11 Jenis Depresi yang Perlu Anda Tahu dan Pahami

Health / 5 September 2022

Kalangan Sendiri

11 Jenis Depresi yang Perlu Anda Tahu dan Pahami

Lori Official Writer
931

Setiap orang bisa mengalami depresi tanpa aba-aba. Tingkat depresi setiap orangpun berbeda-beda, ada yang ringan dan ada juga yang kronis parah.

Dengan memahami jenis depresi yang dialami seseorang, akan sangat membantu untuk memilih jenis pelayanan kesehatan mana yang paling tepat. Dan bagi mereka yang mengalami depresi juga penting untuk memahami kondisi yang mereka hadapi.

Berikut 11 jenis depresi yang perlu Anda pahami.

1# Gangguan Depresi Mayor

Di tahun 2020, sekitar 21 juta orang dewaa Amerika mengalami depresi mayor. Berdasarkan hasil diagnose American Psychiatric Association, gangguan depresi mayor ini umumnya disertai dengan gejala seperti:

  • Perasaan sedih, hampa, tidak berharga, putus asa dan merasa bersalah
  • Kehilangan semangat, nafsu makan dan minat untuk melakukan hal-hal menyenangkan
  • Mengalami perubahan kebiasaan tidur
  • Kerap memikirkan tentang kematian dan bunuh diri

Gangguan depresi mayor terdiri dari dua jenis yaitu depresi atipikal dan depresi melankolis. Orang yang termasuk ke dalam depresi atipikal biasanya akan cenderung banyak tidur dan makan. Tetapi secara emosional, mereka kerap reaktif dan penuh kecemasan. Sementara yang mengalami depresi melankolis cenderung mengalami gangguan tidur dan rasa bersalah. 

Depresi ini bisa diobati dengan obat, terapi dan perubahan gaya hidup. 

 

2# Depresi Akibat Resisten Terhadap Obat

Kadang-kadang mereka yang mengalami gangguan depresi mayor terus bertahan karena mereka tidak segera mendapatkan pengobatan. 

Untuk membantu mereka yang mengalami depresi akibat resisten terhadap obat, bisa dilakukan dengan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan diagnosis yang tepat dan mengidentigikasi penyebab psikiatris dan medis lainnya dari gejala yang mereka alami. Pasien diberi konseling tentang dosis dan durasi pengobatan yang tepat. Jika obat tidak bekerja, penyedia layanan kesehatan akan mencoba menawarkan obat serupa atau obat dari kelas yang berbeda. Obat antidepresan bahkan bisa bermanfaat untuk meringankan gejala.

 

3# Depresi Subsindrom

Seseorang dengan gejala depresi tetapi tidak mengalami gejala depresi berat dapat dikategorikan dengan depresi subsindromal. 

Penderita depresi ini bisa ditangani dengan obat-obatan saja.

 

Baca Juga: 

7 Mazmur untuk Melawan Rasa Depresi

Susah Doa Karena Depresi? Coba Dengar 4 Lagu YouTube Ini Aja

 

4# Gangguan Depresi Persisten 

Mereka yang mengalami gangguan depresi persisten (PDD) biasanya mengalami suasana hati yang buruk dan merasakan kesedihan hampir setiap hari. 

Pada anak-anak dan remaja, PDD bisa didiagnosa melalui reaksi anak, seperti mudah marah, mengalami gangguan tidur, tidak bertenaga dan kelelahan, tidak percaya diri, memiliki nafsu makan yang buruk dan sebaliknya, mengalami penurunan konsettrasi serta munculnya perasaan putus asa. 

Untuk pengobatan jenis depresi ini bisa dilakukan dengan obat-obatan sekaligus psikoterapi.

 

5# Gangguan Disforia dan Pramenstruasi

Sebanyak 10% wanita di usia subur akan mengalami gangguan disforik pramenstruasi (PMDD). Depresi ini biasanya ditandai dengan munculnya emosi kesedihan, kecemasan, mudah marah dan gejala ekstrim lainnya.

Profesor Spikiatri dan Ilmu Perilaku dari Fakultas Kedokteran Feinberg Universitas Northwestern, Chicago, Dorothy Sit, MD menyampaikan jika penderita jenis depresi ini biasanya akan mengalami kelemahan, kelumpuhan dan merasa tidak nyaman.

Para ilmuwan percaya jika depresi ini terjadi karena perubahan hormonal selama siklus menstruasi. Namun gejala ini bisa menjadi lebih ringan dengan mengkonsumsi obat antidepresan, seperti inhibitor reuptake serotonin selentif (SSRI) selama dua minggu sebelum menstruasi atau selama sebulan sebelum menstruasi. 

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA --->

Sumber : Health.com
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami