Mengimani Tuhan dalam Kehidupan
Kalangan Sendiri

Mengimani Tuhan dalam Kehidupan

Hilda Tri Lestari Contributor
      1137

Ibrani 11:1

“Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.”

 

 

Bacaan setahun : Mazmur 3; Matius 3; 1 Raja-Raja 21-22

Iman perdana kita adalah percaya akan perbuatan Allah melalui Yesus Kristus di kayu salib. Iman kita sesuatu yang sudah lunas. Tetapi dalam perjalanan kita akan diuji dari waktu ke waktu.

Seringkali pikiran kita mengatakan bahwa keadaan, hidup, mimpi atau cita-cita, masa depan itu mustahil terjadi. Dan secara tidak sadar, kita mempercayai kemustahilan itu. Iman timbul dari pendengaran akan firman Tuhan. Firman Tuhan membantu dan menolong kita keluar dari kemustahilan. Kita dibimbing untuk tetap melangkah dan melakukan. Dari sinilah timbullah iman.

Dengan menghidupi iman, kita akan semakin melihat bukti bahwa Tuhan sanggup menjawab kemustahilan. Kita tidak boleh bersandar kepada pengertian kita sendiri karena itu akan melemahkan iman kita. Saat kita mau menghadapi kemustahilan, kita harus mencari Tuhan dengan sunguh-sungguh.

Hidup dengan iman adalah sesuatu yang harus dilakukan untuk melawan dunia, karena dunia cenderung melemahkan iman kita. Dunia cenderung membanggakan kekuatan manusia itu sendiri tanpa campur tangan Tuhan.

Apa yang imanmu katakan tentang dirimu, peganglah itu. Kemustahilan tidak akan menjadi bagian kita karena iman kita sesuatu yang sudah lunas di kayu salib!

Ikuti Kami