Berapa Banyak Mainan yang Harus Anak Punya?

Relationship / 5 October 2022

Kalangan Sendiri

Berapa Banyak Mainan yang Harus Anak Punya?

Lori Official Writer
421

Orang tua menilai jika membelikan banyak mainan akan membuat anak lebih kreatif dan terhibur. Tapi moms, tahukah Anda bahwa terlalu banyak mainan ternyata bisa membuat anak mudah bosan.

Konselor klinis di Vancouver sekaligus penulis buku Rest, Play, Grow, Deborah MacNamara menyampaikan jika anak-anak perlu bermain tetapi faktanya anak tidak membutuhkan mainan.

“Mereka akan menjelajahi sekitar mereka dan mencari sesuatu yang menarik bagi mereka, mulai dari panci, wajan hingga balok,” ungkap Deborah.

 

Baca Juga: Pentingnya Berikan Anak Mainan Tepat Sesuai Usia

 

Lalu berapa banyak mainan yang dimiliki anak?

Seiring dengan pertumbuhan anak, hubungan mereka dengan mainan berubah. Bayi kebanyakan disibukkan dengan orang-orang maupun benda yang berada di sekitar mereka. 

Sementara anak balita sangat tertarik mengeksplorasi benda-benda yang ada di sekitarnya, seperti panci, wajan atau mangkuk. Jika ingin memberi anak mainan, akan jadi pilihan yang tepat untuk memberikan mainan berbentuk cangkir-cangkiran, mainan dapur dan boneka binatang.

Sebuah penelitian membuktikan bahwa balita yang memiliki lebih sedikit mainan, justru ditemukan lebih betah, fokus dan kreatif. Para ahli mengatakan orang tua harus membiarkan anak-anak mereka tertarik kepada mainan atau benda yang mereka minati. Pada saat mereka mencapai tiga tahun, tingkat kreativitas anak sedang berkembang dan kemungkinan mereka untuk bermain sendiri juga sangat memungkinkan.

Salah satu mainan yang perlu dimiliki anak di usia ini adalah perlengkapan menggambar dan kertas. Menggambar bisa diperkenalkan sejak usia dua tahun karena bermanfaat untuk mengekspresikan emosi atau meningkatkan bakat seni dan visualnya.

 

Cari Tahu Jenis Permainan yang Disukai Anak

Sebelum membeli banyak mainan, cari tahu lebih dulu jenis permainan apa yang disukai anak. Apakah sejenis lego, mainan rel kereta api, boneka atau justru aktivitas rumahan. 

“Untuk mengekspresikan diri anak dengan lingkungan, lebih baik memberikan mereka mainan yang bersifat tidak memaksa anak untuk mendapatkan hasil tertentu,” kata Deborah.

 

Baca Juga: Kegiatan Seru Untuk Si Kecil Tanpa Merusak Kegiatan Rumah. Ayo Cobain Mom!

 

Ajak Anak Melakukan Permainan Fisik

Bermain memang akan membuat anak memiliki waktu yang lebih sedikit untuk menonton TV dan bermain video games. Tetapi menumpuk terlalu banyak mainan di rumah hanya akan menghabiskan ruang dan juga mengambil kesempatan bagi anak untuk mengeksplorasi benda-benda di sekitarnya. 

Karena itu, akan sangat baik jika anak memiliki sedikit mainan dan di sela-sela waktu yang ada moms bisa mengajak anak untuk bermain beragam permainan fisik seperti berlari, melompat dan mengendarai sepeda. Kegiatan ini bukan saja hanya membuat anak tertantang tetapi juga berguna untuk meningkatkan kebugaran jasmani, kelincahan, daya tahan, kecerdasan dan keseimbangan anak.

Sumber : Todaysparent.com
Halaman :
1

Ikuti Kami