Sakit Hati Karena Perkataan Kasar Ibunya - Karsani Tlonan

Family / 16 June 2022

Kalangan Sendiri

Sakit Hati Karena Perkataan Kasar Ibunya - Karsani Tlonan

Contasia Christie Official Writer
969

Sejak kecil, Karsani Tlonan sudah kehilangan sosok bapak dalam hidupnya. Karsani tinggal bersama ibu beserta adik-adiknya. Walaupun Karsani adalah anak yang aktif, tapi dia tidak berani kalau harus tampil di depan orang banyak. Dia juga lebih suka bermain dan sering lupa belajar. Ibunya kadang harus memarahi bahkan tak sengaja melontarkan kata-kata kasar, sehingga melukai hati Karsani.

Inilah yang membuat Karsani membenci ibunya. Kebenciannya membuat Karsani menjadi tidak taat lagi kepada ibunya. Setiap kali ibunya meminta tolong padanya, Karsani tidak mau melakukannya, seperti membersihkan rumah, mencuci piring, dan lainnya.

Sampai suatu hari, Karsani yang bersekolah minggu di GMIT Jemaat Imanuel Baumata belajar tentang kisah Ayub lewat kurikulum Superbook. Ia melihat bahwa Ayub adalah sosok yang taat kepada Tuhan walaupun hal buruk menimpa hidupnya. Ayub juga tetap mendoakan teman-teman yang mengejeknya.

Baca juga : Berubah Jadi Bisa Bertanggung Jawab Setelah Belajar di Tempat Ini - Laudya Sintikhe

 

Kisah Ayub ini membuat Karsani sadar bahwa perbuatannya selama ini kepada ibunya itu salah. Dia sadar bahwa dirinyalah yang membuat mamanya marah sampai harus mengeluarkan kata kasar. Padahal jika dia menurut di awal, ini juga demi kebaikan dirinya. Karsani akhirnya mau meminta maaf kepada ibunya dan berkomitmen untuk taat kepada mamanya.

Akhirnya dia mendatangi ibunya dan meminta maaf atas perbuatannya selama ini. Ibunya juga mengampuni Karsani. Setelah saling memaafkan, Karsani meminta mamanya untuk mendoakan dirinya agar menjadi anak yang taat kepada orang tuanya.

Kini Karsani sudah taat kepada mamanya dan mulai menunjukkan perubahan sikap. Mulai dari membantu mengerjakan pekerjaan rumah, menyelesaikan pekerjaan rumahnya sebelum pergi bermain, dan rajin mengerjakan tugas.

Ingin semakin banyak anak yang berubah hidupnya karena telah merasakan kasih Kristus? Yuk dukung pemuridan Superbook sekarang juga. Mari kita bersama menciptakan generasi mendatang yang lebih baik!

SAYA DUKUNG

 

Dimuat juga di Superbookindonesia.com

Sumber : Superbook Indonesia
Halaman :
1

Ikuti Kami