Bukan Hanya Suami yang Punya Otoritas, Ketahui Juga Otoritas Istri Dalam Keluarga

Relationship / 23 October 2022

Kalangan Sendiri

Bukan Hanya Suami yang Punya Otoritas, Ketahui Juga Otoritas Istri Dalam Keluarga

Claudia Jessica Official Writer
689

Kesehatan mental anak sangat dipengaruhi oleh pola asuh keluarganya. Salah satu faktornya ditentukan dari apakah orang tua berfungsi dengan semestinya. Bagaimana seorang pria menjalankan fungsi dan tanggung jawabnya sebagai seorang suami dan ayah, serta bagaimana seorang wanita menjalankan fungsi dan tanggung jawabnya sebagai seorang istri dan ibu.

Sistem keluarga yang sehat dapat dikategorikan saat suami dan istri sehati, sekata, dan se-iya dalam mencapai tujuan keluarga. Suami dan istri adalah pasangan yang sama, tetapi masing-masing memiliki fungsi yang berbeda. Tidak ada yang lebih berkuasa di antara keduanya, meskipun ordi suami dalam keluarga sebagai kepala keluarga. Paulus menulis dalam suratnya yang ditujukan kepada jemaat di Efesus menegaskan, suami dan istri harus saling merendahkan diri di hadapan Tuhan, dan menjalankan fungsinya masing-masing.

 

Identitas seorang istri

Dalam hirarkinya, suami adalah pemimpin rumah tangga, tetapi seorang istri memiliki identitas dan otoritas Ilahi yang unik. Hal ini dijelaskan oleh Rasul Petrus saat ia mengingatkan para suami untuk hidup bijaksana dan melindungi istrinya dengan rasa hormat yang tinggi. Sedangkan identitas seorang istri adalah seorang sahabat seperjalan bagi suami untuk menikmati kasih karunia Tuhan, serta mendapatkan jawaban doa keluarga (1 Petrus 3:7).

Identitas seorang istri memiliki posisi yang unik dan istimewa, yaitu sebagai penolong suami. Menolong artinya bukan menggantikan. Seorang istri tentu tahu kelemahan suaminya, baik itu secara fisik, mental, sosial, spiritual, bahkan finansial. Maka dari itu, seorang istri haruslah menjadi penolong yang menguatkan pasangannya. Ia memberikan hiburan, semangat, dan dorongan agar suami dapat terus bertumbuh sekalipun dalam keterbatasannya. Bukannya menyalahkan, menuntuk, menyerah, atau bahkan mengkritik suami.

 

Otoritas seorang istri

Rasul Paulus menganalogikan seorang suami sebagai seorang Jenderal yang mengatur strategi dan membuat kebajikan dalam situasi perang, sementara istrinya yang dilukiskan sebagai seorang kolonel yang berada di medan perang secara langsung, memimpin para prajurit.

Saat keputusan dibuat berdasarkan diskusi yang dilakukan oleh kolonel dan jenderal, maka sang kolonel (istri) memiliki otoritas untuk mengambil keputusan teknis di medan perang, tentunya dengan menghormati kebijakan yang telah disepakati dengan sang jenderal (suami).

Analogi yang menarik ini membuktikan bahwa seorang istri memiliki otoritas dalam keluarga meski terbatas. Otoritas ilahi yang diberikan kepada seorang istri orang percaya sangat istimewa dan perlu digunakan dengan hati yang tenang.

Dalam kitab Efesus, Rasul Paulus mengingatkan bahwa seorang wanita wajib dilindungi oleh suaminya termasuk saat melakukan kesalahan dalam mengeksekusi keputusan suami. Tidak memojokkan ataupun menyalahkan istri seolah-olah kesalahan tersebut hanya kesalahannya sang istri.

Seorang istri memiliki beberapa hak atau otoritas dalam menjalankan fungsinya, yaitu:

 

BACA HALAMAN SELANJUTNYA -->

Sumber : keluargakreatif.com
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami