Luka Masa Lalu yang Merusak Kepercayaan

Kata Alkitab / 2 July 2022

Kalangan Sendiri

Luka Masa Lalu yang Merusak Kepercayaan

Lori Official Writer
760

"Gak seorangpun yang bisa dipercaya, kecuali Tuhan". Kalimat ini seringkali dilontarkan oleh orang-orang Kristen sendiri. Namun tahukah Anda jika ini bisa saja menjadi satu indikasi bahwa Anda mengalami krisis kepercayaan terhadap orang lain.

Kondisi ini bisa dipicu oleh banyak faktor, salah satunya memiliki luka masa lalu, pengalaman pernah dikecewakan atau dilukai oleh orang yang sangat kita percaya. Atau yang kita kenal dengan istilah trust issue.

Kebenarannya adalah si iblis akan terus berupaya untuk menuangkan garam di atas luka kita yang paling rentan.  Jika Anda merasa memiliki pengalaman dikecewakan atau dilukai orang yang paling Anda percaya, satu-satunya cara untuk sembuh dari hal ini adalah dengan bantuan kebenaran Firman Tuhan.

Bagaimana Anda bisa melakukannya?  

1. “...Baiklah ia memanggil para penatua jemaat, supaya mereka mendoakan dia…” (Yakobus 5:14)

Ketika pertama kali saya meminta orang lain untuk berdoa atas situasi yang saya hadapi, saya sungguh merasa malu. Namun bagaimanapun juga saya menyadari bahwa hal itu hanya merupakan cara lain bagaimana Tuhan memakai rasa sakit kami bagi kemuliaan-Nya. Ketika banyak hal mulai berubah, saya dapat melihat bagaimana hal itu memungkiNkan orang lain untuk menyaksikan karya tangan Tuhan dalam hidup saya yang juga membuka kuasa yang tak dapat saya buka sendirian.

 

Baca Juga: Yakin Kamu Gak Alami Trust Issue? Coba Cek Disini

 

2. “Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.” (1 Korintus 13: 1)

Tuhan tidak menjanjikan bahwa cinta akan mudah. Ada saat-saat ketika Anda tidak puas akan cinta. Ada saat-saat ketika pasangan Anda tidak bahagia karena cinta. Tuhan berkata bawa cinta adalah penderitaan yang panjang. Namun ini tidak berarti bahwa cinta akan selalu menjadi buruk dan menyedihkan, sebaliknya cinta akan selalu bersedia menderita menghadapi hujan sedahsyat apapun dan sabar menanti munculnya matahari.

 

3. “Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.” (1 Korintus  13:7)

Dengan kata lain, cinta bukan hanya sekedar ketika istri menerima mawar, lalu memiliki prasangka bahwa suaminya telah melakukan sebuah kesalahan menjadi motif di balik sikapnya tersebut. Ketika kata-kata yang menyakitkan terucap, cinta percaya jauh di dalam lubuk hati bahwa hal itu tidak dimaksudkan demikian. Cinta percaya bahkan ketika pasangan kita pergi ke ujung bumi sekalipun, kita akan selalu ada di dalam pikiran dan hati mereka – tidak ada yang lain.

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA --->

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami