Fakta Alkitab: Riwayat Hidup Murid Yesus, Filipus yang Makamnya Ditemukan di Turki

Fakta Alkitab / 7 September 2022

Kalangan Sendiri

Fakta Alkitab: Riwayat Hidup Murid Yesus, Filipus yang Makamnya Ditemukan di Turki

Claudia Jessica Official Writer
450

Kisah salah satu murid Yesus yang akan kita bahas kali ini adalah murid yang paling banyak disebut di Alkitab, khususnya di Injil Yohanes yaitu, Filipus.

Filipus berasal dari Betsaida, kota kelahiran Andreas dan Petrus. Betsaida adalah sebuah kota kecil di tepi danau Galilea. Nama Filipus berasal dari Bahasa Yunani “Philippos” yang berarti pecinta kuda.

Fakta bawah Filipus menggunakan nama Yunani, bukan nama Ibrani, maka bisa dipastikan bahwa Filipus adalah seorang Yahudi yang sangat akrab dengan budaya dan bahasa Yunani.

Filipus tinggal satu kota dengan Petrus dan Andreas. Maka dari itu, kemungkinan besar Filipus sudah saling kenal dengan Petrus dan Andreas sebelum mereka menjadi murid Tuhan Yesus.

Walaupun tidak diceritakan mengenai latar belakang pekerjaan Filipus, tetapi ada kemungkinan bahwa Filipus adalah seorang nelayan. Mengingat Betsaida terletak di pinggiran Danau Galilea serta Petrus dan Andreas yang tinggal satu kota dengan Filipus adalah nelayan di daerah itu.

 

Bagaimana kisah Filipus bisa menjadi salah satu murid Yesus?

Suatu ketika saat Tuhan Yesus hendak berangkat ke Galilea, Ia bertemu dengan Filipus. Yesus pun memanggil Filipus menjadi murid-Nya. Kata-Nya, “Ikutlah Aku.” Hal ini terjadi sehari setelah Tuhan Yesus memanggil Yohanes, Andreas, dan Petrus menjadi murid-Nya.

Meskipun Alkitab tidak menjelaskan bagaimana respon Filipus terhadap panggilan Tuhan Yesus tersebut, tapi yang pasti Filipus merespon panggilan-Nya dengan baik. Artinya, Filipus menerima panggilan Tuhan Yesus untuk menjadi murid-Nya sebab tidak semua orang yang dipanggil Yesus menjadi murid-Nya merespon dengan benar, seperti pemuda kaya yang datang kepada-Nya.

Setelah itu, Filipus bertemu dengan temannya, Nathanael yang diperkirakan adalah orang yang sama dengan Bartolomeus murid Yesus, dan berkata kepadanya “Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret.”

Namun, sesaat setelah Filipus menceritakan pengalamannya bertemu Yesus kepada Nathanael, ternyata Nathanael memberi tanggapan yang negatif dan menghina.

“Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?”

Kendati demikian, Filipus tidak marah atau menegur respon Natanael. Filipus tidak berusaha menjelaskan tentang pribadi Yesus yang dilihatnya. Reaksi Filipus terhadap prasangka buruk Natanael adalah “Mari dan lihatlah” Filipus hanya menyarankan kepada Nathanael agar ia sendiri datang melihat Yesus.

Filipus adalah murid yang sederhana, lambat untuk mengambil keputusan, enggan bertindak dengan inisiatif sendiri, serta mempunyai pemahaman yang dangkal tentang Firman Tuhan. Ia teliti dan hampir seperti robot. Apa yang ia terima, keluar apa adanya. Pikirannya kurang cepat bereaksi terhadap sesuatu yang berhadapan dengannya. Filipus lemah dalam imajinasi spiritual, intuitif, serta pemahaman dalam menanggung konsekuensi mengikuti Kristus.

Tuhan Yesus pernah mengetes Filipus dalam Injil Yohanes.

“Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?”

Tuhan Yesus melakukan hal tersebut untuk mengetahui iman Filipus dan membuktikan pemahamannya mengenai Yesus selama ia mengikuti-Nya.

Filipus ternyata gagal dalam ujian ini karena ia memakai perhitungan dalam iman. Filipus terlalu berhati-hati dengan sikapnya yang praktis, menjadi bimbang karena terlalu banyak perhitungan.

Pada akhirnya, Filipus menjadi bagian rencana Tuhan Yesus mengadakan mukjizat memberi makan 5000 orang agar Filipus mengerti sisi Ilahi dari misi Kristus.

Filipus tidak sadar orang yang bertanya adalah Tuhan, yang mampu membuat mukjizat. Filipus tidak mempertimbangkan kehadiran Yesus. Apakah Filipus udah lupa mukjizat-mukjizat yang dilakukan Yesus? Air berubah menjadi anggur, penyembuhan anak pegawai istana, dan penyembuhan di kolam Betesda.

Filipus tidak menjadikan itu sebagai pengalaman yang mungkin dapat terjadi dalam situasi sulit yang membutuhkan mujizat.

Selain itu, Filipus juga ternyata seorang pemandu yang tidak dapat memimpin. Hal itu terbukti ketika Filipus gagal memperkenalkan orang-orang Yunani kepada Yesus karena mungkin Filipus khawatir Yesus akan menolak orang-orang tersebut. Maka dari itu, Filius melimpahkannya kepada Andreas. Padahal mungkin saja orang-orang Yunani tersebut datang kepadanya karena Filipus mempunyai hubungan Yunani berdasarkan namanya.

 

Akhir hidup dan kisah kematian Filipus

 

BACA HALAMAN SELANJUTNYA -->

 

Sumber : jawaban.com
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami