Besarnya Kasih Allah Memenangkan Jiwa Kita
Kalangan Sendiri

Besarnya Kasih Allah Memenangkan Jiwa Kita

Claudia Jessica Official Writer
      690

Yohanes 17:1-2

Demikianlah kata Yesus. Lalu Ia menengadah ke langit dan berkata: "Bapa, telah tiba saatnya; permuliakanlah Anak-Mu, supaya Anak-Mu mempermuliakan Engkau. Sama seperti Engkau telah memberikan kepada-Nya kuasa atas segala yang hidup, demikian pula Ia akan memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah Engkau berikan kepada-Nya.

 

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 119:89-176; 1 Korintus 8; 1 Samuel 3-4

Yesus tahu bahwa waktu-Nya di bumi akan segera berakhir. Dia tahu bahwa dia harus mengorbankan hidupnya agar pintu untuk memulihkan hubungan dengan Bapa akan terbuka bagi semua orang yang menaruh iman mereka kepada-Nya.

Yesus adalah Raja atas seluruh bumi, dan Raja kita adalah orang yang akan meminta Bapa untuk mengirimnya mati agar kita bisa hidup. Raja dengan sengaja menyerahkan nyawanya untuk kita yang tidak bisa melakukan apapun untuk mendapatkan kebaikannya. Seperti yang dikatakan dalam Kolose 1: 15-20.

“Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia. Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu. Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia, dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus.”

Paulus juga menulis dalam Kolose 2: 13-15, “Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh pelanggaranmu dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah, telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia, sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita, dengan menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita. Dan itu ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib: Ia telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa dan menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas mereka.”

Kita tidak diciptakan untuk menanggung beban untuk hidup terpisah dari Tuhan. Anda tidak akan pernah tahu kedamaian, sukacita, tujuan, dan cinta sejati sampai Anda menyerahkan diri Anda sepenuhnya kepada Tuhan.

 

Hak cipta oleh First15. Disadurkan dari crosswalk.com.

Ikuti Kami