Sombong Karena Merasa Rendah Hati
Kalangan Sendiri

Sombong Karena Merasa Rendah Hati

Lori Official Writer
      1289

Yakobus 4: 6

Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."

 

 

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 53; Kisah Para Rasul 25; Imamat 16-17

Apa yang membuat Tuhan tidak berkenan dengan hidup kita?

Menurut Yakobus, hal itu adalah kecongkakan atau kesombongan.

Dosa menjadi jurang pemisah antara Tuhan dengan manusia. Karena kekudusan-Nya tidak bisa dicemari dengan dosa-dosa kita. Untuk menyatukan kembali hubungan yang sudah terpisah ini, Tuhan datang ke dunia dalam wujud manusia. Dia rela memikul setiap dosa-dosa kita dan menyatukan kembali hubungan kita dengan Bapa Surgawi. 

Sama seperti dosa bertentangan dengan kekudusan Tuhan, kecongkakan menjadi bentuk perlawanan terhadap Tuhan. 

Di Amsal 6: 16-17 disampaikan bahwa ‘mata yang sombong (atau mata yang angkuh) adalah kekejian bagi Tuhan (atau Tuhan sangat membenci hal itu).

Kalau saja Tarzan bisa mengajarkan tentang isi Alkitab, dia mungkin akan berkata seperti ini: “Kerendahan hati itu bagus…Kesombongan itu…buruk!” Ya, kerendahan hati itu memang baik. Itu artinya kita perlu belajar untuk bisa menjadi pribadi yang rendah hati, bukan? Belum tentu juga.

Kenapa?

Saya sudah mencoba hal ini. Ketika saya hanya fokus untuk menjadi pribadi yang rendah hati, saya justru hanya fokus kepada diri saya sendiri. Sampai akhirnya, hal itu menumbuhkan bibit kesombongan. Semuanya tentang saya. 

Pastinya ini bisa jadi jebakan yang sangat berbahaya bagi orang Kristen. Karena kita semua tahu bahwa Dia yang terbesar harus menjadi hamba (Matius 20: 27).

Kita mungkin akan cenderung menyombongkan diri dibalik kerendahan hati kita yang palsu. Seiring waktu, tanpa sadar kita tidak lagi mengandalkan Tuhan dan bahkan tak lagi mau menghargai sesama. Kita akan mulai berpikir, “Aku kan lebih penting dari kamu karena aku lebih banyak melayani dibandingkan dengan kamu.” 

Itu adalah ciri-ciri dari ‘KESOMBONGAN’ atau ‘KECONGKAKAN’. Jadi, apa yang perlu kita lakukan supaya benar-benar rendah hati? KASIH.

Kasih mengubah fokus kita dari diri sendiri kepada orang lain. Kerendahan hati adalah buah dari tindakan kasih.

Apa kata Alkitab soal kasih?

“Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.” (1 Korintus 13: 4-6)

Jika kita belajar mengasihi dengan tulus, kita tidak akan membual tentang tindakan kita. Kita tidak akan mementingkan diri kita sendiri atau cemburu. Tindakan kita harus didasarkan oleh kebaikan. Kita tidak akan mudah terprovokasi dan kita tidak akan sombong.

Penting untuk kita catat bahwa kita mampu melakukan kebaikan ketika kita hidup dalam kasih. Kasih tidak mementingkan diri sendiri. Saat kita bertindak tanpa pamrih, tidak ada ruang bagi kesombongan.

Bertindak tanpa kasih sebenarnya hanya akan mengarahkan kita kepada keegoisan. Sementara bertindak dengan kasih akan membuat kita lupa akan kepentingan kita sendiri. Hasilnya adalah kita dibentuk menjadi pribadi yang rendah hati. 

Kerendahan hati akan menjadi hasil sampingan dari mengikuti dua perintah besar, pertama mengasihi Allah. Kedua, mengasihi sesama (Matius 22: 37-39).

Sifat Allah adalah kasih. “Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.” (1 Yohanes 4: 8)

Tentu saja saya ingin berkenan bagi Tuhan. Saya ingin jadi pribadi yang rendah hati. Saya ingin lebih banyak mengalami kasih karunia Tuhan. Saya ingin supaya kasih-Nya sempurna di dalam saya.

Apakah Anda rindu jadi pribadi yang rendah hati dan tidak egois?

Ucapkan doa di bawah ini:

Bapa, aku datang kepadaMu saat ini dengan rendah hati. Kiranya kasih-Mu sempurna melalui hidupku. 

Kalau aku masih hidup di dalam kecongkakan maupun kesombongan, tolong singkapkan sepenuhnya. Supaya aku belajar untuk hidup rendah hati di dalam kasihMu. Aku memerlukan kasihMu, Bapa. Bantu aku untuk mencerminkan kasih itu melalui hidupku.

Di dalam nama Tuhan Yesus, aku berdoa. Amin

 

Hak cipta Jonathan Santiago, renungan ini diambil dari CBN

Ikuti Kami