Cara Terbaik Mendengar Suara Tuhan
Kalangan Sendiri

Cara Terbaik Mendengar Suara Tuhan

Lori Official Writer
      190

Halo saudaraku, saya kembali menyapa Anda dengan harapan Anda benar-benar bisa menikmati hari ini bersama Tuhan melalui pesan Firman yang dibagikan pagi ini.

 

Ayat Renungan: Amsal 1: 20 - “Hikmat berseru nyaring di jalan-jalan, di lapangan-lapangan ia memperdengarkan suaranya, di atas tembok-tembok ia berseru-seru, di depan pintu-pintu gerbang kota ia mengucapkan kata-katanya."

 

Sering kali kita bertanya, apa sebenarnya yang dimaksud dengan mendengar suara Tuhan? Apakah Tuhan harus berbicara secara terdengar oleh telinga manusia? 

Firman Tuhan mengajarkan bahwa Tuhan berbicara dengan banyak cara. Ia menyampaikan pesan-Nya melalui Firman, hikmat, alam ciptaan, perenungan, bahkan melalui situasi hidup dan orang lain.

Kitab Amsal pagi ini mengingatkan bahwa hikmat berseru di jalan-jalan dan di pintu-pintu gerbang. Artinya, Tuhan rindu berbicara di setiap aspek kehidupan kita. Dentuman guntur dapat mengingatkan kita akan kebesaran-Nya. Keindahan bunga di padang menunjukkan kreativitas dan kasih Tuhan yang luar biasa. Semua itu adalah bahasa Tuhan bagi hati yang mau mendengar.

“Hikmat berseru nyaring di jalan-jalan, di lapangan-lapangan ia memperdengarkan suaranya, di atas tembok-tembok ia berseru-seru, di depan pintu-pintu gerbang kota ia mengucapkan kata-katanya." (Amsal 1: 20)

Namun, di tengah hiruk-pikuk dunia dan kesibukan hidup, suara Tuhan sering kali tertutupi oleh keinginan daging, kebiasaan, dan kegaduhan pikiran. Karena itu, Tuhan mengundang kita untuk berhenti sejenak—menenangkan diri, berdiam, dan membuka hati. Di saat itulah, tuntunan Tuhan menjadi jelas dan menuntun langkah kita.

Memasuki tahun yang baru, kita sangat membutuhkan arahan Tuhan. Tanpa tuntunan-Nya, kita mudah tersesat oleh banyaknya pilihan dan jalan dunia. Salah satu cara Tuhan mengajar kita untuk peka adalah melalui puasa. Puasa bukan sekadar menahan makan, tetapi sebuah tindakan menyangkal diri dan mengizinkan Tuhan mengambil alih kendali hidup kita.

Puasa dapat dilakukan dalam berbagai bentuk: berpuasa dari makanan tertentu, dari kebiasaan yang mengganggu fokus rohani, atau dari hal-hal yang selama ini menguasai hati kita. Ketika kita berpuasa, kita sedang menyatakan bahwa kita lebih mengandalkan Tuhan daripada diri sendiri. Di dalam proses itulah Tuhan sering memberikan pewahyuan, hikmat, ide, dan jalan keluar yang tidak pernah kita pikirkan sebelumnya.

Saat kita membuka telinga, hati, dan pikiran untuk mendengar pesan Tuhan—melalui Firman, alam, maupun sesama—Tuhan setia menuntun setiap langkah kita. Satu arahan dari Tuhan mampu mengubah seluruh perjalanan hidup kita.

 

Momen Refleksi:

1. Apakah ada hal dalam hidup saya yang selama ini menutup kepekaan saya terhadap suara Tuhan?

2. Bentuk puasa apa yang bisa saya lakukan untuk lebih fokus mendengar tuntunan-Nya?

3. Pesan apa yang Tuhan ingin sampaikan kepada saya untuk menapaki tahun ini?

Ambillah waktu untuk berpuasa, berdiam, dan mendengarkan Tuhan. Perhatikan bagaimana Ia menuntun langkah Anda, membuka jalan, dan memimpin Anda menuju kehidupan yang berhasil di dalam kehendak-Nya.

 

Tuhan Yesus memberkati.

 

Hak Cipta ©Maria Kaesmetan, Departemen Spiritual Life CBN Indonesia

Ikuti Kami