Kisah Alkitab Ini Ungkap Peristiwa Saat Atasan Lenyapkan Bawahan

Kata Alkitab / 14 August 2022

Kalangan Sendiri

Kisah Alkitab Ini Ungkap Peristiwa Saat Atasan Lenyapkan Bawahan

Lori Official Writer
647

Di dalam 2 Samuel 11: 15 ditulisnya demikian, “Tempatkanlah Uria di barisan depan dalam pertempuran yang paling hebat, kemudian kamu mengundurkan diri dari padanya, supaya ia terbunuh mati.”

Kasus raja Daud yang tega merekayasa pembunuhan Uria mungkin bisa menjadi titik terang.  Mengapa ada seorang penguasa yang tega menghabisi nyawa bawahan yang loyal kepadanya.  Mengapa ada orang yang katanya ‘dekat dengan Tuhan’, tetapi tega membunuh orang yang tidak bersalah? Jawabannya ada di dalam kitab Yakobus 4. 

“Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu?  Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa.” (Yakobus 4: 1-2)

Menurut Pendeta Rick Warren, ada empat hal yang bisa membuat orang nekad melakukan hal hal yang bisa merusak hubungan dan menghancurkan pernikahan, bahkan menghancurkan hidup orang lain.

 

Baca Juga: Tuhan Mau Bunuh Musa! Benarkah?

 

Yang pertama adalah “Selfishness” atau mementingkan diri sendiri. Dimana ada ‘ego’ yang ditonjolkan di sana pasti akan ada pertengkaran. Ini benar dalam pelayanan, pernikahan atau pekerjaan. Melihat Batsyeba mandi, ego raja Daud langsung bermain. Ia tidak peduli bahwa wanita itu sudah punya suami. Dengan memainkan kekuasaan dia bisa meniduri Batsyeba sampi akhirnya hamil. Perzinahanpun terjadi.

Faktor kedua yang terbukti bisa membuat orang kalap dan tidak peduli dengan nyawa atau kesejahteraan orang lain adalah ‘Pride’. Kesombongan Daud sebagai penguasa membuatnya melakukan apa saja. Atas nama ‘kesombongan’ dia bisa berbuat apa saja. Itulah sebabnya kesombongan terbukti menjadi awal kehancuran. Karena itu Allah membenci orang sombong. Mengapa? Orang sombong sering menghalalkan segala macam cara. Kesombongan bisa membelokan atau memutarbalikkan kebenaran. Waspadai kesombongan dalam diri kita.

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA --->

Sumber : Paulus Wiratno
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami