Hati yang Dibersihkan Setiap Hari Oleh Kebenaran Firman Tuhan
Kalangan Sendiri

Hati yang Dibersihkan Setiap Hari Oleh Kebenaran Firman Tuhan

Lori Official Writer
      1159

Matius 5: 8

Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.

 

 

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 83; Roma 11; Ulangan 13-14 

Saya berjalan menuju pantai dan berdiri dengan takjub. 

Bukan ombak putih yang menarik perhatian saya atau sekawanan burung flamingo yang terbang di sekitar pantai. Tetapi saya takjub dengan gelembung-gelembung kecil air laut.

Tepi laut dipenuhi dengan gelembung-gelembung menyerupai busa putih. Seolah Tuhan sedang membersihkan air laut. Gelembung-gelembung ini mengingatkan saya tentang arti ‘bersih’. 

Saya bermain dengan ombak kemudian saya menuju gelembung-gelembung itu. Jari kaki saya seakan tidak merasakan apa yang sedang terjadi di dalam hati saya. Tetapi gelembung ini mulai membersihkan sesuatu.

Sesuatu dibuat baru, dicuci, dibuat dengan benar. Bersih adalah kata yang menyegarkan, kenyataan yang biasanya dicapai melalui kerja keras dan perhatian. Seperti rumah, kita memerlukan kerja keras untuk menjaga kebersihannya. 

Kita juga membutuhkan kerja keras untuk membersihkan hati kita. Sama seperti mustahil menjaga supaya lautan tetap bersih, kita juga akan mustahil untuk menjaga hati kita supaya tetap murni sepanjang waktu. Tetapi Yesus menegaskan bahwa ‘hati yang murni’ adalah syarat untuk memperoleh kebahagiaan dan berkat.

“Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.” (Matius 5: 8)

Berbahagialah mereka yang bebas dari pemikiran yang salah, keinginan yang merusak dan motif yang tidak murni. Berbahagialah mereka yang bebas dari noda dan penderitaan akibat dosa. Berkat yang mereka terima adalah melihat Tuhan sendiri, lebih mengenal siapa Tuhan karena mereka belajar cara berpikir seperti Dia, dalam kemurnian dan kekudusan. Mendekat kepada Dia tanpa dosa atau rasa bersalah mengingatkan kita bahwa kita tidak mampu. Mengenal Dia tidak seperti sebelumnya dan menjalani jalan hidup bersama-Nya.

Sama seperti ombak yang terus menerus berputar ke pantai dan mundur ke lautan, membawa serta pasir dan kerang, firman Tuhan mengalir deras ke dalam hati kita ketika kita mempelajarinya dan menghilangkan kotoran dari kehidupan sehari-hari. 

Tuhan yang mengucapkan kata-kata suci dari Khotbah di Bukit adalah Tuhan yang sama yang hari ini membersihkan gereja-Nya dengan kebenaran. Dengan pembasuhan dengan air dan firman (Efesus 5: 26), Kristus menjaga kemurnian mempelai-Nya.

Ketika kita menaati kebenaran, jiwa kita dimurnikan (1 Petrus 1: 22). Tetap bersih bukan lagi hal yang mustahil di dunia yang penuh dengan dosa, rasa bersalah dan rasa malu. Itu bisa jadi kenyataan saat kita tetap dekat dengan Pembersih Jiwa dan Pembaharu Hati kita. Kita perlu membersihkannya terus menerus. 

 

Baca Juga: 

Sombong Karena Merasa Rendah Hati

Dikasihi Yesus Untuk Mengasihi Orang Lain

 

‘Hati yang murni’ membuat kita menjadi lentera yang bersih sehingga Tuhan bisa memancarkan cahaya kasih dan kebenaran-Nya.

Saat Tuhan merombak hati kita menjadi seperti hati-Nya, Dia tidak hanya membersihkan yang kotor, tetapi juga menggantinya dengan yang baik. Dia menanamkan dalam diri kita cara berpikir, perasaan dan tindakan yang benar. Sehingga apa yang kita berikan tidak berpusat pada diri sendiri tetapi berpusat kepada Tuhan. 

Hati yang murni adalah hati yang berpusat pada Tuhan, didorong oleh karakter-Nya sendiri, sadar akan tujuan-Nya di dunia ini. Hati yang murni dibutuhkan di masa-masa ini untuk mengarahkan perhatian manusia pada kualitas kasih Tuhan, pada kekuatan karakter dan kebaikan-Nya.

Kapanpun sesuatu menarik perhatian kita, godaan apapun yang menarik hati kita, luangkan waktu setiap hari untuk selalu ada dalam firman Tuhan dan bicara dengan Dia. Mari biarkan kebenaran-Nya membasuh jiwa kita dan membersihkannya dari kotoran yang sudah kita kumpulkan selama kita hidup.

Sama seperti ombak yang terus menerus menyapu pantai, ‘ombak’ kebenaran dan kasih setia Tuhan membersihkan kita dari hari ke hari. Maka kemurnian tidak akan menjadi harapan yang mustahil, tetapi menjadi kenyataan yang kita miliki.

 

Hak cipta Katy Kauffman, diambil dari renungan CBN

 


Apakah kamu butuh dukungan doa? Hubungi SAHABAT 24 kami melalui kontak Whatsapp 0822 1500 2424 atau klik link doa ini: https://bit.ly/InginDidoakan

 

Ikuti Kami