Biar Mudah Dimengerti Anak, Pakai Cerita Paskah yang Singkat & Lengkap Ini

Parenting / 11 April 2022

Biar Mudah Dimengerti Anak, Pakai Cerita Paskah yang Singkat & Lengkap Ini

Claudia Jessica Official Writer
3371

Budaya kita dalam merayakan Paskah dipenuhi dengan berbagai kegiatan yang menyenangkan sekaligus aneh bagi anak-anak. Sementara kita membuat Paskah terasa menyenangkan bagi anak-anak, ada hal yang tak kalah penting dari membuat mereka bahagia. Sebagai orang tua, sudah menjadi kewajiban kita untuk mengajari anak-anak betapa pentingnya arti dari Paskah.

Catatan: Tidak ada kisah Paskah yang terlepas dari konteks Alkitab mengenai siapa Yesus yang sebenarnya, mengapa Allah mengutus Dia, dan bagaimana kita dapat menerima pengorbanan-Nya untuk mendapatkan keselamatan. Anak-anak yang dibesarkan dalam lingkungan Kristen seringkali mendengar kebenaran mendasar ini, tapi kita tidak boleh berasumsi bahwa mereka telah memahami pesan ini secara menyeluruh. Kita tidak pernah tahu kapan Roh Kudus akan membuka hati dan pemahaman mereka.

Meskipun cerita Paskah berikut ini diambil berdasarkan Firman Tuhan dan ditulis ulang dalam bahasa yang lebih mudah dipahami anak-anak, cerita tersebut tidak boleh digunakan begitu saja sebagai pengganti Alkitab dan tidak membaca langsung dari Alkitab. Tidak ada yang dapat menggantikan Firman Tuhan, yaitu benih yang menghasilkan kehidupan (1 Petrus 1:23).

 

Kebenaran dasar kisah Paskah

Yesus adalah manusia termulia yang pernah hidup. Saat di bumi, Dia tergoda untuk melakukan hal-hal buruk, sama seperti kita. Tapi Yesus tidak pernah sekalipun berbohong atau berbuat jahat. Yesus tidak pernah tidak menghormati kedua orang tuanya, atau guru-Nya ketika mereka menyuruh-Nya untuk melakukan sesuatu yang tidak ingin Dia lakukan. Dia tidak menipu, mencuri, atau melakukan dosa lainnya sepanjang hidupnya di bumi. Dia benar-benar sempurna dalam segala hal.

Yesus adalah anak tunggal Allah, dan sama dengan Allah. Yesus meninggalkan Surga untuk datang ke bumi karena alasan yang sangat penting, yakni: DIA mengasihi kita.

Yohanes 3:16 mengatakan, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

Ketika Anda mencintai seseorang, Anda selalu ingin berada di dekatnya. Tetapi Allah itu kudus, dan manusia itu berdosa. Inilah masalahnya. Dosa membuat kita tidak bisa dekat dengan Allah dan mencintai-Nya seperti seharusnya. Dosa begitu mengerikan, seperti racun yang menghancurkan segala sesuatu dalam hidup kita. Allah tahu betapa berbahayanya dosa. Itulah sebabnya Dia tidak bisa dekat dengan dosa dan mengapa Dia mengatakan hukuman untuk dosa adalah kematian.

Allah terlalu mengasihi kita untuk membiarkan dosa menghancurkan hidup kita dan menjauhkan kita dari-Nya. Jadi, Dia mengirim Yesus ke bumi untuk memperbaiki masalah dan menyelamatkan kita.

Yohanes 3:17 mengatakan, “Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.”

Saat Yesus di bumi, Dia menyembuhkan orang sakit, melakukan mukjizat, dan mengajar semua orang yang Dia temui tentang bahaya dosa. Yesus memiliki teman dekat yang disebut murid yang mengasihi Dia dan percaya bahwa Dia adalah Anak Allah. Orang lain membencinya karena mengatakan yang sebenarnya (fakta bahwa Dia adalah Anak Allah). Mereka melakukan hal buruk dan tidak mau mendengar apa yang Yesus katakan. Mereka berharap Dia akan pergi dan meninggalkan mereka sendirian.

 

 

BACA JUGA: 12 Ayat Alkitab Tentang Paskah yang Perlu Diketahui Anak

 

Sedikit yang mereka tahu bahwa Yesus akan pergi. Agar rencana penyelamatan Allah berhasil, Yesus harus mati untuk menanggung hukuman atas segala dosa yang kita lakukan. Tapi kabar baiknya adalah Yesus tidak mati!

Allah membangkitkan Yesus kembali sehingga setiap orang yang bertobat dari dosa-dosa mereka dan percaya kepada-Nya tidak harus dipisahkan dari Allah lagi. Ketika kita menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita, Dia datang untuk tinggal di dalam hati kdia dan menjadikan kita pribadi yang baru sehingga kita bisa berada di dekat-Nya selamanya. Tidak ada yang bisa memisahkan kita dari kasih Allah lagi ketika kita menaruh kepercayaan kita kepada Yesus. Itu sebabnya kami merayakan Paskah!

Alkitab memberi kita perincian tentang kehidupan Yesus, kematian-Nya di kayu salib, dan kebangkitan-Nya.

 

Menceritakan Kisah Paskah untuk anak-anak kecil

 

BACA HALAMAN SELANJUTNYA -->

Sumber : crosswalk.com
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami