Bukan Hanya Diberkati, Bersiaplah Untuk Alami Ini Karena Kristus

Kata Alkitab / 4 May 2022

Kalangan Sendiri

Bukan Hanya Diberkati, Bersiaplah Untuk Alami Ini Karena Kristus

Lori Official Writer
1417

Samson, Yeremia, Paulus, Stefanus, Musa, Yusuf dan Yesus. Menurut Anda apa persamaan dari masing-masing mereka? Mereka sama-sama mengalami penderitaan semasa hidup. 

Samson menderita karena pilihannya yang bodoh. Yeremia menderita karena ketaatannya kepada Tuhan. Paulus menderita karena mengikuti panggilan di dalam Yesus. Stefanus menderita penganiayaan. Musa mengalami penolakan oleh bangsanya sendiri. Yusuf menderita karena dibuang dan Yesus menderita demi keselamatan kita. 

Di dalam kamus, penderitaan diartikan sebagai rasa sakit, kesengsaraan, kesusahan atau kehilangan. Penderitaan adalah hal yang sangat nyata di dunia ini. Jika kita melihat berita, kita membaca tentang penderitaan orang-orang di sekitar kita maupun yang jauh di belahan negara lain. Orang-orang hilang, jatuh sakit, membuat kesalahan dan mengalami kehilangan yang mengubah hidup. 

Kita mengalami penderitaan atas tubuh, pikiran dan hati kita. Kita bertanya-tanya apakah penderitaan ini punya maksud dan tujuan tertentu atau apakah ini hanya sekadar lelucon kejam yang harus dialami oleh orang-orang yang lemah? Saat kita membaca Alkitab, kita menemukan perspektif yang berbeda tentang penderitaan.

 

Baca Juga: Kenapa Penderitaan Harus Dialami Orang Kristen?

 

Apa Kata Alkitab Soal Penderitaan?

“Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus. Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah. Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.” (Roma 5: 1-5)

“Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus, dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan. Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati.” (Filipi 3: 8-11)

“Saudara-saudara, janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum. Sesungguhnya Hakim telah berdiri di ambang pintu. Saudara-saudara, turutilah teladan penderitaan dan kesabaran para nabi yang telah berbicara demi nama Tuhan. Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun; kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan.” (Yakobus 5: 9-11)

 

Baca Juga: Ada Tuhan yang Bekerja di Atas Dari Segala yang Kita Minta dan Pikirkan

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA --->

“Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya. Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.” (1 Petrus 4: 12-14)

“Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama. Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya.” (1 Petrus 5: 8-10)

 

Baca Juga: Menderita Karena Diperbudak Dosa? Yuk Merdeka Dengan 4 Cara Ini…

 

Apa Artinya Menderita Bagi Kristus?

Menderita bagi Kristus bisa menjadi akibat dari penganiayaan. Kita akan menghadapi pencobaan ketika kita berdiri teguh untuk nilai-nilai alkitabiah di zaman dimana dunia mulai kompromi terhadap kebenaran firman Tuhan. 

Bahkan di lingkungan gereja, muncul paham yang mulai menolak sebagian isi firman Tuhan demi bisa menjadi relevan dengan dunia. Hal inilah yang menjadi pengingat bagi orang percaya untuk tetap mendasarkan hidupnya di dalam kebenaran firman Tuhan, bukan hanya menerima bagian-bagian firman yang disukai atau dianggap memberkati saja. Karena hidup di dalam Kristus tidak menjanjikan hidup yang baik-baik saja tetapi justru selama kita hidup, kita akan mengalami beragam penganiayaan dan penderitaan ketika kita berdiri teguh di dalam kebenaran-Nya.

Penderitaan lain bisa muncul melalui kelemahan kita baik secara fisik, mental maupun emosional. Misalnya, Paulus mengalami beragam penderitaan. Dia berdoa tiga kali agar Tuhan menghilangkan penderitaan tersebut dari dalam hidupnya, tetapi Tuhan tampaknya mengizinkan Paulus mengalami penderitaan tersebut.

Melalui penderitaan itu Tuhan justru membuktikan kepada Paulus bahwa di dalam kelemahannya dia memperoleh kekuatan dari Tuhan. Penderitaan kita memberi kita kesempatan untuk tetap berpegang kepada Tuhan, bersandar kepada-Nya dan menyediakan tempat bagi Dia untuk menyatakan kuasa-Nya melalui kelemahan kita.

 

Baca Juga: Bekas Luka Dalam Hidupmu Adalah Cara Tuhan Menunjukkan KuasaNya

 

Kenapa Orang Kristen Perlu Menderita?

Penderitaan bisa dalam tiga bentuk yaitu keterbatasan fisik, bencana alam dan ulah manusia.

Yesus berkata dalam Yohanes 16: 33, “Semuanya itu kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.”

Sebagai orang percaya, kita akan bertumbuh ketika kita menghadapi penderitaan. Kita belajar untuk menghadapi rasa frustrasi kita atas yang terjadi supaya kita mengalami pertumbuhan di dalam hati kita, memiliki ketekunan, iman dan harapan. 

 

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA --->

Tuhan sendiri peduli dengan hati kita. Hati kita bisa menjadi dingin, suam-suam kuku atau panas. Dosa bisa tersembunyi. Kita bisa menolak untuk mendengarkan tuntunan Roh Kudus, atau kita bisa saja menjauhkan diri kita dari Tuhan. Penderitaan bisa membantu kita untuk mendekat kepada Tuhan jika kita mengizinkannya.

Penderitaan mengajarkan kita cara untuk bersukacita. Sukacita tidak muncul dari perasaan saja, walaupun perasaan itu membuat kita mudah untuk bersukacita. Bersukacita adalah sebuah perintah. Ini adalah cara kita untuk menahan pikiran menyimpang yang membuat kita berbelok arah dan meragukan kebaikan Tuhan di tengah penderitaan. Sukacita melatih hati kita untuk merindukan hadirat Tuhan lebih daripada yang bisa Dia lakukan bagi kita.

 

Baca Juga: Kamu Tipe yang Mana: Domba atau Kambing?

 

Walaupun Tuhan sudah memilih kita, menjadi milik-Nya yang berharga, kita tetap tidak bebas dari penderitaan. Kita perlu fokus kepada Tuhan untuk mengetahui bahwa penderitaan adalah bagian dari mengikut Dia. Walaupun kita tidak tahu apa rencana Tuhan dibalik setiap penderitaan tersebut, Tuhan mau kita tetap mengandalkan Dia, meminta kekuatan dan bimbingan untuk melaluinya.

Sebagai manusia, wajar sekali bagi kita untuk hidup di dalam kenyamanan dan keamanan. Kita ingin hidup kita jauh dari masalah, diberkati dengan finansial yang melimpah, tetap sehat dan menjalani kehidupan yang bahagia. Gambaran kehidupan semacam ini sesungguhnya hanyalah ambisi yang ditetapkan oleh dunia. Sebagai pengikut Kristus, kita tidak dijanjikan kehidupan demikian. Sebaliknya, selama kita hidup kita akan terus hidup melewati tantangan demi tantangan dan penderitaan karena Dia. Karena penderitaan kita adalah bukti bahwa kita mau mengikut Kristus dalam senang maupun susah dan dalam sakit maupun sehat.

Sumber : Crosswalk.com
Halaman :
Tampilkan per Halaman

Ikuti Kami