Pertobatan Sejati, Bahkan Penjahat Sekalipun Boleh Melakukannya
Kalangan Sendiri

Pertobatan Sejati, Bahkan Penjahat Sekalipun Boleh Melakukannya

Samuel Agus Santoso Contributor
      735

1 Yohanes 1:9

“Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.”



Bacaan setahun : Mazmur 30; 1 Tesalonika 2; Yesaya 13-14

Alkisah ada seorang penjahat legendaris yang sangat disegani, namanya Kusni Kasdut. Dia adalah seorang penjahat spesialis barang antik. Salah satu aksinya yang paling spektakuler, ia pernah merampok Museum Nasional Jakarta atau yang dikenal juga Gedung Gajah. Dalam aksinya Kusni Kasdut mengelabui petugas museum dengan mengenakan seragam polisi. Setelah melukai penjaga dia membawa lari sebelas permata koleksi museum tersebut.

Meski seorang penjahat yang licik ditangkap, namun dikalangan masyarakat Kusni Kasdut adalah seorang Robin Hood-nya Indonesia. Karena setelah dia berhasil merampok, ia sering kali membagi-bagikan hasil rampokannya pada kaum miskin.

Seperti pepatah berkata, ‘sepandai-pandai tupai melompat, akhirnya jatuh juga’. Hal ini pun berlaku bagi Kusni Kasdut. Pada suatu hari, dia tertangkap dan di vonis hukuman mati. Saat menunggu eksekusi kematian dijalankan, saat dirinya dijauhi oleh orang-orang, ternyata Tuhan menghampirinya. Tuhan menyatakan kasih-Nya lewat pertemuan Kusni dengan seorang pendeta.

Kusni Kasdut mengakui segala dosa dan kejahatannya, sampai pada akhirnya dia memutuskan menjadi pengikut Kristus yang setia. Menjelang saat–saat akhir hayatnya, Kusni Kasdut bertobat dan dengan iman percayanya dia rela menghadapi hukuman.

Hal ini menunjukkan, betapa besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yohanes 3:16)

Dalam bacaan kita kali ini, Firman Tuhan menyatakan bahwa dengan mengakui dosa kita, maka Tuhan Allah yang Maha Setia dan Adil, akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. Dari firman ini, maka langkah dalam proses pertobatan yang sejati adalah :

Pertama, mengakui dosa. Artinya menyatakan dirinya telah berbuat salah dan telah melanggar hukum kebenaran. Sehingga dia layak menerima hukuman kekal. Kedua, berbalik dari jalan-jalan yang jahat. Berani meninggalkan dunia dan semua keinginnya yang gelap. Ketiga, berjalan kearah kebenaran. Bersedia hidup dipimpin Roh Kudus menuju kepada kedewasaan Kristus.

Sahabat, kita bisa berdosa melalui pikiran, perkataan ataupun perbuatan kita. Tetapi Tuhan Yesus setia. Dia menginginkan kita untuk jujur dihadapannya. Bagaimana caranya? Biasakan sebelum tidur untuk berdoa minta pengampunan dan mengakui kesalahan yang telah kita perbuat sepanjang hari ini. Tuhan pasti mengampuni dan menyucikan kita kembali. Amin.

Ikuti Kami