Ketua PGI Hentikan Rapat untuk Melayat Alm Buya Syafii & Minta Hal Ini Ke Presiden Jokowi

News / 30 May 2022

Kalangan Sendiri

Ketua PGI Hentikan Rapat untuk Melayat Alm Buya Syafii & Minta Hal Ini Ke Presiden Jokowi

Claudia Jessica Official Writer
511

Buya Syafii Maarif, tokoh yang dikenal dengan jasa-jasanya dalam membangun harmonisasi antar masyarakat di Indonesia menghembuskan nafas terakhirnya saat berusia 86 tahun pada hari Jumat (27/05/2022). Kepergiannya ini meninggalkan duka bagi banyak pihak, termasuk Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Pendeta Gomar Gultom.

Gomar menghentikan rapat di Solo demi melayat ke Yogyakarta. Gomar menyebut bahwa Alm. Buya Syafii adalah sosok yang sangat dekat dengan semua kalangan dan menjadi teladan bagi para pemimpin agama di Indonesia sebagai bangsa yang besar, harus menghargai kemajemukan karena semua orang adalah sederajat di negara ini.

Almarhum Buya Syafii juga dikenal sebagai sosok yang sederhana. Salah satunya terlihat saat Alm. Buya menolak berbagai fasilitas yang ditawarkan. Bahkan almarhum juga menolak tawaran pengobatan di Jakarta dari Ibu Megawati dan Presiden RI, Jokowi lantaran merasa lebih nyaman apabila dirawat di “rumah sendiri” di Yogyakarta.

Perihal penguburannya pun, Alm. Buya meninggalkan wasiat untuk dikebumikan di pemakaman khalayak Muhammadiyah, Kulon Progo, alih-alih di pemakaman khusus pemimpin Muhammadiyah.

 

BACA JUGA: Karena 300 Ayat Ini, Pendeta Saifuddin Ibrahim Terancam Ditangkap! PGI Beri Tanggapan

 

“Saya melayat untuk memberikan penghormatan terakhir, sekaligus merupakan wujud kebersamaan dan menyatakan turut sepenanggungan dengan keluarga Buya Syafii, bahkan umat Muslim yang cinta damai. Ketokohan, pemikiran, dan perjuangan beliau linier dengan perjuangan gereja-gereja di Indonesia untuk kemajuan dan kesejahteraan bangsa ini,” papar Gomar.

Selaku Ketum PGI, Pdt. Gomar Gultom menghimbau masyarakat untuk mengibarkan bendera setengah tiang sebagai bentuk penghormatan kepada Buya Syafii, dan mengusulkan kepada Presiden Jokowi untuk memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada Buya Syafii.

“Saya juga mengusulkan agar kepada Buya Syafii bisa diberikan gelar Pahlawan Nasional. Beliau adalah ‘Bapak Bangsa. Kita semua merasa kehilangan. Semoga Tuhan memberikan tempat terbaik keada almarhum dan keluarga yang ditinggal diberikan ketabahan dan kekuatan,” tutur Gomar.

 

 

BACA JUGA: Pemerintah Hapus Cuti Natal dan Tahun Baru 2022, PGI Ingatkan Hal Ini…

Sumber : PGI
Halaman :
1

Ikuti Kami