Romantisme Penting Gak Sih Dalam Pernikahan? Kita Lihat dari 5 Pasangan Alkitab Ini Yuk!

Relationship / 1 November 2022

Kalangan Sendiri

Romantisme Penting Gak Sih Dalam Pernikahan? Kita Lihat dari 5 Pasangan Alkitab Ini Yuk!

Claudia Jessica Official Writer
849

Sebagian orang berpikir bahwa tindakan romantis adalah keharusan dalam sebuah hubungan, sebagian lagi berpikir romantisme tidak lagi diperlukan, apalagi kalau sudah menikah.

Jika kita melihat pasangan di Alkitab, kita bisa belajar mengenai cara yang bagus untuk melakukan pendekatan romantisme yang alkitabiah dalam hubungan. 5 Pasangan dalam Alkitab ini mungkin bisa membantu Anda mengenai pandangan tentang romantisme dalam sebuah hubungan:

 

1. Ishak dan Ribka

Ribka berasal dari suku yang sama seperti Abraham. Dia dipilih menjadi istri Ishak setelah Abraham berdoa kepada Tuhan. Ada sebuah prinsip yang sangat penting dalam hubungan Ishak dan Ribka dari peristiwa ini, yaitu untuk memilih pasangan dari antara umat Allah. Kita tidak membuat pilihan secara acak, melainkan didasarkan kepada perasaan itu sendiri yang menjadi hasil dari doa yang setia.

Jika kita terlibat dengan orang yang tidak percaya, kita harus berurusan dengan perbedaan keyakinan atau yang lebih buruk, kita mungkin mengikuti tradisi agama orang lain dan meninggalkan Tuhan dan ajaran-Nya.

Yang kedua, Ishak dan Ribka mengajarkan dari hubungan mereka bahwa cinta adalah keputusan. Ishak dan Ribka tidak pernah bertemu satu sama lain sebelum menikah, tetapi mereka bisa saling mencintai selama hidup mereka. Pada zaman itu adalah hal yang wajar bagi seorang memiliki banyak istri, tetapi Ishak menghabiskan hidupnya hanya untuk Ribka. Hubungan ini menunjukkan bahwa ketika kita memutuskan untuk mencintai seseorang, perjanjian telah dibuat, dan kita bisa mengandalkan tuhan untuk membuat kita tetap berjalan dan saling mencintai sampai akhir sekalipun muncul kesulitan dalam pernikahan.

 

2. Boas dan Rut

Rut adalah seorang asing sekaligus janda. Tetapi Rut mencintai Naomi, ibu mertuanya. Kemudian dia mengikuti saran Naomi dan mengisyaratkan niatnya kepada Boas sehingga menjadi akhir yang bahagia bagi keduanya. Dari cerita ini kita belajar bahwa Tuhan tidak memandang rendah siapapun, dan apapun latar belakangnya. Yang Dia pedulikan adalah hati kita.

Rut memilih untuk percaya kepada Tuhan, Tuhan yang sama yang dipercaya oleh ibu mertuanya. Rut diberkati dan pada akhirnya namanya disebut dalam silsilah Yesus. Hal menarik lainnya adalah, wanita tidak harus menunggu pria untuk mengambil langkah pertama dalam memulai suatu hubungan. tepar

 

3. Yusuf dan Maria

Ketika Maria mengandung Yesus melalui Roh Kudus, Yusuf hendak menceraikannya di depan umum untuk melindungi nama dan hidupnya. Di era patriarki itu, pria yang bertunangan memiliki hal untuk menceraikan tunangannya di depan umum, dan wanita itu akan dirajam sampai mati karena perzinahan. Namun Yusuf tidak melakukannya karena dia mencintai Maria dan takut akan Tuhan. Maria juga adalah seorang wanita yang takut akan Tuhan, dan rela menerima risiko yang menyertai kehamilannya.

Mencintai seseorang dibuktikan melalui tindakan. Yusuf membuktikan cintanya kepada Maria dengan menghormati, melindungi, dan menikahinya. Ketika orang-orang jahat mengejar mereka untuk membunuh bayi Yesus, mereka saling mendukung sepanjang jalan. Mereka adalah salah satu pasangan yang takut akan Tuhan yang berbagi saat-saat sulit dan bahagia bersama-sama. Untuk berbagi iman yang sama dengan pasangan, kita harus berkomitmen kepada Kristus, dan satu sama lain.

 

BACA HALAMAN SELANJUTNYA ⇒

Sumber : ymi.today
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami