Jangan Rusak Hidup Anda Karena Trust Issue? Hadapi Dengan 5 Cara Ini

Kata Alkitab / 13 March 2022

Kalangan Sendiri

Jangan Rusak Hidup Anda Karena Trust Issue? Hadapi Dengan 5 Cara Ini

Lori Official Writer
1381

Trust issue atau masalah kepercayaan adalah kondisi di mana seseorang sulit untuk mudah percaya kepada orang lain. Hal ini bisa muncul di dalam keluarga, hubungan pertemanan dan dengan pasangan.

Trust issue bisa membuat seseorang hidup dalam rasa sakit hati, trauma, ketakutan, kebingungan dan kemarahan dalam jangka panjang. Selama persoalan ini masih dibiarkan tersimpan di dalam diri seseorang, selama itu pula ia tidak akan mampu mengalami sukacita dan hubungan yang sehat dan terbuka dengan orang lain.

Salah satu tanda-tanda seseorang sedang dalam masalah trust issue adalah ketika dia tidak bisa terbuka sepenuhnya kepada orang lain, selalu memiliki kecurigaan dan keraguan ketika membangun hubungan dekat dengan orang lain.

Tentu saja Tuhan mau kita menjadi orang-orang yang merdeka dari rasa kecewa dan sakit hati. Sebagaimana disampaikan di dalam 1 Petrus 2:16, “Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah.”

Jika saat ini Anda masih dihantui oleh trust issue terhadap seseorang, cobalah melakukan 5 langkah ini:

1. Jujur Pada Diri Sendiri

Akan jadi masalah jika kita menyimpan rasa kecewa dan sakit hati sendiri. Satu-satunya cara untuk lepas dari emosi ini adalah dengan jujur mengakui kekecewaan tersebut baik kepada diri sendiri, orang lain dan juga Tuhan.

Apabila diperlukan mintalah bantuan dari orang-orang yang Anda percaya untuk berdoa bagi Anda untuk bisa melepaskan setiap rasa kecewa dan sakit hati tersebut dan diperdamaikan melalui pengampunan.

 

Baca Juga:

10 Ayat Alkitab Ini Menolong Anda Pulih Dari Rasa Kecewa

Ada Rencana Tuhan Lewat Kekecewaan yang Kamu Alami, Tak Ada Rasa Sakit yang Sia-sia

 

2. Jangan Menekan Emosi

Emosi adalah anugerah dari Tuhan dan itu adalah hal yang wajar untuk dialami oleh siapapun. Tetapi dalam batas tertentu emosi bisa membuat kita jatuh dalam jerat dosa.

Efesus 4: 26 berkata, “Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu.

Ketika kita memang harus marah, Tuhan mau kita tetap menguasai diri kita supaya tidak melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA --->

Sumber : CBN
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami