Berkat Allah adalah Anugerah
Kalangan Sendiri

Berkat Allah adalah Anugerah

Riris Neil Yulinar Pakpahan Contributor
      1274

Ibrani 11:21

“Karena iman maka Yakub,ketika hampir waktunya akan mati, memberkati kedua anak Yusuf, lalu menyembah sambil bersandar pada kepala tongkatnya.”

 

Bacaan setahun : Mazmur 9; Matius 9; Obaja 1 

Dalam budaya beberapa suku di Indonesia, seringkali kita melihat bahwa anak laki-laki akan menerima jauh lebih banyak warisan dari kedua orang tuanya. Begitu juga dengan adanya perbedaan antara si sulung dan si bungsu. Hal-hal inilah yang seringkali memicu kekesalan anak terhadap orang tua, terutama setelah kedua orang tua tiada. Tak jarang hal-hal seperti ini menimbulkan pertengkaran diantara saudara sekandung.

Ketika Yusuf mendengar bahwa Yakub, ayahnya sakit. Serta merta ia membawa kedua anaknya, Manasye dan Efraim untuk menjenguk Yakub. Yusuf secara khusus meminta berkat bagi kedua anaknya. Saat Yakub memberkati kedua anak Yusuf, ia memberkati Efraim sang adik dengan tangan kanan, dan Manasye dengan tangan kiri. (Kej.48:14). Hal ini dipandang salah oleh Yusuf. Karena menurut budaya Ibrani kuno tangan kanan yang melambangkan kekuatan, kehormatan, dan kekuasaan yang seharusnya diberikan kepada anak sulung.

Demikianlah firman Tuhan kepada tuanku: "Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu.” (Mazmur 110:1)

Saat Yusuf melihat hal ini, ia mengingatkan Yakub akan kesalahannya. Namun Yakub mengatakan bahwa ia tahu apa yang diperbuatnya. Hingga masa tuanya Yakub tetap memegang janji Allah kepada Abraham dan keturunannya.

Ia tahu apa yang diperbuatnya, bahwa kedua anak Yusuf akan menjadi bangsa yang besar. Yakub sadar sepenuhnya bahwa janji Allah tetap berlaku baginya, ketika ia dipilih untuk menerima hak kesulungan dari Ishak, ayahnya. Ia pun tahu bahwa Allah memilihnya untuk mewujudkan rencana Allah. Dan ia tahu semua itu hanya karena anugerah Allah atas hidupnya.

Setiap kita akan menerima berkat berbeda, dan semua itu terjadi hanya karena anugerah dari Allah sendiri. Jangan pernah menilai salah akan berkat Allah bagi kita yang tidak sebanyak berkat orang lain. Pahami dan syukuri, bahwa di dalam setiap berkat ada anugerah Allah di dalamnya. Ada kebaikan yang seringkali tidak mampu kita pahami.

Tetaplah beriman, sama seperti iman Yakub yang dipegangnya hingga akhir hidupnya.

“Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.” (Ibrani 11:1)

Ikuti Kami