11 Jenis Depresi yang Perlu Anda Tahu dan Pahami
Sumber: Halodoc

Health / 5 September 2022

Kalangan Sendiri

11 Jenis Depresi yang Perlu Anda Tahu dan Pahami

Lori Official Writer
3503

6# Depresi Karena Gangguan Bipolar

Perubahan suasana hati dan tenaga yang tiba-tiba, seperti dari bahagia menjadi sedih, adalah tanda-tanda dari gangguan bipolar. 

Depresi bipolar biasanya muncul pada usia dewasa muda (baik laki-laki maupun perempuan). Gangguan ini bisa lebih buruk jika tidak menjalani pengobatan. Gejala depresi secara khusus bisa diobati dengan mengkonsumsi antidepresan.

 

7# Gangguan Depresi Disregulasi Mood

Berteriak dan mudah marah adalah ciri utama dari depresi disregulasi mood. Depresi ini banyak dialami oleh anak-anak yang kesulitan mengatur emosi mereka.

Menurut NIMH, depresi disregulasi mood bisa diobati dengan obat-obatan, psikoterapi dan juga bimbingan dari orangtua.

 

Baca Juga:

6 Hal yang Harus dan Tidak Boleh Dilakukan untuk Mendukung Seseorang yang Memiliki Depresi

Orang Kristen Juga Rentan Terserang Depresi, Begini 5 Tandanya…

 

8# Depresi Pascapersalinan (atau perinatal)

Depresi pasca melahirkan umumnya dialami oleh satu dari empat wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca persalinan ini kemungkinan dipicu oleh perubahan hormone, kelelahan dan juga faktor lain. 

Uniknya, depresi ini juga bisa dialami oleh kaum pria, yang kebanyakan disebabkan oleh pergeseran peran dan perubahan gaya hidup pasca kelahiran anak.

Depresi ini bisa muncul di tahun pertama setelah kelahiran anak. Gejala yang biasa dialami oleh para ibu diantaranya perasaan sedih, cemas dan kelelahan intens yang bisa berujung pada tindakan menyakiti diri sendiri maupun bayi.

Sebagai pencegahan, penderita depresi pascamelahirkan disarankan untuk mengkonsumsi obat antidepresan, terapi maupun konsultasi parental.

 

9# Gangguan Afektif Musiman

Depresi musiman adalah jenis depresi berulang yang biasanya menyerang sekelompok orang di musim dingin. Seiring dengan perubahan suasana hati, penderita gangguan afektif musiman ini cenderung tampil dengan kondisi tubuh yang lemah. Mereka mungkin akan makan berlebihan, tidur berlebihan dan menarik diri dari interaksi sosial.

Belum diketahui penyebab utama dari depresi ini, namun penelitian menunjukkan jika kekurangan zat serotonin di dalam otak bisa jadi pemicunya. 

 

10# Depresi Psikotik

Penderita depresi psikotik merupakan bentuk depresi dimana penderita kehilangan kontak dengan dunia nyata. Gejala psikosis ini umumnya ditandai dengan kerap mengalami halusinasi dan delusi. Cara pengobatannya biasa dilakukan dengan terapi electroconvulsive (ECT) atau terapi untuk mengirimkan arus listrik kecil ke otak saat seseorang sedang dibius. 

 

11# Depresi Karena Penyakit

Seseorang bisa jatuh dalam depresi setelah didiagnosa menderita penyakit kronis tertentu seperti penyakit jantung, kanker, multiple sclerosis dan HIV/Aids. 

Peradangan-peradangan yang disebabkan oleh penyakit juga bisa memicu munculnya depresi. Karena radang pada bagian yang sakit melepaskan bahan kimia tertentu oleh sistem kekebalan yang masuk ke otak. Proses inilah yang menyebabkan perubahan di dalam otak dan memicu depresi.

Mengkonsumsi obat antidepresan menjadi salah satu pilihan pengobatan terhadap pasien depresi ini. Selain itu, Psikiater dari Einstein Healthcare Network di Philadelphia, Sarah Noble, DO menyampaikan jika depresi karena penyakit ini bisa juga dicegah dengan terapi.

Jika Anda merasa memiliki beberapa gejala seperti yang disebutkan di atas atau Anda menemukan seseorang sedang menghadapi salah satu depresi di atas, segera berkonsultasi kepada tenaga kesehatan profesional untuk menjalani pengobatan yang tepat.

Sumber : Health.com
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami