Tuhan Tidak Pernah Berhutang
Kalangan Sendiri

Tuhan Tidak Pernah Berhutang

Riris Neil Yulinar Pakpahan Contributor
      1237

Galatia 6:2

“Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.”

 

Bacaan setahun : Mazmur 16; Matius 16; Amos 1-2

Suatu ketika saya dan suami melakukan perjalanan keluar kota. Dalam perjalanan pulang ke rumah, pada pukul 01.00 dini hari, kami melewati satu keluarga yang berdiri di pinggir jalan yang gelap dengan mobil mereka yang dalam keadaan berhenti. Setelah berjalan kurang lebih 10 meter, kami berembuk untuk membantu mereka, dan suami saya memutuskan untuk berputar arah.

Saat kami berhenti tepat di depan keluarga tersebut dan menanyakan apa yang bisa kami bantu, terlihat mereka sangat bergembira. Dalam pembicaraan kami, mereka menyampaikan sudah lebih kurang 2 jam mereka berhenti disitu tanpa ada kendaraan yang mau berhenti dan menolong mereka. Ternyata masalah mereka adalah tidak tersedianya ban cadangan disaat ban mobil mereka bocor.

Singkat cerita suami saya mengeluarkan ban cadangan dari kendaraan kami dan mempersilakan mereka memakainya, sekalipun kami sama sekali tidak mengenal mereka sebelumnya.

Keesokan paginya ketika saya dan suami bangun tidur, anak sulung saya menyampaikan kisahnya semalam. Saat itu, ia sedang mengantar seorang missioner dari Amerika yang sedang melakukan pelayanan di daerah terpencil di daerah kami. Ban mobil kendaraan yang disewanya pecah dan tidak ada tempat untuk menambal ban, apalagi membeli yang baru. Ia mengisahkan bagaimana Tuhan mengirim orang yang tidak dikenalnya dan meminjamkan ban cadangan dari kendaraan mereka.

“Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.” (2 Korintus 9:6)

Yang membuat saya semakin merasakan bahwa “TUHAN TIDAK PERNAH BERHUTANG”, di tempat yang berbeda, dijam yang sama, dan masalah yang sama. Hal ini semakin meneguhkan iman percaya saya secara pribadi. Bahwa Allah yang saya sembah adalah Allah yang hidup. Yang mujizat dan keajaiban-Nya tak terbatas akan ruang dan waktu. Allahku, Allah Imanuel.

Jangan pernah memilih kepada siapa kita harus menolong, atau memikirkan apakah pertolongan yang kita lakukan akan terbalas. Namun terlebih perhatikanlah untuk menolong para hamba Tuhan yang telah membimbing kita kepada kebenaran. Dengan tegas Alkitab mengatakan, “Dan baiklah dia, yang menerima pengajaran dalam firman, membagi segala sesuatu yang ada padanya dengan orang yang memberikan pengajaran itu.” (Galatia 6:6).

Mulai saat ini ambillah keputusan untuk terus melakukan kebaikan, menjadi penolong di manapun, kapan pun.

Ikuti Kami