Pemeliharaan Tuhan Dalam Kehidupan
Kalangan Sendiri

Pemeliharaan Tuhan Dalam Kehidupan

Liana M. Tapalahwene Contributor
      847

Ibrani 13:5

Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."

 

Bacaan setahun :  Mazmur 65; Markus 15; Hosea 11-12

 

Dari bacaan firman Tuhan di hari ini, Tuhan mengingatkan kita tentang bagaimana hidup dengan apa yang ada pada kita. Bisa juga diartikan sebagai hidup apa adanya tanpa melebih-lebihkan sesuatu dengan cara berhutang. Cukup berarti tidak kekurangan dan tidak juga berlebihan.

Dalam menjalani siklus kehidupan, ada banyak orang menjadi gagal, marah dan frustasi. Bahkan tidak sedikit orang yang harus mengakhiri nyawanya karena tidak kuat dalam menjalani kehidupan yang terasa makin berat dan melelahkan. Namun, percayakah Anda bahwa kita sebagai anak-anak Tuhan dipelihara Tuhan dengan begitu sempurna? Mari kita lihat bagaimana kisah Elia dan Janda di Sarfat seperti yang dikisahkan dalam 1 Raja-Raja 17:7-23. Ini adalah kisah tentang bagaimana pemeliharaan Tuhan yang nyata dan sempurna.

Secara mata dan nalar manusia, tentunya kita tidak bisa menerima pola pikir Allah dalam memelihara umat-Nya. Ketaatan seorang janda di Sarfat membukakan baginya pintu-pintu berkat yang tidak dapat diselami oleh akal pikiran manusia.

Jika janda di Sarfat melakukan bagiannya dengan taat di masa-masa krisisnya untuk melakukan apa yang menjadi bagiannya. Tentunya setiap kita juga diingatkan bahwa saat ini, tempat dimana kita berpijak dan dalam kondisi yang sekrisis apapun, kita harus tetaplah percaya dan melakukan bagian kita dalam ketaatan. Maka Tuhan akan turun tangan memberikan pertolongan-Nya bagi kita.

Jadilah pribadi yang memberkati untuk kembali menerima berkat anugerah dan damai sejahtera Bapa. Saatnya bangkit dan bersinar, Tuhan Yesus memberkati.

Ikuti Kami