Apa Itu Ketenangan dan Bagaimana Kita Mendapatkannya?
Sumber: pexel.com

Spirituality / 2 May 2022

Kalangan Sendiri

Apa Itu Ketenangan dan Bagaimana Kita Mendapatkannya?

Aprita L Ekanaru Official Writer
3221

Pernahkah Anda berpikir, “Jika saya hanya memiliki .... saya akan baik-baik saja”? Isi bagian yang kosong dengan uang, pasangan, pekerjaan baru, atau apa saja yang Anda inginkan.

Seperti sifat manusia, kita selalu memiliki keinginan yang harus dipenuhi, seperti halnya rasa lapar dan haus kita sehari-hari. Kita selalu bekerja keras agar dapat memenuhi setiap keinginan kita. Terkadang kita berhasil, terkadang juga tidak. Tapi kita selalu kembali menginginkan hal yang lain.

 

BACA JUGA:

Saat Menghadapi Kekacauan, Renungkanlah 12 Ayat Alkitab untuk Mendatangkan Kedamaian Ini

 

Andai saja kita bisa mencapai kedamaian dan kepuasan tanpa perlu memikirkan banyak keinginan, tempat dimana kita tidak kekurangan apapun. Kata yang tepat untuk menggambarkan keadaan yang tenang dan ideal ini adalah ketenangan. Jika ketenangan diilustrasikan melalui gambar, Anda akan menyaksikan potret keluarga yang tersenyum atau pemandangan salju yang tidak terganggu. Semuanya terlihat baik-baik saja, dan pada kenyataannya, semuanya baik-baik saja. Tidak ada kekhawatiran dan tidak ada masalah.

Ketenangan terdengar hebat, bahkan sempurna, tetapi apakah ketenangan itu mungkin hanya isapan jempol dari imajinasi manusia? Menurut Kitab Suci, ketenangan memang nyata, tetapi ketenangan alkitabiah mungkin sedikit berbeda dari cara kita memahami kata tersebut.

“Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.”

(Yohanes 14:27)

Kata ketenangan mungkin tidak mucul atau tidak dapat kita temukan di dalam Alkitab. Namun, kita dapat menemukannya pada kata lain, yaitu kedamaian. Alkitab berbicara banyak tentang perdamaian dan bagaimana mencapainya.

Dalam ayat kitab Yohanes di atas dikatakan bahwa damai sejahtera yang kita temukan di dalam Allah lebih besar daripada dunia. Mengapa? Kedamaian ilahi, atau ketenangan, memberi kita semua manfaat perdamaian duniawi, dan tidak ada kontra. Kedamaian ilahi tidak bersifat situasional.

Kita dapat menemukan ketenangan bahkan dalam menghadapi kesulitan, seperti ketika Paulus menulis dengan sukacita dan kesetiaan dari sel penjara di Roma. Ini juga mengapa kedamaian ilahi bukanlah gangguan. Paulus bisa melihat masalah di sekitarnya, tetapi beban yang pernah dipikulnya tiba-tiba menjadi ringan. Kita dapat menanggung apapun dan segalanya karena kita memiliki pertolongan Tuhan.

 

BACA HALAMAN SELANJUTNYA --->>>

Meskipun kita menjalani kehidupan yang berbeda dengan berbagai pekerjaan, struktur keluarga, dan kedalaman iman, ketenangan yang kita bayangkan pada dasarnya semua sama. Kita masing-masing mengejar hasil akhir dari ketenangan di setiap aspek kehidupan.

Apa yang juga kita temukan adalah bahwa kita mengejar ketenangan berkali-kali dalam hidup. Jika kedamaian duniawi bersifat sementara, maka kedamaian Ilahi akan tampak sama. Namun, keduanya berbeda.

 

BACA JUGA:

12 Ayat Alkitab yang Bicara Tentang Perdamaian

 

Bagaimana Anda Mendapatkan Ketenangan?

Seperti yang kita simpulkan, kita mengejar ketenangan, kita mendapatkannya, lalu pada titik tertentu, kita sepertinya kehilangannya lagi. Tidak peduli bagian mana dari siklus yang kita jalani, kita dapat secara konsisten mencapai ketenangan dengan melakukan tiga hal ini: percaya, bersyukur, dan berdoa kepada Tuhan.

Kedamaian duniawi membutuhkan kepercayaan pada orang, barang, dan diri kita sendiri, tetapi semua hal ini bersifat sementara, dan seringkali tidak dapat diandalkan. Tuhan dapat diandalkan, dan fakta itu tidak pernah berubah. Ketika kita menaruh kepercayaan kita kepada-Nya, kita menemukan ketenangan yang bertahan lama karena kita menyadari bahwa Dia tidak berubah dengan keadaan. 

Dengan demikian, ketenangan-Nya tidak dapat direnggut dari kita. Tuhan juga tidak menuntut kita menjadi kaya untuk mempercayai-Nya, cerdas untuk mempercayai-Nya, atau berkuasa. Kita hanya harus membuat pilihan itu, meskipun, membuat pilihan tidak selalu sederhana. Tetapi ada sesuatu yang dapat kita lakukan untuk meningkatkan kemampuan percaya kita.

Hal yang membantu kita memercayai Tuhan adalah banyaknya ucapan syukur dan “Terima kasih". Kita tidak pernah bisa cukup berterima kasih kepada-Nya atas apa yang telah Dia lakukan, perbuatan yang kita lihat dan yang tidak kita lihat. Dengan mengucap syukur, kita mengakui betapa besar kuasa-Nya. Sama seperti kita berterima kasih kepada orang-orang dalam hidup kita atas dukungan mereka, kita harus melakukan hal yang sama untuk Tuhan yang melakukan jauh lebih banyak.

Apakah Anda sedang mencari ketenangan dalam hidup Anda? Jika demikian, tidak peduli berapa lama perjalanannya, jangan putus asa. Di mana ada Tuhan, di situ ada harapan. Kedamaian duniawi bersifat sementara. Sebagai manusia berdosa, kita sering kehilangan pandangan akan Tuhan kita, terlalu sering. Tapi seperti Anak yang Hilang, kita bisa kembali ke rumah. Dan kita tahu proses untuk menemukan ketenangan: percaya Tuhan, bersyukur kepada-Nya, dan berdoa. Kemudian Anda akan mengatakan "Hari ini, ketenangan telah memasuki hidupku."

Sumber : Crosswalk.com
Halaman :
Tampilkan per Halaman

Ikuti Kami