Menabur Kebahagiaan dengan Membantu Orang yang Lemah
Kalangan Sendiri

Menabur Kebahagiaan dengan Membantu Orang yang Lemah

Naomi Irmadiana Contributor
      1137

Kisah Para Rasul 20: 35

Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi daripada menerima.

 

Bacaan setahun : Mazmur 21; Matius 21; 2 Tawarikh 25-26 

Pengaruh materialisme dan individualisme mendorong orang untuk mementingkan dirinya sendiri. Bahkan ada banyak kegiatan sosial sekarang ini dikerjakan untuk konten pribadi agar viral, atau mendapatkan viewer dan subcriber. Tak jarang hal-hal yang di post itu ternyata hanya palsu dan sudah diatur sedemikian rupa.

Ayat ini mengingatkan kita untuk berani menolong orang yang lemah dan dalam kesulitan tanpa ada motivasi dibaliknya. Amsal 19:17 mengingatkan bahwa orang yang berbelas kasihan pada orang lemah sebenarnya mereka sedang memiutangi Tuhan dan Tuhan pasti akan membalasnya. Jadi menolong orang lemah itu sebenarnya tidak rugi.

Secara kasat mata kelihatannya kita kehilangan, karena apa yang harusnya menjadi milik kita malah diberikan pada orang lain. Tetapi dibalik itu semua, sebenarnya kita tidak akan rugi atau kehilangan, karena Allah akan membalasnya kepada kita.

Berkat lain dibalik menolong orang lemah adalah kebahagiaan. Orang yang memberi sebenarnya sedang menabur kebahagiaan, karena hampir tidak ada orang yang akan marah ketika diberi. Mayoritas orang akan bahagia ketika diberi. Dengan kita memberi, sebenarnya kita sedang menabur kebahagiaan dan suatu saat kita pun akan menuainya.

Siapkah kita menuai kebahagiaan? Jika ingin menuai kebahagiaan, mari tabur kebahagiaan dengan menolong orang yang lemah. Tuhan memberkati.

Ikuti Kami