Pernah Jadi Budak, Tokoh Alkitab Ini Terpilih Sebagai Pasukan Penakluk Tangguh

Fakta Alkitab / 17 October 2022

Kalangan Sendiri

Pernah Jadi Budak, Tokoh Alkitab Ini Terpilih Sebagai Pasukan Penakluk Tangguh

Lori Official Writer
930

Yusuf sebagai orang Yahudi yang pernah menjadi pejabat terkemuka di Mesir, akhirnya meninggal dunia di usia seratus sepuluh tahun. Pada waktu itu, jumlah orang Yahudi makin meningkat tajam. Padahal, awalnya mereka hanya berjumlah 70 orang pada waktu pindah dari Kanaan ke Gosyen, di tanah Mesir. Pertumbuhan penduduk Yahudi ini mendapat perhatian serius oleh Firaun yang berkuasa di Mesir saat itu. Alkitab mencatat bahwa Firaun tersebut tidak mengenal Yusuf (Keluaran 1:8).

Firaun baru sangat khawatir melihat makin banyaknya bangsa Israel di Mesir. Firaun itu was-was jika satu kali ada musuh menyerang Mesir, maka Orang Israek akan berpihak pada musuh dan turut menghancurkan Mesir. Oleh karena itu, Sang Firaun melakukan kebijakan yang menekan orang Israel.

Pertama, Firaun menugaskan bidan-bidan Mesir yang menangani persalinan wanita Israel untuk membunuh setiap bayi laki-laki yang lahir. Kedua, ketika bidan-bidan itu menolak melakukan kekejaman itu, maka sang Firaun memerintahkan seluruh orang Mesir agar membuang bayi laki-laki yang dilahirkan wanita Israel ke Sungai Nil.

Kebijakan kejam inilah yang melatarbelakangi kisah kelahiran Nabi Musa. Di mana orang tuanya menyelamatkan Musa dari kekejaman orang mesir dengan menghanyutkannya di sungai Nil.

Firaun memakai proyek pembangunan yang berlangsung di Mesir memaksa orang Israel bekerja mengolah tanah liat untuk dijadikan batu-batu. Padahal, di bidang pertanian dan perkebunan, Orang Israel juga harus mengerjakan ladang yang hasilnya untuk kebutuhan Mesir (Keluaran 1:13-14). Mesir tampaknya makin jelas menjadikan orang Israel sebagai budak.

Di bawah pimpinan Musa, bangsa Israel berhasil keluar dari Mesir. Negeri asing yang telah didiami selama 430 tahun. Ratusan tahun yang diawali sesuatu yang manis dan diakhiri hal pahit, yaitu perbudakan. Catatan alkitab cukup jelas menggambarkan dua bangsa, yang pada semula bersekutu, kemudian menjadi musuh bebuyutan. Ahli Sejarah menunjukkan bahwa awalnya, Yusuf memiliki kekuasaan pada jaman dinasti Hyksos di Mesir, tetapi kemudian bangsanya menjadi budak selama dua dinasti di bawah Firaun Ramses II.

Pada tahun kedua sesudah bangsa Israel keluar dari tanah Mesir, Tuhan memberi perintah kepada Musa untuk membentuk angkatan perang. Setiap lekaki berusia dua puluh tahun dari masing-masing suku dan sanggup berperang harus bergabung sebagai pasukan Israel (Bilangan 1:3). 

Tetapi suku Lewi tidak dicatat sebagai pasukan tempur. Sebab Suku Lewi memiliki tugas khusus untuk mengawasi Kemah Suci dan merawat perlengkapan di dalamnya. Kedua belas suku Israel beserta pasukan mereka berkemah mengelilingi Kemah Suci. Masing-masing kesatuan pasukan memiliki panglimanya. Setiap kelompok perkemahan akan memasang panji-panji dengan lambang suku masing-masing (Bilangan 2:2)

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA --->

Sumber : Jawaban Channel
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami