Pemimpin Gereja Yerusalem Tolak Pemindahan Kedubes Inggris ke Yerusalem Karena Alasan Ini

News / 12 October 2022

Kalangan Sendiri

Pemimpin Gereja Yerusalem Tolak Pemindahan Kedubes Inggris ke Yerusalem Karena Alasan Ini

Lori Official Writer
374

Para pemimpin gereja di Yerusalem menyampaikan kekuatiran terkait wacana pemindahan kedutaan besar Inggris dari kota Tel Aviv ke Yerusalem. Langkah itu dinilai hanya akan menghalangi proses perdamaian yang semakin pudar antara Israel dan Palestina.

Sebelumnya, Perdana Menteri Inggris Liz Truss menyampaikan kepada mitranya dari Israel Yair Lapid di pertemuan PBB di New York bulan lalu, bahwa dirinya tengah mempertimbangkan proses relokasi kedubes Inggris tersebut.

“Langkah ini sebagai tanggapan atas permintaan Sahabat Konservatif Israel, yang berusaha supaya kedutaan dipindahkan dari lokasinya yang sekarang di Tel Aviv ke Yerusalem,” demikian diungkapkan para pemimpin gereja.

 

Baca Juga: Arab Saudi Nilai Pemindahan Kedutaan AS ke Yerusalem Hanya Perburuk Konflik Timur Tengah

 

Dewan Leluhur dan Kepala Gereja di Yerusalem yang mewakili semua denominasi gereja di kota suci tersebut menilai jika Yerusalem adalah rumah bagi situs tersuci bagi tiga agama samawi yaitu Yahudi, Kristen dan Islam. Peran ini dinilai penting untuk dijaga dan dilestarikan.

“Status Quo keagamaan di Yerusalem sangat penting untuk menjaga keharmonisan Kota Suci kita dan hubungan baik antara komunitas agama di seluruh dunia,” ungkap Dewan Pemimpin Gereja Yerusalem.

Senada dengan itu, wacana tersebut juga ditolak oleh Uskup Agung Canterbury Justin Welby. Menurutnya pemindahan kedubes Inggris akan berdampak potensial terhadap perundingan damai antara Palestina dan Israel. Dia bahkan telah mendiskusikan rencana ini bersama para pemimpin Kristen di Yerusalem dan terus berdoa untuk hal tersebut.

Liga Arab juga turut mengecam pemindahan ini. “Saya mengulangi penolakan dan kecaman kami atas setiap keputusan sepihak yang mungkin melanggar hukum atau status historis kota suci Yerusalem atau untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, yang merupakan kekuatan pendudukan, menurut hukum Internasional,” terang Sekretaris Liga Arab Ahmed Aboul Gheit.

Dia meminta pemerintah Inggris mematuhi solusi perdamaian antara Israel dan Palestina serta menahan diri untuk tidak melakukan tindakan ilegal yang bisa menghalangi proses perdamaian dua negara tersebut.

 

Baca Juga: Dua Pendeta Kontroversial Ini Pimpin Doa Peresmian Kedutaan Amerika Di Yerusalem

 

Sebagaimana diketahui, wacana pemindahan kedubes Inggris ke Yerusalem persis sama dengan langkah yang diambil oleh mantan presiden AS Donald Trump pada tahun 2018 silam. Dia memindahkan kedutaan AS dari tel Aviv ke Yerusalem dan mengundang kecaman dari berbagai negara.

Mari kita doakan supaya ada kebijaksanaan bagi para pemimpin negara untuk mengambil keputusan terbaik bagi negara yang dipimpinnya.

Sumber : Timesofisrael | Middleeasteye
Halaman :
1

Ikuti Kami