Kebohongan yang Menyengsarakan

Kata Alkitab / 25 August 2022

Kalangan Sendiri

Kebohongan yang Menyengsarakan

Lori Official Writer
529

Sandiwara berseri dengan judul “Kebohongan yang Menyengsarakan” tidak akan segera berakhir. Pasalnya, tiap hari selalu ada aktor figuran yang ikut tertangkap.

Sandiwara ini sungguh menarik, karena penulis skenario, sutradara dan pemain utama adalah orang yang sama. Nasib para pembohong sungguh menyedihkan. Bisa-bisa apa yang dialami oleh Ananias dan Safira akan menimpa sisa hidup mereka. Mati karena kebohongan.

Kitab Suci mencatat sejarah suami istri yang berani berbohong demi citra diri dan reputasi. Hidup Ananias dan Safira berakhir dengan mengenaskan dan viral sampai 2000 tahun lamanya.

 

Baca Juga: Kebohongan, Senjata Iblis untuk Membuat Manusia Jatuh Dalam Dosa

 

Tuhan Melarang Kebohongan

Mengapa Tuhan melarang dusta atau kebohongan? Karena dusta sering bersahabat dengan kejahatan. Orang bisa berbohong demi menutupi keserakahan. 

Hamba, nabi Elisa, Gehazi, terkena penyakit kusta karena menutupi ‘penipuan’ yang dilakukannya secara diam-diam. Ia tidak menyangka bahwa Tuhan tahu semua yang dilakukannya. Akhir hidup Gehazi pun sangat menyedihkan. Ia menderita penyakit kutukan karena kebohongan. 

Jangan kaget jika koruptor akan mengalami derita di akhir hidupnya. Gehazi menjadi contoh nyatanya. Dusta telah menghancurkan banyak pernikahan. Bahkan Nabi Abraham hampir kehilangan isteri yang dicintainya gara-gara berbohong demi keselamatan jiwanya. Di hadapan raja ia mengakui Sara sebagai saudaranya. Hampir saja rencana Allah yang besar itu gagal. 

Syukurlah Allah segera melakukan intervensi. Jika tidak, kebohongan Abraham bisa mendatangkan celaka dan membunuh seluruh keluarga istana.

“Tetapi karena raja mengambil Sarai, TUHAN mendatangkan penyakit-penyakit yang mengerikan atas raja dan orang-orang di dalam istananya. Lalu raja memanggil Abram dan bertanya kepadanya, “Apa yang telah kaulakukan terhadap aku ini? Mengapa tidak kauberitahukan bahwa ia istrimu?” (Kejadian 12:17-18)

 

Baca Juga: Ini Bahaya Jika Anda Menjual Kebohongan!

 

Dusta bisa merubah aura wajah. Mereka yang gemar berbohong sulit hidup bahagia. Tiap malam memikirkan ribuan kebohongan untuk menutupi kebohongan yang sebelumnya. Hidup dalam ketakutan, kuatir kalau-kalau ada orang yang akan mengetahui kedoknya. Kasihan.

Jangan pernah berniat untuk mengarang dusta. Tetapi hiduplah dengan apa adanya. Tidak ada yang tersembunyi di hadapan Tuhan.

“Janganlah sekali-kali mengucapkan sesuatu yang tidak benar. Jauhkanlah ucapan-ucapan dusta dan kata-kata yang dimaksud untuk menyesatkan orang. Hendaklah wajahmu memancarkan kejujuran hatimu; tak perlu engkau berlaku seolah-olah ada udang di balik batu.” (Amsal 4:24-25)

 

Artikel ditulis oleh Pendeta Paulus Wiratno dan diambil dari https://pauluswiratno.com/.

Sumber : Paulus Wiratno
Halaman :
1

Ikuti Kami