Gereja di Negara-negara Ini Legalkan Pernikahan Sesama Jenis, Kenapa?

News / 24 May 2022

Kalangan Sendiri

Gereja di Negara-negara Ini Legalkan Pernikahan Sesama Jenis, Kenapa?

Lori Official Writer
1000

Per akhir tahun 2021 lalu, pernikahan sesama jenis telah dilegalkan di 30 negara. Belanda menjadi negara yang pertama kali mengizinkan pernikahan sesama jenis. Setelah itu 16 negara Eropa lainnya (Austria, Belgia, Inggris, Denmark, Finlandia, Prancis, Jerman, Islandia, Irlandia, Luksemburg, Malta, Norwegia, Portugal, Spanyol, Swedia dan Swiss) mengambil langkah serupa dan melegalkan pernikahan sesama jenis. 

Sementara di benua Amerika, Kanada menjadi negara pertama yang mengizinkan pernikahan sesama jenis pada tahun 2005 silam. Kemudian pada tahun 2015, Mahkamah Agung AS resmi melegalkan pernikahan ini secara nasional. 

Langkah serupa terjadi di Asia, Taiwan menjadi negara pertama yang mengesahkan pernikahan sesama jenis pada tahun 2019. Lalu diikuti dengan Jepang dan kemudian Australia dan Selandia Baru dari kawasan Asia-Pasifik serta Afrika Selatan.

Bisa dibayangkan bagaimana komunitas LGBT telah mengambil tempat secara massive di seluruh dunia. Dan yang mengejutkannya, gereja turut mengakui pernikahan ini dan bahkan menjadi bagian di dalamnya.

Setelah berhasil menembus sistem hukum pemerintahan, komunitas LGBT kini terus mencoba menggoyang kepercayaan gereja. Gereja Methodist Inggris menjadi yang paling banyak memberikan suara untuk melegalkan pernikahan sesama jenis.

Sementara Gereja Katolik Roma di seluruh dunia tampaknya sudah memberikan dukungan terhadap pernikahan ini. Menurut survei Pew Research Center, yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir, membeberkan bahwa di Amerika Serikat, sekitar 6 dari 10 umat Katolik (61%) mengatakan lewat survei yang dilakukan pada tahun 2019, bahwa mereka    lebih suka mengizinkan kaum gay dan lesbian menikah. 

Di Kanada, Gereja Evangelis dan Gereja Katolik telah mengakui pernikahan sesama jenis ini. Sementara Gereja Anglikan di Kanada masih belum sepenuhnya memberikan pengakuan, meski sebagian kecil sudah melakukan langkah ini.

 

Baca Juga:

4 Fakta Hubungan Sesama Jenis yang Tercatat di Alkitab

Homoseksual Sudah Ada Sejak Alkitab Belum Ditulis! Lihat Fakta Alkitab-nya di Sini!

 

Di Eropa Barat, mayoritas umat Katolik mengatakan lewat survei di tahun 2017 bahwa mereka mendukung pernikahan sesama jenis yang sah. Itu terjadi di Belanda (92%), Inggris (78%), Prancis (74%) dan Jerman (70%). 

Di Swiss dan Italia, sebanyak 76% dan 57% umat Katolik mengatakan bahwa mereka mendukung pernikahan sesama jenis.

Di beberapa negara lain menemukan lewat survei, termasuk Afrika dan Timur Tengah, bahwa mayoritas umat Katolik menolak kaum sesama jenis.  

Yang terbaru, Gereja Skotlandia sendiri sudah melegalkan pernikahan sesama jenis tepat pada Senin, 23 Mei 2022. Anggota majelis yang menjadi badan pengambil keputusan Gereja Skotlandia telah menyetujui mekanisme voting 274 setuju dan 135 menolak. Dengan keputusan ini, Gereja Skotlandia akan segera memperbaharui peraturan gereja dan mengubah referensi dalam pernikahan sebagai ‘suami dan istri’ menjadi ‘para pihak’.

 

Kenapa Gereja Mengambil Langkah Ini?

Seorang penulis Kristen, Michael Coren dalam tulisannya berjudul ‘Pernikahan Sesama Jenis Perlahan-lahan, Mendapatkan Penerimaan di Gereja-gereja di Seluruh Dunia’ berpendapat bahwa pelegalan pernikahan sesama jenis di gereja-gereja di berbagai belahan dunia tampaknya muncul karena kebingungan pemimpin gereja terhadap pandangan Alkitab terkait homoseksual. Mereka menganggap jika persoalan ini tidak disampaikan secara terang dalam teologi Kristen. Meski kisah kejadian Sodom jelas menggambarkan tentang penyimpangan seksual ini, namun konteksnya dianggap tidak relevan. 

 

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA --->

Banyak pemikir yang menganggap jika peristiwa kehancuran Sodom terjadi karena kesombongan dan keserakahan Lot. Sehingga hal itu dinilai tidak berkaitan sama sekali dengan praktik penyimpangan seksual orang-orang di sana.

Namun perlu digarisbawahi bahwa Alkitab adalah otoritas tertinggi dalam segala hal yang berhubungan dengan iman dan perilaku orang Kristen. Alkitab berbicara banyak tentang homoseksualitas. Alkitab tidak membagi atau menggolongkan perilaku homoseksualitas sebagai bawaan dan kelainan. Alkitab melarang homoseksualitas karena firman Tuhan menyatakan bahwa itu salah dan merupakan dosa.

 

Baca Juga:

8 Ayat Alkitab yang Menentang LGBT

LGBT Ditolak atau Dikasihi? Ini Kata Pendeta Gilbert Lumoindong

 

Berikut beberapa ayat pendukung terkait pandangan Alkitab soal homoseksual.

Kejadian 19: 5, “Mereka berseru kepada Lot: "Di manakah orang-orang yang datang kepadamu malam ini? Bawalah mereka keluar kepada kami, supaya kami pakai mereka."

Ini adalah satu petunjuk yang pertama dalam Alkitab tentang homoseksualitas. Beberapa data tentang ayat ini mengungkapkan bahwa perilaku homoseksual sudah menjadi kebiasaan umum yang dipraktekkan oleh orang-orang di Sodom dan Gomora.

Imamat 18: 22, “Janganlah engkau tidur dengan laki-laki secara orang bersetubuh dengan perempuan, karena itu suatu kekejian."

Imamat 20: 13, “Bila seorang laki-laki tidur dengan laki-laki secara orang bersetubuh dengan perempuan, jadi keduanya melakukan suatu kekejian, pastilah mereka dihukum mati dan darah mereka tertimpa kepada mereka sendiri.”

Dalam kebudayaan orang Kanaan di zaman itu, ada praktek homoseksual di kuil-kuil yang menyesatkan orang kepada penyembahan berhala, yang merupakan kebiasaan keji yang ditentang oleh Tuhan. Jadi ini menjadi peringatan keras bagi umat Israel.

Roma 1: 26-17, “Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan, sebab isteri-isteri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tak wajar. Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka...”

Saat firman tuhan diabaikan dan tidak diakui maka sifat kedagingan akan menyimpang dari hubungan seksual yang sudah ditetapkan oleh Allah sejak semula bagi pria dan wanita.

1 Korintus 6: 9-10, “Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit, pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.”

Pelaku homoseksual tidak bisa bersekutu dengan Allah. Hubunga vertical dengan Allah tidak akan pernah terjadi karena Tuhan itu kudus dan mereka akan tetap menjauh dari Tuhan.

Dari ayat-ayat ini, kita bisa menarik kesimpulkan bahwa Alkitab sudah menuliskan perilaku ini secara jelas. Karena itulah pandangan atau penilaian bahwa Alkitab tidak menuliskan tentang topik homoseksualitas adalah kebohongan besar. Banyak pemimpin Kristen dan bahkan orang-orang Kristen yang diombang-ambingkan karena pandangan yang disampaikan oleh para pendukung komunitas LGBT, sehingga hati kita mulai ragu dengan kebenaran firman Tuhan. Inilah yang menjadi persoalan gereja-gereja di masa ini. 

Jadi manakah yang lebih Anda percayai, kebenaran firman Tuhan atau pemikiran-pemikiran manusia yang kemungkinan besar salah dan keliru?

Sumber : Pewresearch.org | France24
Halaman :
Tampilkan per Halaman

Ikuti Kami