Adelle Robertson, Istri Pendiri CBN Menghembuskan Nafas Terakhir

News / 20 April 2022

Kalangan Sendiri

Adelle Robertson, Istri Pendiri CBN Menghembuskan Nafas Terakhir

Claudia Jessica Official Writer
501

Nyonya Adelia Robertson, yang biasa disapa dengan nama “Dede” Robertson, istri dari Pat Robertson, pendiri The Christian Broadcasting Network (CBN) menghembuskan nafas terakhir di rumahnya, pada 19 April dalam usia 94 tahun.

Nyonya Robertson meninggalkan suami, Mr. Pat Robertson, keempat anaknya, Timothy Robertson, Elizabeth Robinson, Gordon Robertson, dan Ann LeBlanc, 14 cucu, dan 23 cicit.

Lahir di Columbus, Ohio, Nyonya Robertson adalah anggota pendiri dewan dan anggota dewan terhormat The Christian Broadcasting Network, Inc., Regent University, dan Operation Blessing International Relief and Development Corporation.

Pada tahun 1982, ia ditunjuk sebagai delegasi utama AS untuk Komisi Perempuan Antar-Amerika, dimana ia mewakili Amerika Serikat dari tahun 1982-1990. Dalam kapasitas itu, ia memegang peran kunci dalam mengangkat status perempuan yang hidup di Amerika Latin.

Adelle Robertson terpilih sebagai Christian Woman of the Year pada tahun 1986.

Ia juga merupakan seorang penulis dan menulis dua buku My God Will Supply dan The New You. Dia juga menulis kolom bulanan, All in a Woman's Day, untuk Christian Life Magazine.

Adelle sering berpergian atas nama pelayanan The Christian Broadcasting Network, Operation Blessing International, dan misi medis The Flying Hospital. Ia melintasi Asia, Timur Tengah, Amerika Tengah dan Selatan. Ia bekerja tanpa kenal lelah untuk memberikan bantuan kemanusiaan dan medis kepada orang-orang yang terluka di seluruh dunia.

Nyonya Robertson adalah seorang dekorator interior yang sangat kreatif. Dia memimpin tim desain yang menciptakan pengalaman luar biasa bagi mereka yang mengunjungi The Swan Terrace dari The Founders Inn and Spa. Dia merancang furnitur dan memilih karpet untuk Kapel Universitas Bupati. Prestasi puncaknya adalah dekorasi Teater Universitas Regent.

Dia tidak hanya memilih warna yang megah tetapi juga kursi dan dekorasi lainnya di teater yang indah itu, sedemikian rupa sehingga dewan pengawas Universitas Regent menamainya Teater Dede Robertson. Dapat dikatakan bahwa dimanapun tangan Dede disentuh, itu membawa keindahan.

 

BACA JUGA: Persahabatan Billy Graham dan Pat Robertson, Serta Dampaknya Untuk Pelayanan CBN

 

“Ibuku adalah batu. Dia adalah batu sepanjang masa kecil kami. Ayah harus sering bepergian, tapi Ibu selalu ada untuk kita anak-anaknya. Ibu yang memberikan keamanan yang besar untuk anak-anak,” kata putrinya, Ann LeBlanc.

“Saya pikir hal yang luar biasa bagi kamu semua anak-anaknya, untuk melihat pertumbuhan orang tua saya yang luar biasa. Seiring bertambahnya usia, sepertinya mereka semakin dekat. Ada rasa manis dan kelembutan dalam diri mereka berdua. Itu adalah contoh yang bagus untuk kita, anak-anaknya,” kata putranya, Tim Robertson.

“Ibu adalah perekat yang menyatukan keluarga Robertson. Dia selalu bekerja di belakang layar. Jika bukan karena Ibu, tidak akan ada CBN.” kata putranya, Gordon Robertson.

“Ibu saya memiliki begitu banyak kebajikan. Saya tidak pernah mendengarnya mengeluh atau ingin menyerah, dia tabah. Itulah Ayah butuhkan di sampingnya selama ini; pasangan yang teguh yang terus membaca Alkitab dan mempelajari Alkitab. Tidak terlalu mengkhawatirkan dirinya sendiri. Dia tidak mementingkan diri sendiri. Saya selalu melihat itu tumbuh dewasa. Dia akan memastikan kami memilikinya sebelum dia,” kata putri Elizabeth Robinson.

Sumber : CBN
Halaman :
1

Ikuti Kami