Kepuasan Dunia Bukanlah Tujuan Akhir Hidup Kita
Kalangan Sendiri

Kepuasan Dunia Bukanlah Tujuan Akhir Hidup Kita

Riris Neil Yulinar Pakpahan Contributor
      770

Pengkhotbah 5: 10-11

Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Ini pun sia-sia. Dengan bertambahnya harta, bertambah pula orang-orang yang menghabiskannya. Dan apakah keuntungan pemiliknya selain dari pada melihatnya.

 

Bacaan setahun : Mazmur 72; Ibrani 6; Zefanya 1-3 

Seringkali kita mendengar pertanyaan tentang apa sebenarnya yang kita cari dalam hidup ini. Beberapa orang mulai menuturkan satu persatu impiannya yang belum terwujud. Karir, kedudukan, kekayaan, dan strata sosial lainnya menjadi jawaban terdepan. Kemudian diikuti dengan “ketidakpuasan” lainnya tentang banyak hal yang belum dimiliki.

Saat pertanyaan yang sama diarahkan pada orang yang sudah melimpah secara finansial, seperti karir sedang berada di puncaknyamendapat penghargaan tinggi dari orang-orang disekitarnya, tapi jawabannya tetap sama. Tidak puas.

Sebenarnya tidak salah jika kita bekerja siang dan malam agar semua kebutuhan bisa terpenuhi. Allah pun tetap memberkati orang yang mengerjakannya dengan rajin. Namun menjadi salah ketika kita terus ada dalam keinginan menjadi kaya dengan menghalalkan banyak cara. Tidak sedikit orang Kristen jatuh dalam dosa karena ambisinya. Korupsi dan penipuan menjadi salah satu cara untuk mendapatkan kekayaan secara instan. Mereka lupa bahwa Allah itu kaya, karena kasih dan kemurahan-Nya mampu melimpahkan kekayaan lebih dari yang kita dipikirkan.

Raja Salomo dengan hikmat dan kekayaan yang melimpah mengatakan bahwa kekayaan dunia adalah kesia-sian. Salomo mengatakan, “Siapa yang mencintai uang tidak akan puas dengan uang, siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya . Ini pun sia-sia (Pengkhotbah 5: 10).

Ternyata kepuasan dunia yang diinginkan banyak orang tidak akan pernah terpenuhi 100%. Pengkhotbah mengatakan semuanya adalah sia-sia.

Aku telah melihat segala perbuatan yang dilakukan orang di bawah matahari, tetapi lihatlah, segala sesuatu adalah kesia-siaan dan usaha menjaring angin. (Pengkhotbah 1:14)

Apa tujuan hidup Anda? Kita harus pastikan bahwa apa yang kita lakukan itu tidak sia-sia ya, namun menghasilkan kekekalan. Karena seberapa banyak kekayaan dunia yang kita miliki, tidak akan bisa dibawa saat kita kembali ke rumah Bapa suatu hari nanti. Jika hari ini Allah mengaruniakan kita untuk memiliki kekayaan, maka ini adalah saat yang baik untuk kita berbuat baik dan menjadi berkat.

Marilah kita menjadi kaya dalam kemurahan dan kebajikan karena inilah yang akan kita bawa nantinya saat kembali kepada-Nya. Apalagi saat ini krisis mulai melanda. Hendaknya kita tidak semakin terpuruk dan berputus-asa. Mari ingatlah kebaikan Tuhan di masa lalu dan peganglah janji Tuhan.

Berimanlah bahwa Allah yang kita sembah adalah Allah Imanuel yang menyertai dan memberkati. Pikirkan semua tentang kekekalan dan bukan hal yang fana. “Pikirkan perkara yang di atas, bukan yang di bumi. (Kolose 3:2)

Ikuti Kami