal ini terjadi akibat perubahan iklim dan geopolitik global.

Hal senada juga disampaikan Bill Gates. Menurutnya, dunia harus mewaspadai ancaman krisis global sebagai dampak dari serangan Rusia ke Ukraina. Selain itu, krisis global juga akan terjadi sebagai dampak dari pandemi Covid-19. Krisis ini akan memiliki dampak yang sangat tinggi di semua negara.

Lalu apa yang akan dilakukan oleh orang-orang yang tidak mengenal Tuhan saat menghadapi krisis? Menurut Thomas Andersen seorang konsultan ekonomi, mereka akan mencari penghiburan dari segelas minuman keras, satu pak rokok atau tempat hiburan malam. Ia juga berpendapat bahwa saat ekonomi lesu, ternyata bisnis minuman keras dan perjudian justru melonjak. Dari tempat ini, orang merasa mendapat hiburan dari serangan krisis. Namun hal ini tidak tepat. Pada kenyatannya, melarikan diri dari kenyataan akan membuat orang tersebut semakin terperosok ke dalam lubang krisis.

Sahabat, memang krisis tidak dapat dihindari dan bisa terjadi kapan saja. Bahkan pada zaman Perjanjian Lama pun krisis pernah dialami bangsa Israel.

Habakuk 3: 17-18  Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku.

Ayat ini menggambarkan kondisi krisis yang berat pada zaman itu. Namun Habakuk memiliki respon yang berbeda, dia tetap mempercayai dan meyakini pertolongan Tuhan.

Rasul Paulus memberikan beberapa tips dalam menghadapi krisis, seperti berikut:

Pertama, kita harus menyadari bahwa Tuhan selalu ada di setiap musim hidup kita, baik musim kekurangan atau kelimpahan.

Kedua, Tuhan adalah Allah yang berkuasa dan mampu menolong kita, sehingga kita dapat berkata, segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan.

Jadi sahabat, tidak ada kekuatan dalam menghadapi krisis selain di dalam Yesus Kristus Juruselamat kita. Amin.

Ikuti Kami