Tim Kemanusiaan CBN Menjangkau Keluarga Mama Fifi di NTT

News / 25 July 2022

Kalangan Sendiri

Tim Kemanusiaan CBN Menjangkau Keluarga Mama Fifi di NTT

Aprita L Ekanaru Official Writer
966

Tablolong adalah desa di kecamatan Kupang Barat, Kupang, Nusa Tenggara Timur. Di desa ini sejauh mata memandang, kita bisa menikmati laut biru yang cantik dengan deburan ombak yang cukup tenang dengan hamparan pasir putih yang bercampur cokelat yang lembut. Jarak dari pusat kota Kupang ke desa ini sekitar 30 km jauhnya, atau memakan waktu perjalanan sekitar 1 hingga 1,5 jam dengan menggunakan kendaraan.

Selain menjadi nelayan, matapencaharian masyarakat desa Tablolong adalah petani budidaya rumput laut. Tidak sedikit masyarakat di sini kehidupan perekonomiannya tergantung dari pekerjaan budidaya rumput laut ini.

Badai Seroja yang melanda NTT pada April 2021 yang lalu telah mengakibatkan para petani di Desa Tablbolong kehilangan mata pencahariaanya. Akibat badai itu, tanaman rumput laut mereka hanyut terbawa arus. Dan banyak dari mereka belum memiliki modal untuk membangun kembali usaha rumput lautnya.

Tahun lalu saat Tim Kemanusiaan CBN menolong masyarakat di sana pasca bencana Seroja, kami melihat bahwa desa ini perlu ditolong supaya bisa bangkit dan mandiri lagi dalam perekonomian mereka. Dan setelah melakukan beberapa riset dan pertimbangan, kami memilih 10 keluarga untuk kami tolong agar bisa memulai usaha budidaya rumput laut lagi.

Salah satu keluarga yang kami tolong adalah Fifi Irmawati Pellu (33 tahun) atau yang dikenal dengan sebutan Mama Fifi. Ia adalah seorang janda yang ditinggal suaminya meninggal sekitar 2 tahun yang lalu. Ia dikaruniai 2 anak yaitu Rivi (14 tahun) yang duduk di kelas 2 SMP dan Jello (9 tahun) yang duduk di kelas 3 SD. Mereka tinggal di pesisir pantai Desa Tablolong, Sehari-hari Mama Fifi bekerja sebagai petani rumput laut. Namun saat badai Seroja NTT melanda, rumput laut milik Mama Fifi dihantam oleh rakit (rumah apung) milik orang lain, yang mengakibatkan tali-tali rumput laut miliknya putus dan semua rumput laut yang dibudidayakannya hanyut terseret arus dan tidak ada yang bisa diselamatkan.

 

BACA HALAMAN SELANJUTNYA -->>

Sumber : oborberkat.com
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami