Belajar dari 10 Pasangan Alkitab Untuk Bikin Pernikahanmu Punya Dasar yang Tepat Yuk (1/2)

Relationship / 24 October 2022

Kalangan Sendiri

Belajar dari 10 Pasangan Alkitab Untuk Bikin Pernikahanmu Punya Dasar yang Tepat Yuk (1/2)

Claudia Jessica Official Writer
929

Ada banyak sekali kisah cinta yang ada saat ini. Mulai dari kisah cinta fiksi, kisah cinta selebriti, hingga kisah cinta orang biasa, dan kisah cinta yang dibahas di Alkitab.

Dalam Alkitab, ada kisah-kisah yang membahas tentang cinta, pengampunan, dan harapan terbesar dalam kehidupan. Namun tak selalu tentang hal baik, Alkitab juga menceritakan tentang kekurangan, dosa, hingga kehancuran. Tetapi dibalik semua kekacauan tersebut, ada pemulihan sedang menunggu.

Dalam artikel ini, kita akan membahas 10 pasangan yang menikah dalam Alkitab, dimana akan terungkap misteri, pelajaran, komitmen, dan tahan uji dari masing-masing pasangan ini.

 

1. Adam dan Hawa

Adam dan Hawa tercatat sebagai pasangan pertama yang menikah di dalam Alkitab. Mereka memiliki kesempatan untuk menikmati kehidupan termegah yang ditawarkan kepada mereka saat berada di Taman Eden.

Rencana Tuhan untuk mempertemukan pria dan wanita adalah dalam kasih dan komitmen. Tetapi, kisa cinta mereka yang tampaknya sempurna, akhirnya ternodai oleh dosa. Meski demikian, Adam dan Hawa dijadikan sebagai contoh dalam sebagian besar upacara pernikahan.

Pasangan yang hendak menikah didorong untuk menjadikan Tuhan sebagai pusat cinta mereka kepada pasangannya. Waspadalah terhadap godaan karena dapat menyebabkan dosa dan membuat pernikahan Anda hancur.

 

2. Abraham dan Sara

Baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, Abraham disebut sebagai “Bapak bagi banyak bangsa”. Sebagai pasangan yang sudah bersama sejak lama, Sara meragukan janji Tuhan akan seorang anak laki-laki baginya. Hal ini membuat Sara merasa seperti Tuhan membuat janji yang tidak masuk akal kepadanya. Dengan harapan akan memiliki seorang anak, Sara menyusun rencana untuk memiliki anak pengganti sebagai anaknya sendiri. Sara membawa Hagar, hamba perempuannya kepada Abraham.

Namun pada waktunya, Tuhan memenuhi janji-Nya dan Sara melahirkan Ishak bagi Abrahams. Terlepas dari kesalahan yang dilakukan Sara, Abraham dan Sara tetap menjadi contoh yang baik dari pasangan yang ada di Alkitab.

 

3. Ishak dan Ribka

Abraham tidak ingin jika Isha, putranya menikah dengan orang Kanaan. Maka dari itu, dia memberi tahu pelayannya untuk mencari siapapin gadis yang memberikan air kepada pelayan dan untanya, akan menjadi istri Ishak. Ribka adalah contoh dari kesempurnaan dan ketaatan.

Dalam cerita ini, Tuhan menegaskan hubungan Ishak dan Ribka dengan memastikan bahwa kebaikan terhadap orang lain adalah fokus utama untuk terikat satu sama lain. Ribka meninggalkan keluarganya dan melanjutkan kehidupan pernikahannya dengan Ishak.

 

BACA HALAMAN SELANJUTNYA -->

Sumber : literarydevices.net
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami