7 Fakta yang Perlu Orang Kristen Tahu Soal Bahasa Roh

Kata Alkitab / 4 April 2022

7 Fakta yang Perlu Orang Kristen Tahu Soal Bahasa Roh

Lori Official Writer
2500

Karunia berbahasa lidah atau berbahasa roh pertama kali terjadi di Hari Pentakosta, seperti dikisahkan dalam Kisah Para Rasul 2: 1-4. 

Di 1 Korintus 12: 10 dikatakan bahwa bahasa roh merupakan satu karunia. “Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh…” Tetapi ayat ini dilanjutkan dengan penjelasan bahwa bahasa roh tersebut harusnya bisa dimengerti oleh orang yang mendengarnya. Karena itu ada juga orang yang dikaruniakan untuk menafsirkan bahasa roh tersebut. “…dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu.” (1 Korintus 12: 10b)

Meski begitu, faktanya bahasa roh masih jadi kontroversi di lingkungan gereja. Untuk lebih memahami karunia ini secara alkitabiah, mari pelajari 7 fakta di bawah ini lebih dulu.

 

Fakta 1: Karunia bahasa lidah atau bahasa roh merupakan bahasa manusia.

“Ada banyak--entah berapa banyak--macam bahasa di dunia; sekalipun demikian tidak ada satupun di antaranya yang mempunyai bunyi yang tidak berarti. Tetapi jika aku tidak mengetahui arti bahasa itu, aku menjadi orang asing bagi dia yang mempergunakannya dan dia orang asing bagiku.” (1 Korintus 14: 10-11)

Dari ayat ini Paulus menegaskan bahwa bahasa roh berasal dari bahasa manusia. Meski begitu beberapa orang tegas mengatakan jika bahasa roh dalam Kisah Para Rasul 2 bukanlah bahasa manusia. 

 

Baca Juga: Bahasa Roh, Berasal Dari Allah Atau Rekaan Manusia?

 

Benarkah demikian? Karunia bahasa roh sebenarnya digerakkan oleh roh kudus dan mengalir begitu saja. Sehingga saat bahasa ini diucapkan, dia yang berbahasa roh mengucapkan kata-kata berbeda, yang sebenarnya berasal dari bahasa manusia yang lain.

Hal ini secara terang disampaikan di dalam Kisah Para Rasul 2: 7-11.

“Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: "Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea? Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita: kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia, Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma, baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah."

Namun Allah sendiri juga menyampaikan bahwa ada orang lain yang juga diberikan karunia menafsirkan bahasa roh tersebut. Karunia penafsiran itu diberikan kepada orang-orang tidak percaya yang hadir di Hari Pentakosta. 

 

Fakta 2: Bahasa roh merupakan dialek surgawi

Karunia bahasa lidah atau roh adalah kemampuan yang diilhami oleh roh kudus sebagai jembatan doa dan pujian kepada Allah dengan menggunakan dialek surgawi. 

Roh Kudus sendiri bisa menciptakan bahasa khusus atau unik yang memungkinkan orang-orang percaya berbicara kepada Allah melalui doa, pujian dan ucapan syukur.

 

Baca Juga: Apakah Setiap Orang Percaya Harus Berbahasa Roh?

 

Berbeda dengan peristiwa di Hari Pentakosta, bahasa roh yang biasanya dialami oleh percaya saat berdoa dan memuji Tuhan tidak ditemukan dalam bahasa manusia manapun. Sehingga ucapan-ucapan itu hanya dipahami oleh Allah Tritunggal yaitu Bapa, Anak dan Roh Kudus (kecuali Allah sendiri menyediakan orang khusus yang bisa menafsirkannya).

 

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA --->

Fakta 3: Tidak ada bukti bahwa bahasa roh dalam Kisah Para Rasul 2 bertujuan untuk penginjilan

Bayangkan betapa suksesnya para missionaris jika mereka tidak perlu belajar bahasa untuk menjangkau masyarakat berbahasa tertentu jika Roh Kudus bisa menginpartasikan kepada mereka bahasa yang berlaku di daerah tersebut.

Tampaknya peristiwa seperti yang terjadi di Hari Pentakosta tidak selalu terjadi. Tuhan tampaknya tidak bekerja dengan cara yang sama setiap waktu.

Bahasa lidah tidak selalu bertujuan untuk melakukan penginjilan seperti yang dialami oleh para rasul.

Bukti lain yang memperkuat fakta ini adalah ada banyak kisah pertobatan di dalam Alkitab yang tidak melibatkan bahasa roh. 

 

Baca Juga: 3 Hal yang Terjadi Saat Roh Kudus Sedang Bekerja Atas Seseorang

 

Fakta 4: Bahasa roh merupakan cara orang percaya membangun dan memperkuat iman

Paulus menyampaikan bahwa orang yang berbahasa roh juga merupakan bentuk komunikasi kepada Allah. 

“Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.” (1 Korintus 14: 2)

Ini berarti bahasa roh adalah salah satu bentuk doa (1 Korintus 14: 14), bentuk pujian (1 Korintus 14: 15) dan cara kita bersyukur kepada Tuhan (1 Korintus 14: 16-17).

Dengan hal ini, bahasa roh menjadi cara kita untuk membangun atau memperkuat iman kita. 

“Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat.” (1 Korintus 14: 4)

“Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus.” (Yudas 1: 20)

“Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama.” (1 Korintus 12: 7)

 

Baca Juga: [VIDEO] #KataAlkitab: Peran Roh Kudus dalam Kehidupan Orang Kristen

 

Fakta 5: Bahasa roh yang ditafsirkan bermanfaat untuk membangun seperti nubuatan

“Aku suka, supaya kamu semua berkata-kata dengan bahasa roh, tetapi lebih dari pada itu, supaya kamu bernubuat. Sebab orang yang bernubuat lebih berharga dari pada orang yang berkata-kata dengan bahasa roh, kecuali kalau orang itu juga menafsirkannya, sehingga Jemaat dapat dibangun.” (1 Korintus 14: 5)

Nubuatan biasanya bersifat membangun orang lain. Hal serupa juga terjadi dengan bahasa roh. Saat seseorang berbahasa roh dan bahasa itu bisa ditafsirkan artinya, maka bahasa roh itu bertujuan untuk menguatkan dan mengajar umat Tuhan.

 

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA --->

Fakta 6: Bahasa roh merupakan tanda bagi orang tidak percaya

Melalui 1 Korintus 14: 22, Paulus menjelaskan bahwa bahasa lidah adalah ‘tanda bagi orang tidak percaya’. Menurut pandangan ini, karunia bahasa roh adalah peringatan bagi orang-orang Yahudi tentang waktu penghakiman Allah kepada bangsa Israel karena penolakan mereka terhadap Juruslamat. 

Pandangan ini juga menyatakan bahwa karunia roh akan berakhir saat penghakiman Allah sudah digenapi. 

 

Baca Juga: 17 Peran Penting Roh Kudus Dalam Hidup Orang Percaya

 

Fakta 7: Paulus lebih suka menggunakan bahasa roh secara pribadi

Paulus menggunakan bahasa roh lebih sering untuk dirinya sendiri dibandingkan dengan mempraktikkannya di dalam pelayanan. 

Saat melayani, Paulus lebih memilih untuk memakai bahasa yang dimengerti semua orang daripada bahasa roh yang tidak dipahami. 

“Karena itu siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia harus berdoa, supaya kepadanya diberikan juga karunia untuk menafsirkannya.” (1 Korintus 14: 13)

Dalam hal ini, Paulus menyampaikan bahwa dia terbiasa memakai bahasa roh untuk membangun keintimannya dengan Tuhan melalui doa dan penyembahan.

Meski begitu, Paulus berharap semua orang bisa mempraktikkan bahasa roh ini di dalam kehidupan rohaninya masing-masing. Meski begitu dia menyadari bahwa tidak semua orang diberikan karunia berbahasa roh yang sama.

“Adakah mereka semua rasul, atau nabi, atau pengajar? Adakah mereka semua mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, atau untuk menyembuhkan, atau untuk berkata-kata dalam bahasa roh, atau untuk menafsirkan bahasa roh?” (1Korintus 12: 29-30)

Apakah Anda memiliki pengalaman berbahasa roh yang membangun orang lain? Anda bisa berbagi dengan kami melalui kolom komentar.

Sumber : Crosswalk.com | Jawaban.com
Halaman :
Tampilkan per Halaman

Ikuti Kami