Ini Dia 6 Dampak Positif dari Kenaikan Suku Bunga BI

Finance / 24 October 2022

Kalangan Sendiri

Ini Dia 6 Dampak Positif dari Kenaikan Suku Bunga BI

Claudia Jessica Official Writer
440

Beberapa waktu lalu, Bank Indonesia (BI) menaikan suku bunga acuan pertama kali sejak November 2018 silam. Setelah mengalami kemerosotan dari 6 persen hingga 3,5 persen, suku bunga acuan akhirnya naik sebanyak 25 basis poin atau sama dengan 0,25 persen menjadi 3,75 persen.

Nah kira-kira apa saja dampak positif dari kenaikan suku bunga acuan ini terhadap kehidupan sehari-hari serta perekonomian nasional?

 

1. Nilai Rupiah semakin kuat

Melansir dari detik.com, Bhima Yudhistira, Ekonom Center of Economic and Law Studies menjelaskan bahwa kenaikan suku bunga acuan BI bisa membuat nilai rupiah menjadi semakin kuat.

Penyebabnya adalah kenaikan suku bunga membuat investor asing tertarik untuk menanamkan modalnya ke Indonesia lantaran imbal hasil surat utang Indonesia yang menarik.

 

BACA JUGA: Bagaimana Cara Menghadapi dan Menyelesaikan Hutang yang Menumpuk?

 

2. Mengendalikan inflasi

Dengan menaikkan suku bunga BI, ada harapan bahwa hal ini bisa mengendalikan inflasi supaya tidak naik secara signifikan.

Tetapi, proses ini baru akan terasa setelah jangka panjang lantaran inflasi yang terjadi saat ini bukan disebabkan oleh kurangnya pasokan uang, melainkan karena kenaikan harga makanan dan bahan BBM.

3. Imbal hasil surat utang Indonesia naik

Ketika imbal hasil surat utang Indonesia yang naik, maka investor akan menjadi lebih untung. Selain itu, naiknya suku bunga BI, surat utang Indonesia akan memperkecil selisih bunga atau imbal hasil dengan surat utang Amerika.

4. Masuknya aliran modal asing

Saat imbal hasil surat utang Indonesia yang menarik ini naik, maka investor akan masuk ke pasar surat utang Indonesia dengan berbondong-bondong. Jika hal ini terjadi, maka akan mencegah aliran modal asing keluar.

5. Bunga deposito semakin naik

Naiknya suku bunga BI tentu akan membuat perbankan menaikkan suku bunga produk depositonya.

Ini adalah penyesuaian yang lumrah terjadi ketika bank pusat menaikkan suku bunga acuan. Hal ini dikarenakan perbankan tidak ingin simpanan nasabah di deposito ditarik karena nasabah tidak lagi tertarik dengan bunga deposito yang ditawarkan.

 

BACA JUGA: Siap-siap Resesi 2023, Usir Rasa Kuatir Dengan 5 Pandangan Alkitabiah Ini

 

6. Memberi kompensasi penurunan devisa hasil ekspor

Menurut Bhima, BI menaikkan suku bunga acuannya karena waspada terhadap pembalikan harga komoditas yang selama ini melambung tinggi dan menguntungkan Indonesia sebagai pengekspor sejumlah komoditas.

Saat harga komoditas turun, maka permintaan dari devisa hasil ekspor akan tertekan sehingga mengakibatkan aliran modal keluar.

Sumber : kompas.com
Halaman :
1

Ikuti Kami