Jadi Trending, Tim Penyembahan Ini Bernyanyi di Pesawat Karena Kondisi Ukraina

News / 26 April 2022

Jadi Trending, Tim Penyembahan Ini Bernyanyi di Pesawat Karena Kondisi Ukraina

Lori Official Writer
520

Sebuah video yang menunjukkan ibadah penyembahan di pesawat menjadi trending baru-baru ini. Video yang ditonton oleh sebanyak 35 juta views ini bahkan mendapat komentar beragam dari publik. 

Seperti diketahui, video yang tertanggal 6 April 2022 itu dibawakan oleh Pendeta Jack Jensz Jr dan tim penyembahan dari Kingdom Realm Ministries. Di dalam video tersebut, terlihat seorang pemimpin pujian yang memainkan alat musik dan membawakan lagu “How Great Is Our God” dari Chris Tomlin. 

Menyikapi beragam komentar publik, Pendeta Jensz secara terbuka menuturkan jika penyembahan tersebut sebenarnya tidak direncanakan. Namun melihat kondisi yang dialami oleh orang-orang yang baru saja menyaksikan kondisi di Ukraina, mereka pun berusaha untuk menyemangati. 

“Bagi kami, kami hanya datang untuk membagikan kasih Tuhan, kami datang hanya untuk mengungkapkan kepada orang-orang bahwa Yesus sangat mengasihi mereka, dan itulah fokus kami,” ungkapnya.

 

Baca Juga: Di Tengah Keputusasaan Pengungsi Ukraina, Ada Kisah Mengharukan dari Warga Polandia

 

Pendeta Jensz menuturkan bahwa dia dan tim sendiri menyaksikan pekerjaan Tuhan saat melayani di perbatasan Ukraina, yang saat ini masih dalam situasi perang dengan Rusia. Menyembah Tuhan menjadi cara mereka tetap berpegang dalam pengharapan.

“Kami bersama tim. Kami terbang dari Ukraina ke tempat lain untuk mengadakan pertemuan. Kami memiliki 10 anggota tim di pesawat, dan kami menyembah dan berdoa untuk semua orang. Kami memutuskan untuk memberkati para penumpang yang ada di sana dengan sebuah lagu dan membawa harapan dan kebahagiaan di tengah penerbangan ini karena ada banyak orang yang sedang hidup dalam kesakitan dan penderitaan,” ungkapnya.

 

Baca Juga: Ribuan Warga Rusia Ditangkap Karena Tolak Perang Rusia dan Ukraina

 

Jenskz juga meyakinkan bahwa mereka sudah lebih dulu meminta izin untuk mengadakan penyembahan kepada pramugari yang bertugas. 

“Saat kami bernyanyi, kami melihat semua orang tersenyum, beberapa diantaranya menangis, mereka tersentuh. Sebagian dari mereka merekam dengan ponsel mereka. Itu adalah momen yang sangat menyenangkan. Kami hanya membawa sukacita dan kebahagiaan dan ingin memberitahu bahwa Tuhan mengasihi Anda,” lanjutnya.

 

Baca Juga: Franklin Graham: Banyak Warga Ukraina Tinggalkan Rumah, Keluarga Ini Butuh Doa Kita

 

Dia juga menegaskan bahwa ada juga orang-orang Ukraina yang sedang berada di pesawat. Hal itu juga menjadi alasan lain untuk memberkati mereka dengan penyembahan dan doa.

“Tidak ada yang berkata negatif, tidak ada yang berdiri untuk melawan, semua orang di sana menikmatinya. Itu adalah waktu yang indah, sepertinya semua orang benar-benar diberkati,” ungkapnya.

Namun di akhir pernyataannya, Jensz tetap menerima kritikan ketika sebagian orang menganggap tindakan mereka sebagai hal politis. Dia tahu bahwa pengikut Kristus memang akan ditolak ketika hendak memberitakan tentang Dia.

Sumber : Christianpost.com
Halaman :
1

Ikuti Kami