Kebohongan, Senjata Iblis untuk Membuat Manusia Jatuh Dalam Dosa
Kalangan Sendiri

Kebohongan, Senjata Iblis untuk Membuat Manusia Jatuh Dalam Dosa

Claudia Jessica Official Writer
      939

Matius 7:3

Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?

 

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 85; Roma 13; Ulangan 17-18

Pembalap sepeda jalan raya professional Lance Armstrong mengaku melakukan kecurangan untuk meraih kemenangan. Meski skandal tersebut sudah lama muncul, ini adalah pertama kalinya dia menyangkal tuduhan itu. Saya membaca laporan wawancara dan kemudian merasa marah karena contoh buruk yang dia berikan untuk calon atlet. Mereka akan terganggu karena kurangnya penyesalan dari Lance Armstrong.

Kemudian tiba-tiba Tuhan berbisik, “Kamu sama seperti Lance Armstrong.” Dan terjadi pecakapan seperti ini antara diriku dan Tuhan.

“Aku? Tidak, aku tidak sama sepertinya.”

“Ingat pelajaran Bahasa Latin di SMA?”

“Oh itu...”

Kecurangan itu dimulai dengan polos. Kejadian itu dimulai saat kelas mengadakan kuis dan guru kami sudah rabun. Salah satu murid perempuan menyelipkan bukunya di laci meja dan mencari jawabannya. Melihat hal itu, beberapa murid di kelas juga melakukan hal yang sama. Awalnya saya tidak ingin melakukan hal yang sama sampai akhirnya saya gagal. Jika semua orang melakukannya, mengapa saya tidak?

Kemudian sebelum ujian, kami semua dikeluarkan dari kelas karena nilai kami dinilai aneh. Yang mulai mencontek adalah kami semua. Aku malu, dan marah. Mengapa dia mengekspos kami tanpa peringatan, tanpa memberi kami kesempatan untuk berhenti? Saya telah ditangkap dan dosa saya telah diketahui semua orang.

“Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta,” Yohanes 8:44.

Setan itu licik, Dia meyakinkan kita bahwa dosa itu baik-baik saja selama kita tidak ketahuan. Dia berbisik, “Lakukan saja, kamu aman. Tidak ada yang akan tahu.” Jadi kami beralasan tidak ada yang salah dengan dosa kecil.

Ingat ini, jangan pernah tertipu oleh bapa kebohongan. Dosa adalah dosa, dan semua dosa adalah sama. Tidak ada dosa kecil maupun dosa besar, setiap dosa memiliki konsekuensi yang sama, yakni terpisah dari Allah.

Bukankah kita sama seperti Lance Armstrong? Kita melakukan kecurangan dan tidak ketahuan. Kita melihat orang lain, mengukur dosa kita dengan dosa mereka, dan berpikir apa yang kita lakukan tidak lebih buruk dari yang dilakukan oleh orang lain. Mungkin penipuan terbesar dari dosa adalah kebohongan yang kita katakan pada diri sendiri untuk membenarkan tindakan dan sikap kita. satu-satunya cara untuk menghindari menipu diri sendiri adalah dengan mehindari lereng kebohongan.

Dosa memiliki efek seperti bola salju. Sekali berbohong, baik itu berbohong pada diri sendiri maupun orang lain, Anda membutuhkan kebohongan lain untuk menutupi kebohongan pertama.

Kakek saya adalah orang yang bijaksana. Salah satu ajaran hidupnya adalah “Jika Anda mengatakan yang sebenarnya, Anda tidak perlu mengingat apa yang Anda katakan.”

Dengan kata lain, jika Anda berbohong, Anda harus mengingat kebohongan itu sehingga Anda dapat memastikan bahwa Anda harus melindungi kebohongan itu dengan kebohongan yang lain. Sebagian besar dari kita tidak cukup pintar untuk menjaga kebohongan dalam waktu yang lama. Lagipula itu adalah dosa yang menjauhkan kita dari Tuhan.

Mulai hari ini, buatlah upaya untuk mengubah hal-hal dalam hidup Anda yang selama ini Anda anggap sebagai dosa “kecil.” Mintalah bantuan Tuhan. Satu langkah pertama dalam mengatasi dosa adalah mengakui apa yang Anda lakukan adalah dosa, dan itu salah. Kemudian bertobat.

Mungkin kita marah karena dosa orang lain, namun kita semua sama ternodanya seperti Lance Armstrong, pengendara sepeda yang meraih banyak medali dengan kecurangan.

Akui saja, dan kemudian maju dengan kejujuran, percaya bahwa Anda dapat berubah melalui kuasa dan kehadiran Roh Kudus. Tuhan tidak mengharapkan kita untuk menjadi sempurna, tetapi Dia mengharapkan kita untuk berusaha menjadi lebih seperti Dia.

 

Hak cipta oleh Candy Arrington 2013. Digunakan dengan izin.


 

Apakah Anda butuh didoakan? Hubungi SAHABAT24 kami melalui kontak Whatsapp 0822 1500 2424 atau klik link doa ini https://bit.ly/InginDidoakan

 

 

Ikuti Kami